Insitekaltim, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) siap menjadi tuan rumah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026.
Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar Sunggono dalam rapat persiapan yang digelar di Samarinda, Kamis 2 April 2026.
Dalam paparannya Sunggono menegaskan seluruh kebutuhan teknis penyelenggaraan telah dipersiapkan, mulai dari lokasi perlombaan hingga dukungan fasilitas penunjang.
Ia menyebutkan terdapat 13 titik yang akan digunakan sebagai arena lomba. Halaman Kantor Bupati Kukar direncanakan menjadi pusat kegiatan, termasuk untuk pembukaan dan penutupan, serta beberapa cabang utama seperti tilawah Al-Qur’an.
“Terdapat 13 titik yang disiapkan sebagai arena lomba, dengan halaman Kantor Bupati Kukar menjadi pusat kegiatan, termasuk pembukaan, penutupan, dan cabang utama tilawah Al-Qur’an,” ujarnya, Jumat 3 April 2026.
Selain itu, sejumlah fasilitas pemerintah juga akan dimanfaatkan, seperti Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Aula Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga gedung DPRD. Beberapa lokasi pendidikan dan keagamaan juga disiapkan sebagai arena tambahan.
Tidak hanya fokus pada venue, pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap kebutuhan pendukung, seperti ketersediaan hotel, homestay, transportasi, layanan kesehatan, hingga konsumsi bagi peserta dan tamu.
“Selain venue, kebutuhan pendukung seperti akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, hingga konsumsi juga telah didata,” tambahnya.
Sementara, Ketua LPTQ Kaltim yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, memberikan apresiasi atas kesiapan Kukar yang dinilai cukup matang dan terstruktur.
Menurutnya, pengalaman Kukar dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala besar menjadi modal penting dalam pelaksanaan MTQH tahun ini.
Ia juga menjelaskan mulai tahun 2026, pelaksanaan MTQ dan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) digabung menjadi MTQH.
Dengan konsep ini, seluruh cabang lomba, termasuk hafalan hadist dan karya tulis ilmiah hadist, akan dipertandingkan dalam satu ajang.
“Pelaksanaan MTQH ini menggabungkan seluruh cabang, sehingga penyelenggaraannya harus lebih matang dan terintegrasi,” ujarnya.
Sri Wahyuni pun mengingatkan agar penyelenggaraan tetap mengedepankan kesederhanaan tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga prestasi kaltim yang sebelumnya berhasil meraih hasil gemilang di tingkat nasional.
Di sisi lain, Wakil Ketua II LPTQ Kaltim Dasmiah turut memaparkan evaluasi dari pelaksanaan event sebelumnya, termasuk MTQ Nasional di Samarinda tahun 2024 dan STQH tahun 2025.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan perbaikan agar pelaksanaan MTQH ke-46 di Kukar dapat berjalan lebih optimal.
MTQH tingkat Provinsi Kaltim sendiri dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Tenggarong, dengan harapan mampu mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan di masa mendatang.

