Insitekaltim, Samarinda – Banyak warga memiliki minat berolahraga, tetapi tidak pernah bergabung dengan komunitas olahraga. Bukan karena tidak ada organisasi, melainkan karena informasi mengenai keberadaan komunitas tersebut dinilai belum menjangkau masyarakat.
Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang disoroti Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional. Organisasi tersebut menilai keberadaan ratusan Induk Organisasi Olahraga (INORGA) di berbagai daerah belum sepenuhnya dikenal publik, sehingga ruang partisipasi masyarakat dalam olahraga rekreasi masih jauh dari optimal.
“Orang itu sebenarnya punya hobi olahraga. Misalnya suka kungfu, tetapi mereka tidak tahu harus mencari komunitasnya di mana. Itu yang harus kita perbaiki, supaya masyarakat tahu ada wadah untuk menyalurkan hobinya,” kata Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, Kemalsyah Nasution, seusai diskusi Bincang Bugar di Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Selasa, 28 Juli 2026.
Persoalan olahraga masyarakat tidak selalu berkaitan dengan fasilitas maupun rendahnya minat warga. Yang justru menjadi hambatan adalah minimnya akses informasi mengenai organisasi olahraga yang tersedia.
Akibatnya, banyak komunitas berjalan sendiri tanpa mampu menjangkau calon anggota baru, sementara masyarakat yang ingin berolahraga kesulitan menemukan tempat yang sesuai dengan minat mereka.
“Program-program itu harus bisa dinikmati masyarakat. Bagaimana caranya KORMI mengajak sebanyak-banyaknya masyarakat berolahraga. Karena itu INORGA juga harus aktif dan dikenal masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut mendorong KORMI membangun Gerakan Indonesia Aktif, sebuah program nasional yang difokuskan untuk menghidupkan aktivitas organisasi olahraga masyarakat sekaligus memperluas partisipasi publik.
Bagi KORMI, ukuran keberhasilan bukan sekadar banyaknya agenda olahraga yang digelar, melainkan bertambahnya masyarakat yang rutin beraktivitas fisik melalui komunitas olahraga.
Kemalsyah menilai setiap orang memiliki kecenderungan memilih olahraga sesuai hobi. Karena itu, organisasi olahraga harus lebih terbuka memperkenalkan diri kepada masyarakat, baik melalui kegiatan di ruang publik maupun kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas.
“Kalau masyarakat tahu komunitasnya ada, mereka akan datang sendiri. Yang penting akses informasinya dibuka,” katanya.
Gerakan Indonesia Aktif disiapkan melalui lima program utama yang berfokus pada penguatan organisasi olahraga masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan pemerintah, swasta, dan komunitas.
“Melalui pendekatan itu, KORMI berharap olahraga tidak lagi identik dengan kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat sehari-hari,” pungkasnya.

