Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Samarinda Perketat Seleksi Atlet Porprov, Cabor Penyumbang Emas Jadi Prioritas

    Juni 18, 2026

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Juni 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kepesertaan BPJS Samarinda Terancam Cut Off Jika Tak Capai 80 Persen Peserta Aktif
    Samarinda

    Kepesertaan BPJS Samarinda Terancam Cut Off Jika Tak Capai 80 Persen Peserta Aktif

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Rapat Hearing Tindak lanjut Pemkot terkait penghapusan kepesertaan BPJS JKN KIS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat berpotensi tidak dapat dilakukan secara real time apabila tingkat kepesertaan aktif tidak mencapai target yang ditetapkan.

    Hal itu disampaikan Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Samarinda Adrielona saat Rapat Hearing di Ruang Rapat Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, berdasarkan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), minimal 80 persen masyarakat harus tercatat sebagai peserta aktif.

    “Jika angka itu tidak terpenuhi, maka mekanisme pelayanan akan berubah dari sistem non cut off menjadi cut off,” katanya.

    Menurutnya, dalam kondisi non cut off seperti saat ini, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat langsung diaktifkan sebagai peserta melalui Dinas Sosial sehingga bisa segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

    “Kalau sekarang ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan layanan, bisa langsung diajukan oleh Dinas Sosial dan aktif pada hari itu juga sehingga layanan kesehatan bisa langsung ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.

    Namun apabila kepesertaan aktif berada di bawah 80 persen, maka sistem yang digunakan akan berubah menjadi cut off. Dalam sistem tersebut, pengajuan kepesertaan tidak lagi berlaku secara langsung.

    “Kalau sistemnya cut off, misalnya ada pasien yang sakit hari ini lalu diajukan oleh Dinas Sosial maka kepesertaannya baru aktif pada awal bulan berikutnya, sehingga tidak bisa langsung digunakan,” jelasnya.

    Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat harus menanggung sendiri biaya pelayanan kesehatan apabila membutuhkan layanan secara mendadak sebelum kepesertaannya aktif.

    Selain itu, hingga saat ini anggaran yang tercantum dalam dokumen perencanaan daerah, hanya cukup untuk membiayai kepesertaan selama enam bulan.

    Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi anggaran pada triwulan pertama, untuk memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.

    “Anggaran yang tercantum saat ini hanya cukup untuk enam bulan. Harapannya evaluasi pada triwulan pertama bisa memastikan anggaran tersebut mencukupi,” terangnya

    Oleh karena itu juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian terkait ketersediaan anggaran, agar tidak terjadi penonaktifan kepesertaan masyarakat.

    “Harapan kami tentu tidak sampai terjadi kondisi di mana pada 1 Juli seluruh kepesertaan yang mencapai sekitar 117 ribu orang menjadi nonaktif. Kami yakin pemerintah kota tidak akan mengambil keputusan seperti itu, namun kami tetap membutuhkan kepastian anggaran,” pungkasnya.

     

     

    Adrielona BPJS BPJS Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    Juni 18, 2026

    Sri Puji Astuti: Ingatkan Perusahaan Soal Status BPJS Kesehatan Pasca-PHK

    Juni 17, 2026

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Penduduk Bertambah, Fasilitas Kesehatan Terus Berkembang

    Juni 11, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jalur Samarinda Bontang Lumpuh Diterjang Banjir, Truk dan Tronton Terjebak Antrean Panjang

    R’syaJuni 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hujan yang mengguyur Kota Samarinda sepanjang Kamis 18 Juni 2026 siang, menyebabkan…

    Samarinda Perketat Seleksi Atlet Porprov, Cabor Penyumbang Emas Jadi Prioritas

    Juni 18, 2026

    Masuji Tahap Akhir, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, Jadi Harapan Pariwisata Berkelanjutan Kaltim

    Juni 18, 2026

    Hoaks Kian Mengancam, Faisal Minta KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi di Daerah

    Juni 18, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026
    1 2 3 … 3,153 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.