Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    Mei 23, 2026

    Kenapa Samarinda Akhir-Akhir Ini Sering Hujan? Kadang Cuma Satu Daerah yang Diguyur Deras

    Mei 23, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kenapa Samarinda Akhir-Akhir Ini Sering Hujan? Kadang Cuma Satu Daerah yang Diguyur Deras
    Samarinda

    Kenapa Samarinda Akhir-Akhir Ini Sering Hujan? Kadang Cuma Satu Daerah yang Diguyur Deras

    SittiBy SittiMei 23, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Cuaca tak menentu masih menjadi langganan Samarinda beberapa pekan terakhir. Payung dan jas hujan jangan sampai tertinggal. (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Warga Samarinda belakangan ini dibuat bingung dengan cuaca yang berubah sangat cepat. Baru saja panas terik, beberapa menit kemudian hujan turun deras.

    Uniknya lagi, hujan kadang hanya terjadi di satu kawasan tertentu, sementara daerah lain yang jaraknya tidak terlalu jauh justru tetap cerah.

    Fenomena ini makin sering dirasakan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan aktivitas mereka terganggu karena cuaca mendadak berubah, terutama pada sore hingga malam hari.

    Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar cuaca aneh biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Samarinda saat ini sedang mengalami fenomena hujan lokal yang umum terjadi saat masa pancaroba atau peralihan musim.

    Staf Operasional BMKG Samarinda Muhammad Abil Nurjani menjelaskan, hujan lokal terjadi karena pembentukan awan hujan tidak merata di setiap wilayah.

    “Hujan lokal muncul karena ukuran awan yang berbeda-beda, dan ini juga dipengaruhi oleh arah angin,” jelasnya.

    Akibatnya, satu wilayah bisa diguyur hujan deras dalam waktu cukup lama, sementara daerah di sebelahnya justru tidak terkena hujan sama sekali.

    Samarinda Panas Siang, Hujan Sore

    Kalau diperhatikan, pola cuaca di Samarinda akhir-akhir ini hampir selalu sama. Siang hari terasa panas dan gerah, lalu menjelang sore awan mulai gelap sebelum akhirnya turun hujan.

    Menurut BMKG, kondisi itu dipicu tingginya kelembapan udara di Kalimantan Timur. Saat cuaca panas, penguapan air dari sungai, rawa, hingga vegetasi meningkat drastis. Uap air tersebut kemudian berkumpul menjadi awan hujan ketika kondisi atmosfer sedang labil.

    Karena Samarinda memiliki banyak daerah aliran sungai dan kelembapan udara tinggi, proses pembentukan awan hujan berlangsung lebih cepat dibanding beberapa wilayah lain.

    “Kondisi atmosfer saat pancaroba memang membuat awan hujan terbentuk secara sporadis atau tidak merata,” ujar Abil.

    Tidak heran jika warga sering merasa cuaca sekarang lebih sulit diprediksi. Bahkan dalam hitungan menit, langit yang sebelumnya cerah bisa langsung berubah mendung pekat.

    Kenapa Hujan Terasa Lebih Sering?

    Selain faktor pancaroba, BMKG menyebut peluang hujan di Samarinda memang masih cukup tinggi hingga akhir Mei. Intensitasnya memang kebanyakan ringan hingga sedang, tetapi frekuensinya lebih sering terjadi.

    Fenomena ini juga membuat suhu udara terasa lebih lembap dan gerah meski hujan turun hampir setiap hari.

    Bagi sebagian warga, kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas harian. Pengendara motor harus lebih sering membawa jas hujan, sementara pedagang kaki lima mengaku pembeli menjadi lebih sepi saat hujan turun mendadak.

    Di beberapa titik Samarinda, hujan dengan durasi cukup lama juga mulai memicu genangan air, terutama di kawasan yang drainasenya kurang lancar.

    BMKG Minta Warga Tetap Waspada

    BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem selama masa pancaroba berlangsung. Meski sebagian besar hujan masih tergolong ringan, potensi hujan deras dalam durasi singkat tetap bisa terjadi sewaktu-waktu.

    Masyarakat disarankan rutin memantau informasi cuaca resmi dan mengantisipasi aktivitas luar ruangan terutama pada sore hingga malam hari.

    Fenomena hujan lokal ini diperkirakan masih akan cukup sering terjadi di Samarinda selama kondisi atmosfer belum benar-benar memasuki musim kemarau penuh.

    BMKG Cuaca Cuaca Samarinda Hujan Muhammad Abil Nurjani
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    Mei 23, 2026

    Pemkot Samarinda Kejar 80 Persen Transaksi Pajak Berbasis Non Tunai

    Mei 22, 2026

    Bapenda Samarinda Ingatkan ASN Jadi Garda Terdepan Edukasi BPHTB dan Layanan Pajak

    Mei 22, 2026

    Polresta Samarinda Perketat Pengawasan Distribusi Pangan, Satgas Gencar Sidak Cegah Penyelewengan

    Mei 22, 2026

    Pasar Segiri Kembali Bergeliat Usai Kebakaran, Puluhan Lapak Masih Menunggu Pedagang

    Mei 22, 2026

    Sapi Kurban Masuk Samarinda dari Sulawesi dan NTT, DKPP Pastikan Aman dari Penyakit

    Mei 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Samarinda Masih Dikepung Genangan, DPRD Singgung Sedimentasi dan Anak Sungai yang Menyempit

    SittiMei 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Curah hujan yang hampir terjadi setiap hari kembali memunculkan genangan di sejumlah…

    Kenapa Samarinda Akhir-Akhir Ini Sering Hujan? Kadang Cuma Satu Daerah yang Diguyur Deras

    Mei 23, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Realisasi Retribusi Masih Lemah, DPRD Samarinda Usul Pemkot Buat Dashboard PAD Real Time

    Mei 22, 2026

    Pemkot Samarinda Kejar 80 Persen Transaksi Pajak Berbasis Non Tunai

    Mei 22, 2026
    1 2 3 … 3,102 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.