Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Harga Ikan Laut di Pasar Segiri Mulai Stabil, Daging dan Bawang Masih Merangkak Naik

    Mei 21, 2026

    Satgas Pangan Dalami Temuan Selisih Bobot LPG di Samarinda, Pertamina dan SPBE Akan Diperiksa

    Mei 21, 2026

    Pasar Segiri Lesu Jelang Iduladha, Pedagang Keluhkan Pembeli Mulai Berhemat

    Mei 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Kadiskominfo Soroti Pers Kalah Cepat dari Media Sosial, Tekankan Pentingnya Kualitas Jurnalisme
    Samarinda

    Kadiskominfo Soroti Pers Kalah Cepat dari Media Sosial, Tekankan Pentingnya Kualitas Jurnalisme

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Diskominfo Kota Samarinda, Aji Syarif Hidayatullah saat menyampaikan pernyataan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Perkembangan media sosial yang semakin pesat dinilai membuat peran pers menghadapi tantangan serius terutama dalam hal kecepatan dan penyebaran informasi.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengatakan, saat ini pers kerap “kalah cepat” dibandingkan media sosial, meskipun dari sisi kualitas dan akurasi, jurnalisme tetap memiliki keunggulan.

    “Fenomena sekarang, pers itu kalah dengan media sosial. Padahal media sosial itu akurasinya tidak bisa dijadikan pedoman,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis 2 April 2026.

    Ia menegaskan perbedaan mendasar antara media sosial dan produk jurnalistik terletak pada proses verifikasi. Berita yang dihasilkan jurnalis melalui tahapan konfirmasi dan didukung data, sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kalau jurnalis itu kan tulisannya berbasis data, terverifikasi, dan bisa dipertanggungjawabkan. Itu yang membedakan,” jelasnya.

    Menurutnya, jurnalis harus tetap konsisten menjaga marwah profesi dengan tidak terjebak pada arus informasi viral yang belum tentu benar.

    Ia mengingatkan agar pemberitaan tidak hanya mengejar sensasi, tetapi juga mengandung nilai edukasi bagi masyarakat.

    “Jangan hanya memviralkan sesuatu tanpa edukasi. Kritik boleh, tapi harus ada nilai edukasi yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.

    Aji juga menyoroti pentingnya proses konfirmasi dalam setiap pemberitaan. Ia menilai banyak informasi di media sosial langsung disebarkan tanpa melalui verifikasi, sehingga berpotensi menyesatkan publik.

    “Kalau di media sosial apa yang dilihat langsung dipublikasikan tanpa konfirmasi. Sementara jurnalis harus mencari sumber yang tepat sebelum menulis,” katanya.

    Di sisi lain, ia mengakui kondisi fiskal pada tahun 2026 turut berdampak pada sektor pers, termasuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang untuk sementara belum dapat digelar.

    “Biasanya dalam setahun kita bisa mengadakan UKW beberapa kali, tapi tahun ini belum bisa dilaksanakan karena kondisi anggaran,” ungkapnya.

    Meski demikian, ia tetap mendorong agar seluruh insan pers memiliki sertifikasi kompetensi guna menjamin kualitas jurnalistik yang dihasilkan.

    “Ke depan kami ingin media itu benar-benar berkualitas, salah satunya dengan memastikan wartawannya memiliki sertifikat kompetensi,” tambahnya.

    Selain itu ia juga menekankan pentingnya legalitas perusahaan media. Menurutnya, media yang ingin menjalin kerja sama dengan pemerintah harus memenuhi syarat administratif, termasuk berbadan hukum dan memiliki pimpinan redaksi yang kompeten.

    “Media harus berbentuk PT dan pimpinan redaksinya memiliki sertifikasi utama. Itu bagian dari upaya menjaga kualitas pers,” pungkasnya.

    Dengan berbagai tantangan yang ada ia berharap pers tetap mampu menjalankan perannya sebagai penyampai informasi yang akurat sekaligus mencerdaskan masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.

    Aji Syarif Hidayatullah Diskominfo UKW
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Harga Ikan Laut di Pasar Segiri Mulai Stabil, Daging dan Bawang Masih Merangkak Naik

    Mei 21, 2026

    Satgas Pangan Dalami Temuan Selisih Bobot LPG di Samarinda, Pertamina dan SPBE Akan Diperiksa

    Mei 21, 2026

    Pasar Segiri Lesu Jelang Iduladha, Pedagang Keluhkan Pembeli Mulai Berhemat

    Mei 21, 2026

    Sidak LPG Jelang Iduladha, Pemkot Samarinda Temukan Timbangan Error di SPBE Tanah Merah

    Mei 21, 2026

    WFH Diawasi Real-Time, Andi Harun Yakin ASN Samarinda Tak Berani Main Mata

    Mei 16, 2026

    Pelantikan PDKT Kaltim 2026–2031, DPRD Samarinda Soroti Penguatan Peran Masyarakat Adat

    Mei 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Harga Ikan Laut di Pasar Segiri Mulai Stabil, Daging dan Bawang Masih Merangkak Naik

    SittiMei 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Segiri Samarinda mulai menunjukkan tren beragam…

    Satgas Pangan Dalami Temuan Selisih Bobot LPG di Samarinda, Pertamina dan SPBE Akan Diperiksa

    Mei 21, 2026

    Pasar Segiri Lesu Jelang Iduladha, Pedagang Keluhkan Pembeli Mulai Berhemat

    Mei 21, 2026

    Sidak LPG Jelang Iduladha, Pemkot Samarinda Temukan Timbangan Error di SPBE Tanah Merah

    Mei 21, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026
    1 2 3 … 3,100 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.