Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengubah pendekatan dalam pengendalian inflasi. Tak lagi hanya berfokus pada komoditas pangan, pemerintah kini turut mengintervensi harga kebutuhan sekolah yang melonjak menjelang tahun ajaran baru melalui bazar perlengkapan sekolah.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, inflasi tidak semestinya dipandang hanya dari kenaikan harga bahan pokok seperti cabai atau bawang.
Menurutnya, setiap momentum yang memicu lonjakan pengeluaran masyarakat juga perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Inflasi itu bukan hanya sekadar bawang dan cabai. Ada kebutuhan tertentu yang menjadi beban masyarakat pada momen-momen tertentu. Sekarang momennya anak-anak masuk sekolah, jadi kami mencoba menghadirkan bazar perlengkapan sekolah sebagai bagian dari pengendalian inflasi,” ujarnya saat memantau pelaksanaan bazar di Pasar Merdeka, Rabu, 8 Juli 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Samarinda menggandeng lima pelaku usaha untuk menyediakan berbagai perlengkapan sekolah, mulai dari seragam SD, SMP, SMA, seragam pramuka, alat tulis, tas hingga sepatu. Para pedagang diminta memberikan harga di bawah harga normal agar dapat meringankan beban masyarakat.
Yama, sapaan akrabnya menegaskan pemerintah tidak menarik biaya sewa kepada peserta bazar. Bahkan sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan agar pelaku usaha dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif.
“Kami tidak menetapkan harga khusus. Yang kami minta hanya satu, karena ini agenda pemerintah kota dan tidak ada biaya sewa, tolong berikan harga terbaik kepada masyarakat. Kami ingin pembeli terbantu, tetapi pedagang juga tetap memperoleh manfaat,” jelasnya.
Dirinya menilai konsep bazar tersebut sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat karena seluruh kebutuhan sekolah tersedia di satu lokasi. Di Pasar Merdeka, warga bahkan dapat sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya sehingga lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya.
Bazar perlengkapan sekolah digelar selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026, masing-masing di Pasar Merdeka, Kecamatan Samarinda Kota dan Kecamatan Samarinda Ulu.
Ia menambahkan, pelaksanaan perdana ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan keberlanjutan program pada tahun mendatang.
“Kalau kegiatan ini terbukti memberikan manfaat, tentu akan kami evaluasi dan kami lanjutkan dengan penyelenggaraan yang lebih baik. Target kami sederhana, inflasi tetap terjaga dan masyarakat merasakan bahwa pemerintah hadir memberikan solusi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih,” pungkasnya.

