Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kukar»Keberadaan Feri Tradisional Tetap Vital di Sungai Mahakam
    Kukar

    Keberadaan Feri Tradisional Tetap Vital di Sungai Mahakam

    Adit MustafaBy Adit MustafaApril 16, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Penyebrangan Rantau Hempang - Banua Puhun
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Kukar – Meskipun telah hadir berbagai alternatif transportasi modern, penyeberangan dengan kapal feri tradisional masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar Desa Banua Puhun, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

    Setiap harinya, beberapa penumpang yang menggunakan layanan ini berbagi pandangan bahwa keberadaan kapal feri tradisional masih sangat diperlukan.


    Kapal-kapal kayu ini melayani penyeberangan penumpang dan kendaraan melintasi Sungai Mahakam menuju Desa Banua Puhun ke Desa Rantau Hempang maupun sebaliknya.

    Adil (54), pria yang telah menekuni bisnis penyeberangan kapal tradisional selama 13 tahun, menjelaskan bahwa kapal feri tradisional awalnya menjadi alternatif penting setelah Jembatan Kutai Kartanegara ambruk pada November 2011.

    Sejak saat itu, kapal-kapal ini menjadi tulang punggung bagi warga yang ingin menyeberang sungai.

    Di jalur Rantau Hempang – Banua Puhun, terdapat dua jenis kapal yang digunakan. Kapal besar digunakan untuk mengangkut kendaraan roda empat atau lebih, sedangkan kapal lebih kecil melayani penumpang tanpa kendaraan atau dengan kendaraan roda dua. Tarif penyeberangan bervariasi, mulai dari 7 ribu hingga 50 ribu tergantung pada jenis kendaraan dan waktu perjalanan.

    “Tarif di sini berbeda, kalau siang sampai sore motor itu Rp7 ribu, kalau sampai ke malam naik jadi Rp10 ribu,” ungkapnya saat ditemui pada Selasa (16/4/2024).

    “Untuk yang kapal besar tarifnya lebih bervariasi lagi, kalau mobil berukuran kecil hingga sedang itu Rp30 ribu. Sedangkan yang besar Rp50 ribu, itu juga di waktu siang. Kalau naik ke malam, masing-masing harganya naik Rp20 ribu,” sambungnya.

    Penyeberangan ini bukan hanya menjadi sarana transportasi bagi warga sekitar, tapi juga bagi para pekerja dan pelajar yang harus mencapai desa seberang untuk bekerja atau sekolah.

    Menurut Adil, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 10 menit, dan dalam sehari kapal mampu mengangkut 15-20 penumpang pada hari biasa, bahkan bisa dua kali lipat saat ada acara khusus.

    Meskipun profesi ini tidak menjamin pendapatan yang tetap, Adil menyatakan bahwa ia bersyukur dapat menjalaninya karena membantu masyarakat dalam memudahkan akses ke berbagai tujuan mereka.

    Adil Kapal Feri Kukar
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Iduladha 1447 H: Cinta, Pengorbanan dan Kepedulian

    Mei 27, 2026

    Kontribusi Besar Pembangunan Minim, IMABA Desak Transparansi APBD Kukar untuk Muara Badak

    April 3, 2026

    Harga Ikan Laut Capai Rp50 Ribu, Pedagang dan Pembeli di Pasar Wisma Loa Janan Soroti Fluktuasi

    Maret 18, 2026

    Telaten Sejak Pagi, Kunci Perawatan Sapi Limosin Bernilai Tinggi di Wasna Farm Kukar

    Maret 1, 2026

    Local Hero Binaan PHSS Tampil di Ajang Pemuda Pelopor Kukar 2025

    Juni 9, 2025

    Kenalkan Kembali Villa Kaneng Park, JMSI Adakan Lomba Mancing Ikan Lele

    Juni 1, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Ratu ArifanzaOktober 3, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Hutan kerap dipandang sebatas hamparan pepohonan yang menghijau. Padahal, keberadaannya memiliki fungsi…

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Rp14 Miliar untuk PJU, Sejumlah Ruas Jadi Fokus Tahun Depan

    Oktober 2, 2026
    1 2 3 … 3,372 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.