Insitekaltim, Samarinda – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Zainoel Arifin memberikan sinyal siaga kepada seluruh jajaran Direksi Rumah Sakit Daerah (RSD) di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Ia menekankan, industri pelayanan kesehatan saat ini sedang memasuki fase turbulensi akibat transisi kebijakan besar-besaran yang digulirkan pemerintah pusat.
Menurutnya, turbulensi ini tidak hanya dipicu oleh perubahan kebijakan semata, tetapi juga didorong oleh pergeseran demografi, kemunculan berbagai permasalahan kesehatan baru, serta pesatnya perkembangan teknologi medis.
“Kondisi ini menuntut rumah sakit daerah untuk adaptif agar tidak tergilas oleh perubahan zaman. Ada empat agenda besar transformasi kesehatan yang kini tengah menjadi perhatian serius ARSADA Pusat,” katanya dalam sambutan pada acara pelantikan pengurus ARSADA Kaltim, Rabu, 4 Februari 2026,
Kebijakan tersebut mencakup implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), klasifikasi rumah sakit berbasis kompetensi terhadap 24 kelompok layanan, penerapan tarif pelayanan JKN dengan pola e-DRG, hingga sistem rujukan yang akan sangat bergantung pada klasifikasi kompetensi rumah sakit.
Meskipun jadwal pemberlakuan kebijakan ini sempat mengalami beberapa kali penundaan, Zainoel menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah alasan bagi RSD untuk bersantai.
“Ini semua sebetulnya tadinya akan dicanangkan pada 1 Juli tahun 2025 lalu, kemudian diundur pada 1 Januari tahun 2026, dan sekarang tidak ditentukan lagi kapan itu. Tapi kita harus menunggu dan harus siap. Mungkin kesiapan dari pengambil kebijakan, dari Kementerian Kesehatan untuk peraturan-peraturan menteri kesehatannya belum terbit, sehingga kita masih menunggu,” jelasnya.
Ia mengingatkan ketidakpastian tanggal bukan berarti pembatalan. Sebagai bagian dari kebijakan makro pemerintah, transformasi ini tetap akan berjalan dan akan menjadi standar baru dalam pelayanan kesehatan nasional.
“Cepat atau lambat ini akan tetap diimplementasikan karena itu sudah menjadi kebijakan dari Pemerintah Pusat. Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, namun perlu adanya upaya keberlanjutan agar perubahan ini memberikan manfaat optimal,” tuturnya.
Menutup arahannya, Zainoel berpesan kepada pengurus ARSADA Kaltim yang baru dilantik agar menjadi jembatan bagi rumah sakit daerah dalam menghadapi masa transisi ini.
Ia meminta organisasi tetap mempertahankan karakter loyalis kritis yaitu mendukung program pemerintah namun tetap santun dan tajam dalam memberikan masukan demi perbaikan kualitas layanan.
Dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia dan dorongan inovasi yang tepat, ia yakin RSUD di Kaltim mampu melewati masa turbulensi ini dengan baik.
“Saya menitipkan pesan kepada Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim untuk terus memberikan bimbingan dan pembinaan bagi kepengurusan ARSADA di wilayah Kaltim ini,” tandasnya.

