Insitekaltim, Samarinda – Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bola Basket Kota Samarinda 2026 yang digelar pada 1–10 Agustus 2026 di Lapangan Basket Polder telah rampung. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Samarinda menegaskan, berakhirnya kompetisi tidak boleh menjadi akhir dari proses pembinaan atlet.
Wakil Ketua I Perbasi Samarinda Rahmat Yudi mengatakan Kejurkot 2026 secara umum berjalan dengan sejumlah hal positif. Namun, pihaknya tetap menyiapkan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan kompetisi berikutnya.
“Alhamdulillah, Kejurkot Bola Basket Kota Samarinda 2026 sudah selesai dan secara umum kami melihat banyak hal positif. Tetapi tentu kami tidak ingin berhenti pada sukses penyelenggaraan saja,” ujarnya di Samarinda, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, sejumlah aspek masih perlu dievaluasi, mulai dari teknis pertandingan, perangkat pertandingan, fasilitas, koordinasi hingga manajemen pelaksanaan.
Rahmat menilai, hal yang lebih penting dari penyelenggaraan Kejurkot adalah memastikan kompetisi tersebut memberikan dampak terhadap pembinaan atlet. Atlet yang menunjukkan potensi selama turnamen harus terus dipantau dan diberikan ruang untuk berkembang melalui pengalaman bertanding.
“Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana Kejurkot ini menjadi bagian dari pembinaan. Atlet yang memiliki potensi harus terus dipantau dan diberikan kesempatan bertanding,” tegasnya.
Ia menyebut pembinaan juga perlu diperkuat dari tingkat usia muda, sekolah hingga klub. Selain itu, peningkatan kualitas pelatih dan wasit menjadi bagian penting untuk menciptakan ekosistem bola basket yang lebih baik di Samarinda.
Karena itu, Perbasi Samarinda menjadikan Kejurkot 2026 sebagai momentum untuk melakukan pembenahan sekaligus menyusun kompetisi yang lebih berkelanjutan. Kejurkot diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan pembinaan atlet.
“Jangan sampai setelah Kejurkot selesai, pembinaan juga berhenti. Kami ingin Kejurkot menjadi pintu masuk menuju pembinaan yang lebih berkelanjutan,” tuturnya.
Ia berharap pembinaan tersebut nantinya mampu melahirkan atlet-atlet Samarinda yang tidak hanya berprestasi di tingkat kota, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Untuk mendukung target tersebut, Perbasi Samarinda juga mendorong agar kalender kompetisi bola basket di Kota Samarinda dapat disusun lebih teratur dan berkesinambungan. Dengan demikian, atlet memiliki target kompetisi sekaligus pengalaman bertanding yang cukup.
“Kejurkot harus menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan pembinaan, bukan menjadi tujuan akhir,” pungkasnya.

