Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penataan Lapak Pasar Samarinda Masih Dievaluasi, Pemilik Minta Lokasi Berdekatan

    Oktober 14, 2026

    Vape Terancam Dilarang di Kaltim, Polda Segera Panggil Para Pedagang

    Oktober 14, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kelebihan 8 Juta Ton, Kaltim Akan Tetap Ikuti Mekanisme Lelang Bank Dunia
    Diskominfo Kaltim

    Kelebihan 8 Juta Ton, Kaltim Akan Tetap Ikuti Mekanisme Lelang Bank Dunia

    Rahmat FGBy Rahmat FGMaret 22, 202302 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama lembaga terkait siap melakukan verifikasi atau perhitungan ulang kelebihan emisi karbon yang dimiliki Kaltim.

    Isran menyambut baik komitmen Bank Dunia untuk menjual emisi karbon Kaltim pasca realisasi kompensasi hingga 2025 itu.

    “Informasi World Bank bahwa mereka siap memfasilitasi kelebihan gas buang (emisi karbon) kita,” kata Isran belum lama ini di Samarinda.

    Orang nomor satu Benua Etam itu mengungkapkan, potensi emisi karbon yang dimiliki Kaltim hingga perhitungan akhir oleh tim World Bank melalui tim Program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF –CF) ialah sebesar 30 juta ton emisi karbon.

    Sementara, lanjut dia, pihak negara-negara donor hanya mampu memberi insentif sekitar 22 juta ton emisi karbon senilai 110 juta USD.

    “Berarti kita masih memiliki kelebihan atau sisa 8 juta ton dan ini akan kita lelang secara mandiri, tapi World Bank tetap menawarkan memfasilitasinya,” ungkapnya.

    Ketua Umum APPSI itu pun mengaku yakin kelebihan emisi karbon Kaltim masih bisa dibeli oleh pihak swasta dari negara luar dengan harga yang lebh baik.

    “Kan sama Bank Dunia gas buang kita dihargai 5 USD, kalau kita lelang mandiri bisa saja lebih dari itu harganya per ton,” ucapnya.

    Namun demikian, Isran mengatakan Kaltim akan tetap mentaati tata aturan global terkait perdagangan gas emisi karbon.

    “Ada perusahaan yang berminat, tapi kita belum berkomunikasi intensif dengan mereka. Tapi kita perlu verifikasi ulang untuk lelang nanti,” sebutnya.

    Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menambahkan, dana insentif dari program FCPF oleh Bank Dunia bisa dimanfaatkan sebagai investasi.

    “Kenapa disebut investasi? Karena keberlanjutan program untuk kegiatan emisi karbon, sehingga diperlukan pembiayaan. Tidak hanya verifikasi dan lelang, tetapi kegiatan-kegiatan lainnya dalam program FCPF itu sendiri,” terang Yuni, sapaan akrabnya yang juga Ketua Komite Teknis Tim FCPF Kaltim.

    Untuk diketahui, dari 110 juta USD insentif yang dibayarkan oleh Bank Dunia, sebesar 20,9 juta USD dibayarkan pada tahun 2023 dan secara bertahap hingga selesai pada tahun 2025.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penataan Lapak Pasar Samarinda Masih Dievaluasi, Pemilik Minta Lokasi Berdekatan

    Ratu ArifanzaOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penataan lapak pedagang di pasar Kota Samarinda masih dalam tahap evaluasi oleh…

    Vape Terancam Dilarang di Kaltim, Polda Segera Panggil Para Pedagang

    Oktober 14, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Deni Minta Pemkot Samarinda Aktif Tangani Kabut Asap dan Cegah Karhutla

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Kajian Pipa Bawah Tanah untuk Kurangi Genangan Antasari

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,384 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.