Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bonus Menanti, 70 Wartawan Samarinda Siap Berebut Prestasi di Porwada 2026

    November 3, 2026

    Inflasi Kaltim Oktober 2026 Capai 4,04 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Penyumbang

    November 3, 2026

    Karhutla di Samarinda Berulang, BPBD Tunggu Keputusan BNPB soal Water Bombing

    November 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kepesertaan BPJS Samarinda Terancam Cut Off Jika Tak Capai 80 Persen Peserta Aktif
    Samarinda

    Kepesertaan BPJS Samarinda Terancam Cut Off Jika Tak Capai 80 Persen Peserta Aktif

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Rapat Hearing Tindak lanjut Pemkot terkait penghapusan kepesertaan BPJS JKN KIS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat berpotensi tidak dapat dilakukan secara real time apabila tingkat kepesertaan aktif tidak mencapai target yang ditetapkan.

    Hal itu disampaikan Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Samarinda Adrielona saat Rapat Hearing di Ruang Rapat Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, berdasarkan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), minimal 80 persen masyarakat harus tercatat sebagai peserta aktif.

    “Jika angka itu tidak terpenuhi, maka mekanisme pelayanan akan berubah dari sistem non cut off menjadi cut off,” katanya.

    Menurutnya, dalam kondisi non cut off seperti saat ini, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat langsung diaktifkan sebagai peserta melalui Dinas Sosial sehingga bisa segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

    “Kalau sekarang ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan layanan, bisa langsung diajukan oleh Dinas Sosial dan aktif pada hari itu juga sehingga layanan kesehatan bisa langsung ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.

    Namun apabila kepesertaan aktif berada di bawah 80 persen, maka sistem yang digunakan akan berubah menjadi cut off. Dalam sistem tersebut, pengajuan kepesertaan tidak lagi berlaku secara langsung.

    “Kalau sistemnya cut off, misalnya ada pasien yang sakit hari ini lalu diajukan oleh Dinas Sosial maka kepesertaannya baru aktif pada awal bulan berikutnya, sehingga tidak bisa langsung digunakan,” jelasnya.

    Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat harus menanggung sendiri biaya pelayanan kesehatan apabila membutuhkan layanan secara mendadak sebelum kepesertaannya aktif.

    Selain itu, hingga saat ini anggaran yang tercantum dalam dokumen perencanaan daerah, hanya cukup untuk membiayai kepesertaan selama enam bulan.

    Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi anggaran pada triwulan pertama, untuk memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.

    “Anggaran yang tercantum saat ini hanya cukup untuk enam bulan. Harapannya evaluasi pada triwulan pertama bisa memastikan anggaran tersebut mencukupi,” terangnya

    Oleh karena itu juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian terkait ketersediaan anggaran, agar tidak terjadi penonaktifan kepesertaan masyarakat.

    “Harapan kami tentu tidak sampai terjadi kondisi di mana pada 1 Juli seluruh kepesertaan yang mencapai sekitar 117 ribu orang menjadi nonaktif. Kami yakin pemerintah kota tidak akan mengambil keputusan seperti itu, namun kami tetap membutuhkan kepastian anggaran,” pungkasnya.

     

     

    Adrielona BPJS BPJS Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Karhutla di Samarinda Berulang, BPBD Tunggu Keputusan BNPB soal Water Bombing

    November 3, 2026

    Grand City Samarinda Pastikan Jalan Tetap Dibuka 24 Jam, Delapan Kesepakatan Diklaim Terpenuhi

    November 2, 2026

    Karhutla Samarinda Belum Mereda, 347 Kejadian Tercatat hingga Awal November

    November 2, 2026

    Empat Pembangkit Listrik Bermasalah, Pemadaman Bergilir Samarinda Berlanjut hingga Desember

    Oktober 30, 2026

    Empat Bulan Listrik Samarinda Padam Bergilir, PLN Belum Bisa Jelaskan Penyebabnya

    Oktober 29, 2026

    Polisi Amankan 37 Orang terkait Dugaan Pencurian Kabel Bawah Tanah di Samarinda

    Oktober 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Bonus Menanti, 70 Wartawan Samarinda Siap Berebut Prestasi di Porwada 2026

    AminahNovember 3, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 70 wartawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia…

    Inflasi Kaltim Oktober 2026 Capai 4,04 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Penyumbang

    November 3, 2026

    Karhutla di Samarinda Berulang, BPBD Tunggu Keputusan BNPB soal Water Bombing

    November 3, 2026

    Gubernur Kaltim Pastikan Pasokan Batu Bara dan Perbaikan Jalan di Kutai Timur

    November 3, 2026

    Delapan RT di Sempaja Barat Terima Hasil Pengadaan Barang dan Tanaman TOGA

    November 2, 2026
    1 2 3 … 3,424 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.