Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai mempercepat langkah menuju kemandirian pangan, khususnya komoditas beras. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyiapkan sekitar 20.000 hektare lahan untuk program cetak sawah baru.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyebutkan, hingga saat ini kebutuhan beras di Kaltim masih banyak dipasok dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa.
“Selama ini kita masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ini yang harus kita kurangi secara bertahap,” ujarnya.
Menurutnya, ketergantungan tersebut berpotensi memicu ketidakstabilan harga, terutama saat terjadi gangguan distribusi atau gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Komitmen tersebut diperkuat usai pertemuan dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Makassar. Dalam pertemuan itu, pemerintah pusat menyatakan kesiapan mendukung program cetak sawah di Kaltim dengan alokasi anggaran yang signifikan.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan. Kita siapkan lahannya dan percepat koordinasi lintas dinas,” tegas Rudy.
Pengembangan sawah baru direncanakan difokuskan di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat yang memiliki potensi lahan luas serta kepadatan penduduk relatif rendah.
Pemprov memastikan lahan yang digunakan berada di area penggunaan lain (APL), sehingga tidak bersinggungan dengan kawasan hutan maupun wilayah konsesi.
Selain ekspansi lahan, pemerintah juga mendorong penerapan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas. Optimalisasi sawah eksisting tetap dilakukan, terutama di wilayah Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, jika target 20.000 hektare dapat terealisasi tahun ini, maka luas sawah aktif di Kaltim berpotensi mencapai 50.000 hektare.
“Kalau target ini tercapai, dengan dua kali panen dalam setahun, produksi kita bisa menyentuh 400.000 ton. Ini sangat realistis untuk menuju swasembada,” ungkapnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras.

