Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Andi Harun Tegaskan Samarinda Mampu Bayar Tapi Secara Hukum Tidak Benar

    April 14, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Kelas Fashion Disporapar Samarinda Tumbuhkan Keberanian Berkarya, Sarah Mantap Ingin Jadi Desainer
    Lainnya

    Kelas Fashion Disporapar Samarinda Tumbuhkan Keberanian Berkarya, Sarah Mantap Ingin Jadi Desainer

    RidhoBy RidhoDesember 14, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sarah, peserta kegiatan kelas fashion, memperlihatkan rangkaian desain busananya
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda— Kegiatan kelas fashion yang diikuti pelajar, Sarah Maulida, memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan tentang dunia mode. Menurutnya, fashion tidak semata soal estetika, tetapi juga menyangkut konsep serta proses kreatif di balik terciptanya sebuah busana.

    Kelas fashion yang difasilitasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda tersebut menghadirkan pelaku ekonomi kreatif bidang fashion, salah satunya Musrifah atau yang akrab disapa Bunda Gilfa, pemilik brand Gilfantee.

    Melalui kegiatan bertajuk Berbincang-Bincang, Musrifah mengajak para peserta mengenal dasar-dasar perancangan busana, mulai dari pembuatan ilustrasi hingga penyusunan moodboard sebagai referensi inspirasi sebelum sebuah karya diwujudkan.

    Sarah mengaku ketertarikannya mengikuti kelas fashion berawal dari rasa penasaran terhadap proses desain pakaian, mulai dari pemilihan warna hingga potongan busana. Ia ingin mengetahui tahapan yang harus dilalui sebelum sebuah busana tercipta, sekaligus menambah pengalaman dan melatih keberanian untuk keluar dari zona nyaman.

    “Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi memahami bahwa desain busana bukan hanya soal keindahan, tetapi juga memiliki konsep, cerita, dan tahapan proses yang harus dilalui,” ujar Sarah saat diwawancarai melalui WhatsApp Minggu, 14 Desember 2025.

    Ia menuturkan, manfaat terbesar yang dirasakan adalah meningkatnya keberanian dalam menuangkan ide serta tumbuhnya sikap menghargai proses kreatif, meskipun hasil karya yang dihasilkan belum sepenuhnya sempurna. Menurutnya, kegiatan tersebut turut mengasah kepekaan dan kreativitas para peserta.

    Lebih lanjut, Sarah menilai kelas fashion tersebut cukup menginspirasi dirinya untuk menekuni dunia mode secara lebih serius. Ia memandang fashion sebagai medium untuk mengekspresikan identitas, kreativitas, sekaligus menyampaikan pesan melalui busana.

    Sarah juga mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi desainer, khususnya di bidang gaun atau busana pesta yang memiliki konsep dan cerita di setiap rancangan.

    “Saya ingin menciptakan busana yang tidak hanya dikenakan, tetapi juga memiliki makna yang dapat dirasakan,” katanya.

    Adapun tantangan terbesar yang ia hadapi selama proses pembuatan desain dan moodboard adalah menyatukan berbagai ide ke dalam bentuk visual yang utuh. Meski demikian, tantangan tersebut justru mengajarkannya untuk lebih sabar dan percaya pada proses.

    Terkait keberlanjutan kegiatan serupa, Sarah berharap pemerintah dapat lebih sering menghadirkan kelas dengan praktik langsung, pendampingan dari pelaku industri fashion, serta menyediakan ruang untuk memamerkan karya peserta.

    “Hal ini penting agar kegiatan tidak berhenti pada tataran teori saja, tetapi benar-benar memberikan pengalaman nyata bagi generasi muda ke depan,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Menelisik Makna Self-Healing Lewat Buku What’s So Wrong About Your Self Healing

    Februari 22, 2026

    GONG XI HAPPY: Lagu Baru Raih Sorotan di Tengah Gelombang Keceriaan Imlek

    Februari 16, 2026

    Pemprov Kaltim Izinkan Tongkang Melintas di Sungai Mahakam dengan Pengawalan Eskort

    Januari 28, 2026

    Gubernur Khofifah Dorong RSNU Pasuruan Perluas Layanan Kesehatan yang Inklusif

    Januari 26, 2026

    RKAB Belum Keluar, DPRD Kaltim Tegaskan Tambang di Sungai Kandilo Dilarang Beroperasi

    Januari 12, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Generasi Muda Aktif Tentukan Arah Pembangunan Kaltim

    Januari 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Andi Harun Tegaskan Samarinda Mampu Bayar Tapi Secara Hukum Tidak Benar

    Andika SaputraApril 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam…

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,056 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.