Artikel ini telah dilihat : 158 kali.
oleh

Ketua DPRD Bontang Gencar Kampanye 3M Tekan Covid-19

Reporter: Mohammad-Editor: Redaksi

Insitekaltim, Bontang – Kasus positif Covid-19 bertambah cukup signifikan khususnya di lingkungan keluarga. Hal itu dipicu oleh kurangnya kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan.

Kerja sama masyarakat akan sangat membantu menurunkan angka Covid-19. Caranya dengan menerapkan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengiimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Sebagai upaya menekan laju penambahan pasien Covid-19 di Bontang.

“Perlu dukungan dari masyarakat, berupa kesadaran menerapkan protokol kesehatan. Petugas Gugus Tugas Covid-19 sudah bekerja maksimal,” kata Faiz di sela Rapat Paripurna ke-12 Masa Sidang I DPRD Kota Bontang tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Selasa (20/10/2020).

Menurut Faiz, upaya Gugus Tugas penanggulangan Covid-19 sudah maksimal. Berbagai cara sudah dilakukan seperti Bontang bermasker, mencuci tangan dan yang terakhir upaya pemerintah untuk pengadaan PCR atau polymerase chain reaction untuk mendeteksi material genetik virus corona.

“Dinas Kesehatan sedang berdiskusi dengan RS Pupuk Kaltim, bagaimana mekanismenya masih dibicarakan. Kalaupun nantinya tetap kami alokasikan untuk pengadaan PCR, itu akan menjadi investasi jangka panjang,” ungkap Faiz.

Baca Juga :  Respon Keluhan Masyarakat, Komisi III DPRD Kota Bontang Gelar Sidak

Faiz mengatakan, ada dua alternatif yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang. Pertama, mengalokasikan anggaran untuk pengadaan PCR. Kedua, segera berkoordinasi dengan RS Pupuk Kaltim Bontang terkait MoU/perjanjian kerja sama operasional penggunaan PCR untuk masyarakat umum.

“Kami berharap penanganan Covid-19 ini dilakukan dengan cepat. Semoga nanti RS Pupuk Kaltim dapat berkolaborasi dengan pemerintah untuk memberikan layanan prima bagi masyarakat,” harap Faiz.

Prosedur pemeriksaan diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi virus corona.

Pengambilan sampel dahak ini dilakukan dengan metode swab, yang prosedurnya memakan waktu sekitar 15 detik dan tidak menimbulkan rasa sakit. Selanjutnya, sampel dahak akan diteliti di laboratorium.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed