Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penataan Lapak Pasar Samarinda Masih Dievaluasi, Pemilik Minta Lokasi Berdekatan

    Oktober 14, 2026

    Vape Terancam Dilarang di Kaltim, Polda Segera Panggil Para Pedagang

    Oktober 14, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim Lakukan Pengendalian Inflasi Lewat Ulama
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim Lakukan Pengendalian Inflasi Lewat Ulama

    Rahmat FGBy Rahmat FGMaret 28, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim mengadakan program “Ulama Peduli Inflasi” dalam rangka membantu pengendalian inflasi dengan melibatkan peran para ulama, dai dan penyuluh agama.

    “Seumur-umur hidup saya, baru ini ada namanya ulama peduli inflasi,” kata Gubernur Isran Noor saat meresmikan dimulainya program Ulama Peduli Inflasi di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Selasa (28/3/2023).

    Program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim itu mengusung tema “Sinergi menjaga stabilitas harga di Kalimantan Timur dengan bijak belanja dan berjualan”.

    Isran mengaku, program tersebut sebenarnya sudah terlambat, namun ia mengapresiasi tinggi inisiatif Bank BI tersebut.

    “Tapi tidak apa-apa, bagus saja. Lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali. Tapi di nusantara, ini baru ada di sini, ini yang pertama. Terima kasih BI dan para ulama, dai dan penyuluh agama,” puji Isran.

    Di sana, Isran terlihat sangat seksama mendengarkan tausiah singkat oleh Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid yang mengisahkan cara sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Usman bin Affan menyelesaikan masalah harga beli air bersih yang mahal di Kota Madinah.

    Caranya, dengan membeli separuh persediaan air bersih dengan harga tinggi yang dijual oleh sang penjual, lalu membaginya kepada masyarakat.

    Beberapa waktu selanjutnya, ketika warga sudah memiliki cadangan air yang cukup, lalu si penjual dengan terpaksa harus menjual air bersihnya dengan harga yang rendah agar laku terjual kembali.

    “Ternyata di zaman Rasulullah, masalah inflasi ini sudah dibicarakan. Ternyata ada keterlibatan ulama. Saya juga baru tahu dari tausiah KH Muhammad Rasyid tadi,” tuturnya.

    Oleh karena itu, orang nomor satu Benua Etam itu mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dengan menaikkan harga setinggi-tingginya.

    Sama halnya dengan masyarakat sebagai pembeli, ia mengimbau agar berbelanja secukupnya sesuai kebutuhan, tidak berlebihan.

    “Jadi penjual, jangan jual mahal-mahal ya. Pembeli juga begitu, kendalikan hawa nafsu jangan belanja banyak-banyak. Ditakar saja sesuai kebutuhan,” pesannya.

    Ketua Umum APPSI itu mengaku bersyukur karena inflasi Kaltim selalu berada di bawah angka inflasi nasional.

    Menurutnya, inflasi itu tetap harus ada, namun harus terkendali melalui kerja sama lintas sektor karena tidak mungkin bisa dilakukan sendiri.

    “Jadi, pahala puasa Ramadan itu bukan hanya menjaga hawa nafsu, haus dan lapar, kerja sama mengendalikan inflasi ini juga berpahala besar. Itu keyakinan saya,” tegasnya.

    Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid dalam tausiahnya juga menguraikan fiqih hukum Islam terkait jual beli dan tindakan menimbun bahan pokok masyarakat.

    “Kegiatan menimbun barang termasuk haram. Misalnya, menunggu barang mahal baru menjual. Kenapa haram, karena itu menyakiti orang lain,” jelas KH Muhammad Rasyid.

    “Allah menyayangi penjual yang menjual harganya tidak terlalu tinggi. Dan Allah juga menyayangi pembeli yang menawarnya wajar. Terakhir, siklus jual beli harus menyenangkan. Jangan sampai ada kredit macet. Artinya, kalau hutang ya harus dibayar,” tambah Ketua I Badan Pengelola Islamic Center itu.

    Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim H Abdul Khaliq menjelaskan, pihaknya siap menerjunkan sedikitnya 1.230 ulama, dai dan penyuluh agama dari semua agama untuk mendukung program Ulama Peduli Inflasi ini.

    Melalui program tersebut, diharapkan tokoh agama dan para dai bisa menyampaikan upaya pengendalian inflasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, persuasif dan edukatif.

    Tampak hadir, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto, Kejati Kaltim Hari Setiyono, Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky Perdana Gozali, Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono dan undangan lainnya.

    BI Inflasi Isran Noor Ulama
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    Karhutla Ancam Pasokan Pangan, Samarinda Cari Alternatif Komoditas dari Banjarmasin

    Oktober 9, 2026

    Inflasi Kaltim Tembus 3,98 Persen, Harga Pangan dan Transportasi Jadi Beban Terbesar

    Oktober 2, 2026

    Kebutuhan Pokok Samarinda 90 persen Masih Dipasok dari Luar, Dorong Inflasi Jadi 3,53 Persen

    Juli 26, 2026

    Inflasi Samarinda Capai 3,53 Persen, Pemkot Perkuat Pengawasan Pangan dan Distribusi

    Juli 14, 2026

    BI Pastikan Kondisi Kaltim Tetap Terkendali, Inflasi Juni 2026 Capai 3,20 Persen

    Juli 5, 2026

    Inflasi Kaltim Naik Jadi 3,20 Persen di Juni 2026, Samarinda Tertinggi

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penataan Lapak Pasar Samarinda Masih Dievaluasi, Pemilik Minta Lokasi Berdekatan

    Ratu ArifanzaOktober 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penataan lapak pedagang di pasar Kota Samarinda masih dalam tahap evaluasi oleh…

    Vape Terancam Dilarang di Kaltim, Polda Segera Panggil Para Pedagang

    Oktober 14, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Deni Minta Pemkot Samarinda Aktif Tangani Kabut Asap dan Cegah Karhutla

    Oktober 14, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Kajian Pipa Bawah Tanah untuk Kurangi Genangan Antasari

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,384 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.