Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kaltim Lakukan Pengendalian Inflasi Lewat Ulama
    Diskominfo Kaltim

    Kaltim Lakukan Pengendalian Inflasi Lewat Ulama

    Rahmat FGBy Rahmat FGMaret 28, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim mengadakan program “Ulama Peduli Inflasi” dalam rangka membantu pengendalian inflasi dengan melibatkan peran para ulama, dai dan penyuluh agama.

    “Seumur-umur hidup saya, baru ini ada namanya ulama peduli inflasi,” kata Gubernur Isran Noor saat meresmikan dimulainya program Ulama Peduli Inflasi di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Selasa (28/3/2023).

    Program yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim itu mengusung tema “Sinergi menjaga stabilitas harga di Kalimantan Timur dengan bijak belanja dan berjualan”.

    Isran mengaku, program tersebut sebenarnya sudah terlambat, namun ia mengapresiasi tinggi inisiatif Bank BI tersebut.

    “Tapi tidak apa-apa, bagus saja. Lebih baik terlambat, dari pada tidak sama sekali. Tapi di nusantara, ini baru ada di sini, ini yang pertama. Terima kasih BI dan para ulama, dai dan penyuluh agama,” puji Isran.

    Di sana, Isran terlihat sangat seksama mendengarkan tausiah singkat oleh Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid yang mengisahkan cara sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Usman bin Affan menyelesaikan masalah harga beli air bersih yang mahal di Kota Madinah.

    Caranya, dengan membeli separuh persediaan air bersih dengan harga tinggi yang dijual oleh sang penjual, lalu membaginya kepada masyarakat.

    Beberapa waktu selanjutnya, ketika warga sudah memiliki cadangan air yang cukup, lalu si penjual dengan terpaksa harus menjual air bersihnya dengan harga yang rendah agar laku terjual kembali.

    “Ternyata di zaman Rasulullah, masalah inflasi ini sudah dibicarakan. Ternyata ada keterlibatan ulama. Saya juga baru tahu dari tausiah KH Muhammad Rasyid tadi,” tuturnya.

    Oleh karena itu, orang nomor satu Benua Etam itu mengimbau para pedagang untuk tidak memanfaatkan momen Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dengan menaikkan harga setinggi-tingginya.

    Sama halnya dengan masyarakat sebagai pembeli, ia mengimbau agar berbelanja secukupnya sesuai kebutuhan, tidak berlebihan.

    “Jadi penjual, jangan jual mahal-mahal ya. Pembeli juga begitu, kendalikan hawa nafsu jangan belanja banyak-banyak. Ditakar saja sesuai kebutuhan,” pesannya.

    Ketua Umum APPSI itu mengaku bersyukur karena inflasi Kaltim selalu berada di bawah angka inflasi nasional.

    Menurutnya, inflasi itu tetap harus ada, namun harus terkendali melalui kerja sama lintas sektor karena tidak mungkin bisa dilakukan sendiri.

    “Jadi, pahala puasa Ramadan itu bukan hanya menjaga hawa nafsu, haus dan lapar, kerja sama mengendalikan inflasi ini juga berpahala besar. Itu keyakinan saya,” tegasnya.

    Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid dalam tausiahnya juga menguraikan fiqih hukum Islam terkait jual beli dan tindakan menimbun bahan pokok masyarakat.

    “Kegiatan menimbun barang termasuk haram. Misalnya, menunggu barang mahal baru menjual. Kenapa haram, karena itu menyakiti orang lain,” jelas KH Muhammad Rasyid.

    “Allah menyayangi penjual yang menjual harganya tidak terlalu tinggi. Dan Allah juga menyayangi pembeli yang menawarnya wajar. Terakhir, siklus jual beli harus menyenangkan. Jangan sampai ada kredit macet. Artinya, kalau hutang ya harus dibayar,” tambah Ketua I Badan Pengelola Islamic Center itu.

    Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim H Abdul Khaliq menjelaskan, pihaknya siap menerjunkan sedikitnya 1.230 ulama, dai dan penyuluh agama dari semua agama untuk mendukung program Ulama Peduli Inflasi ini.

    Melalui program tersebut, diharapkan tokoh agama dan para dai bisa menyampaikan upaya pengendalian inflasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, persuasif dan edukatif.

    Tampak hadir, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto, Kejati Kaltim Hari Setiyono, Kepala Perwakilan BI Kaltim Ricky Perdana Gozali, Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono dan undangan lainnya.

    BI Inflasi Isran Noor Ulama
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    Naik Tipis Dipicu Tarif Angkutan Udara dan BBM, Inflasi Kaltim Mei 2026 Masih Terkendali

    Juni 6, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Menguatnya dolar AS di pasar global, akibat tingginya suku bunga di Amerika…

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026

    Dari Arena Skate ke Jaringan Persahabatan, Anak Muda Terhubung Tanpa Batas Daerah

    Juni 15, 2026

    Perkuat Kemandirian Warga, Novan Usulkan Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Rentan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,146 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.