Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kesenjangan Gender Melebar, Dwi Hartati Ingatkan Risiko Sosial dalam Transisi Ekonomi Hijau
    Diskominfo Kaltim

    Kesenjangan Gender Melebar, Dwi Hartati Ingatkan Risiko Sosial dalam Transisi Ekonomi Hijau

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 3, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG) Provinsi Kalimantan Timur, Dwi Hartati
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Fasilitator Pengarusutamaan Gender (PUG) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Dwi Hartati mengingatkan arah pembangunan daerah tidak boleh hanya berkutat pada infrastruktur fisik.

    Menurutnya, perlindungan manusia, lingkungan, dan ekosistem harus menjadi fondasi utama menuju pembangunan berkelanjutan jangka panjang. Hal itu disampaikan pada Rabu, 3 Desember 2025.

    Ia menekankan bahwa Kaltim tengah mengusung agenda pembangunan hingga 2045 dengan fokus pencapaian Generasi Emas 2025–2030. Ia mencontohkan tragedi banjir di Sibolga dan Aceh yang merusak empat desa sebagai bukti nyata buruknya pengelolaan lingkungan.

    “Pembangunan harus mencakup perlindungan terhadap manusia, lingkungan, dan ekosistem, bukan hanya fokus pada infrastruktur,” tegasnya.

    Dwi memaparkan bahwa kesenjangan gender di Kaltim saat ini paling menonjol di sektor ekonomi. Partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi baru mencapai sekitar 24 persen, sedangkan selebihnya masih didominasi laki-laki.

    Penurunan juga terjadi pada sektor politik. Keterwakilan perempuan di legislatif turun dari sekitar 22 persen menjadi hanya 12 persen, atau delapan orang saja yang berhasil menduduki kursi DPRD.

    Kondisi tersebut turut menurunkan capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) dan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kaltim pada level nasional, dari peringkat 20 merosot ke posisi 30.

    Dwi menyebut sejumlah faktor penyebab, seperti minimnya kepercayaan diri perempuan, kurangnya minat terlibat di politik, hingga sistem pemilu yang belum memberi ruang prioritas bagi perempuan di nomor urut awal.

    Selain itu, serapan Anggaran Responsif Gender (ARG) masih rendah. Dari target ideal 55 persen, baru 22 persen yang terealisasi.

    Selain itu, menyoroti tantangan transisi menuju ekonomi hijau. Menurutnya, pengurangan ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti batu bara harus direncanakan dengan matang agar tidak menimbulkan persoalan sosial baru.

    “Kalau pabrik batubara ditutup, bukan hanya penghasilan berkurang, tapi rantai kemiskinan meningkat. Perencanaan ekonomi hijau harus adaptif dan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.

    Ia menekankan perlunya strategi green jobs yang inklusif agar kelompok rentan tetap terlindungi. Dukungan edukasi, teknologi tepat guna, dan penguatan komunitas lokal menjadi kunci menghadapi perubahan.

    Di akhir sesi, Dwi menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, terutama perempuan, agar aktif berperan dalam pembangunan berbasis inklusi dan keberlanjutan.

    “Tingkatkan kapasitas, kuasai digital skill, jaga kearifan lokal dan religi, serta peka terhadap isu lingkungan. Jangan tertinggal dari perubahan,” pesannya.

    Dwi berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus menekan kesenjangan gender di Kaltim.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    SittiMei 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Iduladha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum syukur dan…

    Terowongan Samarinda Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Pengujian Segera Dimulai

    Mei 30, 2026

    Fenomena FOMO Kafe Baru di Samarinda, Datang karena Kopi atau Konten?

    Mei 30, 2026

    Mengapa Bekas Luka Bisa Menonjol dan Tak Hilang? Ini Penjelasan Medis tentang Keloid

    Mei 30, 2026

    Dompet Aman, Saldo Menipis: Fenomena Belanja Impulsif di Era QRIS

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,111 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.