Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kunjungan Rumah Adat Samarinda Turun 31,8 Persen, Faktor Kualitas Udara Jadi Perhatian

    November 5, 2026

    FKUB Kecamatan Palaran Terbentuk, Lengkapi Kepengurusan di 10 Wilayah Samarinda

    November 5, 2026

    Matangkan Perencanaan 2028, Kelurahan Sidodamai Ikuti Sosialisasi Juknis Musrenbang

    November 5, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Kunjungan Rumah Adat Samarinda Turun 31,8 Persen, Faktor Kualitas Udara Jadi Perhatian
    Pemkot Samarinda

    Kunjungan Rumah Adat Samarinda Turun 31,8 Persen, Faktor Kualitas Udara Jadi Perhatian

    SintaBy SintaNovember 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Rumah adat di kota Samarinda. (Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Rumah Adat Kota Samarinda terus menjadi salah satu destinasi edukasi dan pengenalan budaya yang diminati masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

    Namun, upaya memperkenalkan warisan budaya daerah tersebut sempat menghadapi tantangan kondisi lingkungan. Penurunan kualitas udara akibat pencemaran dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat pelaksanaan sejumlah kegiatan kunjungan edukasi, terutama di luar ruangan, perlu disesuaikan demi menjaga kesehatan dan keselamatan pengunjung.

    Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, jumlah kunjungan Rumah Adat selama Januari hingga Oktober 2026 mencapai 13.632 orang, dengan rata-rata 1.363 pengunjung setiap bulan.

    September menjadi periode dengan kunjungan tertinggi, yakni 2.619 orang, sedangkan jumlah terendah terjadi pada Maret sebanyak 248 orang. Sementara itu, pada Oktober tercatat 1.787 pengunjung atau mengalami penurunan sekitar 31,8 persen dibandingkan September.

    Plt Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Eko Suprayetno, mengungkapkan penyesuaian aktivitas kunjungan dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi kesehatan masyarakat.

    Menurutnya, kondisi kualitas udara yang kurang kondusif akibat pencemaran dan kabut asap Karhutla menjadi salah satu pertimbangan dalam mengatur kegiatan edukasi di Rumah Adat.

    “Kami tentu ingin kegiatan edukasi dan pengenalan budaya tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Karena itu, pelaksanaan kunjungan, khususnya kegiatan di luar ruangan, perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta arahan yang berlaku,” Ungkap Eko kepada awak media. Rabu, 4 November 2026.

    Meski terjadi penurunan pada Oktober, Disdikbud Samarinda tetap optimistis Rumah Adat dapat mempertahankan perannya sebagai ruang belajar sekaligus sarana pelestarian budaya daerah.

    Berdasarkan rata-rata kunjungan selama sepuluh bulan, jumlah pengunjung hingga akhir 2026 diproyeksikan mencapai 16.300 hingga 16.500 orang.

    Eko berharap kondisi lingkungan segera membaik sehingga sekolah, komunitas, instansi, dan masyarakat dapat kembali memanfaatkan Rumah Adat sebagai ruang edukasi secara lebih optimal.

    “Kami mengapresiasi seluruh masyarakat, sekolah, komunitas, dan instansi yang telah berkunjung. Partisipasi ini sangat berarti dalam memperkenalkan sekaligus menjaga warisan budaya Kota Samarinda,” Ucapnya.

    Ke depan, Disdikbud Samarinda akan terus mendorong keberlanjutan program edukasi dan promosi Rumah Adat, sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan jumlah kunjungan. (ADV)

     

    Disdikbud Samarinda Eko Suprayetno Pemkot Samarinda Rumah Adat Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    FKUB Kecamatan Palaran Terbentuk, Lengkapi Kepengurusan di 10 Wilayah Samarinda

    November 5, 2026

    Matangkan Perencanaan 2028, Kelurahan Sidodamai Ikuti Sosialisasi Juknis Musrenbang

    November 5, 2026

    Bangun Lingkungan Sehat dari Rumah, DPPKB Samarinda Bina Penerima Bantuan Sanitasi Jamban Sehat

    November 5, 2026

    Wawali Samarinda Harap Job Fair Buka Peluang Kerja dan Tekan Pengangguran

    November 4, 2026

    Jaga Keberlanjutan JKN, Pemkot Samarinda Siapkan Peta Jalan Pembiayaan 2027

    November 4, 2026

    Perkuat Koordinasi dan Pengawasan, Kecamatan Samarinda Kota Kawal Pelaksanaan Probebaya

    November 4, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kunjungan Rumah Adat Samarinda Turun 31,8 Persen, Faktor Kualitas Udara Jadi Perhatian

    SintaNovember 5, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rumah Adat Kota Samarinda terus menjadi salah satu destinasi edukasi dan pengenalan…

    FKUB Kecamatan Palaran Terbentuk, Lengkapi Kepengurusan di 10 Wilayah Samarinda

    November 5, 2026

    Matangkan Perencanaan 2028, Kelurahan Sidodamai Ikuti Sosialisasi Juknis Musrenbang

    November 5, 2026

    Bangun Lingkungan Sehat dari Rumah, DPPKB Samarinda Bina Penerima Bantuan Sanitasi Jamban Sehat

    November 5, 2026

    Mahasiswa Lempar Sayuran Busuk, Protes Pemadaman Listrik dan Janji Pemprov Kaltim

    November 4, 2026
    1 2 3 … 3,428 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.