Insitekaltim, Samarinda – Selain menggelar kegiatan donor darah, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Samarinda juga tengah mempersiapkan program pembinaan dan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Samarinda, Syamsu Nur, mengungkapkan bahwa tahun ini terjadi peningkatan signifikan pada kuota jemaah haji asal Samarinda.
“Alhamdulillah, kuota jemaah haji kita naik hampir 100 persen. Tahun 2025 sekitar 580 orang, tahun 2026 menjadi 1.021 jemaah,” ungkap di Balai Kota Samarinda, Selasa, 14 April 2026.
Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan dampak dari kebijakan pemerintah pusat terkait pembatasan masa tunggu haji maksimal 26 tahun yang diberlakukan secara nasional.
“Kebijakan itu berdampak ke daerah, termasuk Samarinda. Karena daftar tunggu kita cukup banyak, maka kuotanya ikut meningkat,” ujarnya.
Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan ibadah haji, Kesra memiliki tanggung jawab dalam pembinaan mental dan keagamaan, termasuk pelaksanaan manasik haji bagi para calon jemaah.
Selain itu, pemerintah daerah juga bertugas dalam proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
“Pemerintah daerah berkewajiban memberangkatkan jemaah dari daerah asal ke embarkasi, dan juga menjemput saat kepulangan. Untuk Samarinda, melalui Embarkasi Balikpapan,” jelas Syamsu.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian persiapan saat ini masih dalam tahap pelaksanaan, guna memastikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah haji asal Samarinda.
“Ini bagian dari tugas kami di Kesra dalam memberikan pelayanan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang keagamaan,” pungkasnya.

