Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Oktober 1, 2026

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Bontang»Kemerdekaan Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Gerakan Pemuda Bontang
    Bontang

    Kemerdekaan Jadi Momentum Menghidupkan Kembali Gerakan Pemuda Bontang

    R’syaBy R’syaAgustus 16, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Formatur SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bontang, Muhammad Shendy Abiyyu Badi (Ist)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka, tantangan perjuangan bagi generasi muda dinilai telah berubah. Jika dahulu pemuda berada di garis depan dalam melawan penjajahan, kini perjuangan itu menghadapi bentuk yang berbeda, mulai dari ketimpangan ekonomi, persoalan lingkungan, krisis kepercayaan hingga berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

    Momentum Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pun dinilai perlu menjadi ruang refleksi bagi gerakan pemuda, termasuk di Kota Bontang.

    Ketua Formatur SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bontang, Muhammad Shendy Abiyyu Badi menilai gerakan kepemudaan saat ini menghadapi persoalan serius berupa stagnasi hingga degradasi peran sosial organisasi.

    Menurutnya, organisasi kepemudaan yang semestinya menjadi ruang lahirnya gagasan dan penyambung aspirasi masyarakat justru berpotensi kehilangan fungsi tersebut ketika terlalu sibuk dengan persoalan internal maupun kepentingan kelompok.

    “Gerakan pemuda tidak boleh kehilangan keberanian untuk menggaungkan kritik. Dan lebih dari itu, gerakan pemuda juga tidak boleh kehilangan kemampuan untuk menawarkan solusi,” ujarnya dalam Opini 17 Agustus.

    Bagi Shendy, kondisi tersebut bukan semata-mata persoalan untuk mencari siapa yang salah. Ia melihatnya sebagai alarm agar organisasi kepemudaan melakukan introspeksi sekaligus membangun kembali ketahanan gerakan.

    Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan organisasi yang aktif ketika ada momentum tertentu. Organisasi kepemudaan harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan, turun berdiskusi, membangun gagasan, serta mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan di sekitarnya.

    “Karena bagi saya, kemerdekaan bukan alasan bagi kita untuk berhenti bergerak. Kemerdekaan justru memberikan kita tanggung jawab untuk terus memperjuangkannya,” tegasnya.

    Ia memandang bentuk perjuangan pemuda hari ini tidak lagi sebatas melawan penjajahan sebagaimana generasi terdahulu. Perjuangan itu dapat diwujudkan dengan melawan kebungkaman, apatisme, serta berbagai kondisi yang membuat gerakan kepemudaan kehilangan fungsi sosialnya.

    Untuk menghidupkan kembali gerakan tersebut, Shendy mengatakan organisasi harus kembali ditempatkan sebagai alat perjuangan. Namun, ia menegaskan gerakan pemuda tidak akan menjadi kuat apabila setiap organisasi berjalan sendiri-sendiri.

    Kolaborasi lintas organisasi, latar belakang dan gagasan dinilai menjadi kunci untuk membangun gerakan pemuda yang lebih berdampak.

    “Tidak mungkin kita membangun Bontang hanya dengan satu organisasi, tidak mungkin membangun pemuda hanya dengan satu kelompok dan tidak mungkin menyelesaikan persoalan bangsa hanya dengan satu gagasan,” tuturnya.

    Shendy melihat Bontang memiliki banyak anak muda dengan semangat, gagasan dan keberanian untuk bergerak. Tantangannya kini adalah menyediakan ruang bersama agar berbagai potensi tersebut dapat bertemu dan menghasilkan gerakan yang lebih besar.

    Karena itu, momentum kemerdekaan ke-81 ia jadikan ajakan bagi organisasi kepemudaan di Bontang untuk merapatkan barisan, meninggalkan ego kelompok, membuka ruang dialog dan memperkuat kolaborasi.

    Perbedaan cara pandang maupun ruang gerak, semestinya tidak menjadi alasan untuk saling berseberangan. Justru perbedaan dapat menjadi kekayaan, sementara kolaborasi menjadi kekuatan.

    “Sejarah tidak hanya ditulis oleh mereka yang memiliki kekuasaan, sejarah juga ditulis oleh mereka yang berani bergerak ketika yang lain memilih bungkam,” ucapnya.

    Dari Bontang, ia berharap semangat tersebut dapat kembali dihidupkan. Organisasi kepemudaan tidak sekadar menjadi tempat berhimpun, tetapi menjadi ruang bagi anak muda untuk mengabdi, berpikir, bergerak dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    “Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Pancasila Abadi! Merdeka!” pungkasnya.

     

    HUT Kemerdekaan RI ke-81 HUT RI Ke- 81 Pemuda Pancasila Bontang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    13 Kelurahan di Samarinda Rawan Pangan, GPM Jadi Intervensi Pemerintah

    Agustus 20, 2026

    Impian Sejak SMP Terwujud, Beatrice Limbong Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kaltim

    Agustus 17, 2026

    Upacara HUT ke-81 RI di Samarinda Berjalan Lancar, Yosua Laden Apresiasi Paskibraka

    Agustus 17, 2026

    Rudy Mas’ud: Makna Kemerdekaan Ada pada Kerja Nyata dan Kesejahteraan Masyarakat

    Agustus 17, 2026

    Paskibraka Samarinda Dikukuhkan, Andi Harun Minta Jaga Kesehatan Jelang Upacara 17 Agustus

    Agustus 16, 2026

    Tak Ingin Elit di Internal Partai, PDI Perjuangan Samarinda Dorong Kader Turun ke Masyarakat

    Agustus 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Belum Terima Update Progres SLF Terowongan

    Ratu ArifanzaOktober 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komisi III DPRD Kota Samarinda mengaku belum menerima pembaruan terbaru mengenai proses…

    Dikejar Batas 30 September, Pembahasan APBD Perubahan Kaltim 2026 Digelar Maraton

    Oktober 1, 2026

    Ratusan Kapal Beraktivitas di Muara Berau, Potensi PAD Kaltim Masih Dihitung

    Oktober 1, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Kalangan Generasi Muda

    Oktober 1, 2026

    SIPADU e-Dalev Samarinda Didorong Tak Sekadar Jadi Aplikasi Pelaporan

    Oktober 1, 2026
    1 2 3 … 3,371 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.