Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Samarinda, Andi Satya Belum Pikir Soal Pilwali

    August 4, 2026

    Permintaan CPO di Pasar Internasional Meningkat, Dongkrak Harga TBS Sawit di Kaltim

    August 4, 2026

    Bandara APT Pranoto Terhubung ke IKN, Kaltim Siapkan Jaringan Kereta Api 1.579 Kilometer

    August 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kepesertaan BPJS Samarinda Terancam Cut Off Jika Tak Capai 80 Persen Peserta Aktif
    Samarinda

    Kepesertaan BPJS Samarinda Terancam Cut Off Jika Tak Capai 80 Persen Peserta Aktif

    Andika SaputraBy Andika SaputraMarch 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Rapat Hearing Tindak lanjut Pemkot terkait penghapusan kepesertaan BPJS JKN KIS (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelayanan jaminan kesehatan bagi masyarakat berpotensi tidak dapat dilakukan secara real time apabila tingkat kepesertaan aktif tidak mencapai target yang ditetapkan.

    Hal itu disampaikan Kepala Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Samarinda Adrielona saat Rapat Hearing di Ruang Rapat Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, berdasarkan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), minimal 80 persen masyarakat harus tercatat sebagai peserta aktif.

    “Jika angka itu tidak terpenuhi, maka mekanisme pelayanan akan berubah dari sistem non cut off menjadi cut off,” katanya.

    Menurutnya, dalam kondisi non cut off seperti saat ini, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat langsung diaktifkan sebagai peserta melalui Dinas Sosial sehingga bisa segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

    “Kalau sekarang ada masyarakat yang sakit dan membutuhkan layanan, bisa langsung diajukan oleh Dinas Sosial dan aktif pada hari itu juga sehingga layanan kesehatan bisa langsung ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” jelasnya.

    Namun apabila kepesertaan aktif berada di bawah 80 persen, maka sistem yang digunakan akan berubah menjadi cut off. Dalam sistem tersebut, pengajuan kepesertaan tidak lagi berlaku secara langsung.

    “Kalau sistemnya cut off, misalnya ada pasien yang sakit hari ini lalu diajukan oleh Dinas Sosial maka kepesertaannya baru aktif pada awal bulan berikutnya, sehingga tidak bisa langsung digunakan,” jelasnya.

    Kondisi tersebut berpotensi membuat masyarakat harus menanggung sendiri biaya pelayanan kesehatan apabila membutuhkan layanan secara mendadak sebelum kepesertaannya aktif.

    Selain itu, hingga saat ini anggaran yang tercantum dalam dokumen perencanaan daerah, hanya cukup untuk membiayai kepesertaan selama enam bulan.

    Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi anggaran pada triwulan pertama, untuk memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.

    “Anggaran yang tercantum saat ini hanya cukup untuk enam bulan. Harapannya evaluasi pada triwulan pertama bisa memastikan anggaran tersebut mencukupi,” terangnya

    Oleh karena itu juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian terkait ketersediaan anggaran, agar tidak terjadi penonaktifan kepesertaan masyarakat.

    “Harapan kami tentu tidak sampai terjadi kondisi di mana pada 1 Juli seluruh kepesertaan yang mencapai sekitar 117 ribu orang menjadi nonaktif. Kami yakin pemerintah kota tidak akan mengambil keputusan seperti itu, namun kami tetap membutuhkan kepastian anggaran,” pungkasnya.

     

     

    Adrielona BPJS BPJS Kesehatan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Ambil Alih, Pembiayaan 51 Ribu Peserta BPJS PBI

    August 4, 2026

    Perluas Perlindungan BPJS Gratispol, Kepesertaan Ditarget Bertambah 10 Ribu Jiwa

    July 30, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    July 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    July 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    July 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    July 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Samarinda, Andi Satya Belum Pikir Soal Pilwali

    Nur AjijahAugust 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Samarinda, yang dijadwalkan 8 Agustus…

    Permintaan CPO di Pasar Internasional Meningkat, Dongkrak Harga TBS Sawit di Kaltim

    August 4, 2026

    Bandara APT Pranoto Terhubung ke IKN, Kaltim Siapkan Jaringan Kereta Api 1.579 Kilometer

    August 4, 2026

    Pemkot Samarinda Ambil Alih, Pembiayaan 51 Ribu Peserta BPJS PBI

    August 4, 2026

    Kejurkot Jadi Ajang Perbasi Samarinda, Jaring Bibit Atlet Menuju POPDA 2027

    August 3, 2026
    1 2 3 … 3,257 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.