Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    April 20, 2026

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»Kendala Program IB Kutim, Sapi Banyak Dilepasliarkan
    Diskominfo Kutim

    Kendala Program IB Kutim, Sapi Banyak Dilepasliarkan

    SeliBy SeliMei 30, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Sangatta – Program inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik pada sapi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) sudah mulai berjalan.

    Tujuan IB adalah untuk menunjang keberhasilan dalam ternak sapi khusus pengembangbiakan dengan siklus tertentu.
    Upaya peningkatan populasi sapi pun harus disesuaikan dengan jenis sapi mulai dari sapi bali, sapi brahman, sapi simental dan sapi madura dan sapi simental untuk menghindari kerdil atau tumbuh pendek dari hewan peliharaan ini.

    Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutim dr Kurniawan mengatakan untuk menyukseskan program kawin suntik pada sapi bergantung pada pengawasan ternak pada para peternak sapi.

    Para peternak harus bisa mengetahui periode dan waktu birahi atau masa subur dari sapi. Jarak masa subur sapi 21 hari dengan waktu subur hanya 18 jam setelah itu baru dilakukan pelaporan untuk mendapatkan suntik.

    Namun hal yang menjadi kendala adalah para peternak tidak bisa melakukan pengawasan secara intensif sebab sapi dibiarkan berkeliaran.

    “Sapi ini dilepasliarkan di hutan-hutan sawit. Mereka merasa tidak perlu capek untuk memberi makan tiap harinya,” ujarnya kepada Insitekaltim di ruang kerjanya, Selasa (30/5/2023).

    Dijelaskannya untuk memaksimalkan peningkatan populasi sapi melalui kawin suntik, para peternak harus bisa meninggalkan sistem peternakan konvensional dan beralih ke sistem kandang.

    Berternak dengan menggunakan sistem kandang tidak hanya memudahkan dalam pengawasan masa subur sapi, tapi juga menguntungkan para petani melalui kotoran hewan yang menjadi pupuk organik.

    “Sekarang pupuk hanya bisa beberapa jenis tanaman, sementara yang lain tidak bisa karena itu kami dari Dinas Pertanian dorong gunakan pupuk kandang,” tuturnya.

    Akan hal ini, Distanak Kutim terus melakukan sosialisasi kepada para peternak untuk mengandangkan sapi karena sapi akan menghasilkan anak tiap tahunnya jika lewat kawin suntik, serta kotorannya pun dimanfaatkan jadi pupuk.

    “Nah ini kan untungnya dobel. Tiap tahunnya melahirkan, kontorannya dijadikan pupuk,” terangnya.

    Sembari tahap sosialisasi, program kawin suntik pun tetap dilaksanakan dengan menyasar sapi yang di kandang baik di Sangatta maupun beberapa kecamatan.

    “Sudah mulai berjalan kawin suntik, bagi sapi yang di kandang,” tandasnya.

    Distanak IB Kutim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Seli

    Related Posts

    Bencana di Sumatera Jadi Peringatan, Kaltim Tegaskan Komitmen Jaga Hutan dan Tekan Deforestasi

    Desember 15, 2025

    Bupati Ardiansyah Beri Dukungan PWI Kutim Berlaga di Porwada Kaltim

    Desember 14, 2023

    Pemkab Kutim Akselerasi Peningkatan Program KB Melalui SDM Kompeten

    November 25, 2023

    Pemkab Kutim Gagas Aplikasi Stunting Untuk Percepatan Penanganan

    November 23, 2023

    Disnakertrans Kutim Kebut Program Pengembangan Transmigran

    November 22, 2023

    Muhammad Syarif: 100.000 Blangko E-KTP Tersedia, Kutai Timur Bebas Isu Blanko Kosong

    November 21, 2023
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi, Soroti Lokasi dan Dampak Lingkungan

    Andika SaputraApril 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wacana pengolahan sampah menjadi energi alternatif mendapat respons positif dari Dewan Perwakilan…

    Andi Harun Tegaskan Polemik Mobil Dinas Sewa Ditangani Terbuka, Siap Diawasi KPK

    April 20, 2026

    Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Efek Berantai, DPRD Samarinda Soroti Dampak ke Harga Kebutuhan

    April 20, 2026

    Aksi 21 April Dijaga Ketat, Wali Kota Samarinda Minta Pengamanan Satu Komando

    April 20, 2026

    Pemkot Samarinda Salurkan Rp3,1 Miliar Bantuan Parpol, Pengelolaan Dana Dinyatakan Bersih

    April 20, 2026
    1 2 3 … 3,063 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.