
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Komisi III DPRD Kota Bontang kecewa dengan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) karena banyak pekerjaan yang belum terealisasi.
“Anggaran yang terserap dari APBD Kota Bontang baru sekitar 30,4 persen hingga bulan Juli 2021,” kata Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/8/2021).
Ia mengatakan seharusnya paling tidak penyerapan anggaran hingga semester satu mencapai 50 hingga 60 persen.
Amir Tosina menyebutkan bahwa Komisi III DPRD Kota Bontang selaku mitra kerja Dinas PUPRK merasa kecewa lantaran banyak hasil inspeksi mendadak (sidak) yang belum direalisasikan. Padahal saat sidak bersama Dinas PUPRK mereka sepakat untuk segera merealisasikan hasil peninjauan lapangan.
Menurutnya Komisi III sebagai wakil rakyat kecewa karena apa yang diminta masyarakat saat sidak belum direalisasikan. Jadi komisi III dinilai oleh masyarakat ketika sidak beberapa waktu lalu hanya memberikan janji.
Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyampaikan alasan dan kendala Dinas PUPRK tidak merealisasikan sejumlah pekerjaan karena sumber daya manusia (SDM) yang minim.
“Alasan SDM, kondisi pandemi Covid-19 dan tidak memiliki tenaga skill yang mencukupi atau kekurangan personel,” kata Amir Tosina.
Dia menegaskan dalam waktu enam bulan ke depan, Komisi III meminta Dinas PUPRK untuk memaksimalkan serapan anggaran yang ada.
“Kami berharap sampai akhir tahun nanti Dinas PUPRK menyerap anggaran maksimal, sejumlah proyek hasil sidak terealisasi, baik yang lelang maupun pengadaan langsung,” ujarnya.

