Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Jelang Ramadan, Warga Harap Gerakan Pangan Murah Tak Sekadar Simbolis
    Samarinda

    Jelang Ramadan, Warga Harap Gerakan Pangan Murah Tak Sekadar Simbolis

    AbdiBy AbdiFebruari 13, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Karyawan Eramart di salah satu booth yang ada di GPM (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026 menjadi sorotan utama warga, terutama kalangan ibu rumah tangga yang mulai mengkhawatirkan fluktuasi harga bahan pokok.

    Meski antrean terlihat di beberapa titik, muncul dialog menarik antara ekspektasi tinggi konsumen dengan realitas harga yang ditawarkan oleh pihak retail.

    Bagi Mila, seorang pengunjung sekaligus pembeli yang sengaja meluangkan waktu ke GPM, motivasi utamanya adalah mencari selisih harga yang signifikan untuk mengamankan anggaran dapur bulanan.

    Namun, ia memberikan catatan kritis terhadap efektivitas harga beberapa komoditas utama yang dianggapnya masih terlalu dekat dengan harga pasar maupun supermarket.

    “Awalnya pengen lihat-lihat, kira-kira selisih harganya jauh atau sama saja dengan pasar. Pas sampai sini, untuk beras ternyata selisihnya hanya sekitar Rp1.000 sampai Rp2.000 saja. Jujur, harapan kami sebagai emak-emak, harganya bisa lebih jatuh lagi,” keluhnya.

    Meskipun demikian, Mila tidak pulang dengan tangan kosong. Ia menemukan harga yang lebih miring pada sektor non-pangan, yakni produk kebersihan atau persabunan. Menurutnya, kategori inilah yang benar-benar menunjukkan esensi dari pasar murah.

    “Kalau sabun-sabun itu harganya wow, miring banget dibanding toko luar. Makanya saya beli itu saja. Tapi untuk kebutuhan pokok seperti beras dan minyak, kalau selisihnya tipis, warga mungkin akan berpikir dua kali dan lebih memilih belanja di pasar langganan mereka,” tambahnya.

    Di sisi lain, Eramart sebagai salah satu mitra retail dalam GPM ini, menjelaskan bahwa mereka telah berupaya memangkas margin keuntungan demi mendukung program stabilitas pangan ini.

    Beras, minyak goreng, dan mie instan tetap menjadi tulang punggung penjualan mereka selama kegiatan berlangsung.

    Petugas dari Eramart mengungkapkan bahwa kategori beras mengalami penurunan harga yang cukup signifikan jika dilihat dari persentase margin retail.

    “Kami membawa beras yang biasanya dijual Rp85.000, di sini kami lepas di harga Rp80.000. Begitu juga dengan mie instan, ada paket khusus beli 5 pcs di mana harga satuannya menjadi Rp3.000 dari harga normal Rp3.500,” jelasnya.

    Pihak Eramart juga menyoroti aspek lokasi yang sangat memengaruhi volume transaksi. Mereka mencatat bahwa lokasi GPM kali ini yang berada di kawasan perkantoran membuat profil pembeli didominasi oleh pegawai kantor, bukan warga pemukiman yang biasanya berbelanja dalam jumlah besar.

    “Informasinya ini memang hanya satu hari. Kami melihat kalau diadakan di kantor, jangkauannya terbatas. Beda cerita kalau di kantor kelurahan, itu biasanya warga tumpah ruah. Kami berharap untuk agenda berikutnya, pemilihan lokasi bisa lebih menyentuh titik keramaian warga,” harapnya

    Kegiatan GPM ini akan berlanjut pada bulan Ramadan mendatang. Kabar ini disambut baik, namun disertai dengan tuntutan agar pemerintah dan retail bisa memberikan potongan harga yang lebih berani.

    Ibu Mila mewakili suara para ibu rumah tangga lainnya, menekankan bahwa di bulan Ramadan, kebutuhan dapur akan melonjak drastis. Ia berharap selisih harga tidak lagi bermain di angka kecil.

    “Kalau bisa nanti pas bulan puasa harganya jangan selisih seribu atau dua ribu lagi. Kalau bisa beda Rp10.000, itu baru benar-benar membantu emak-emak di dapur. Kami butuh bantuan yang terasa nyata di dompet,” tegas Mila.

    Dengan adanya evaluasi dari sisi pembeli terkait harga dan dari sisi retail terkait lokasi, kegiatan GPM di masa mendatang diharapkan dapat lebih efektif menjadi instrumen pengendali inflasi sekaligus solusi konkret bagi pemenuhan pangan masyarakat.

     

    bahan pokok pangan Eramart GPM Pangan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada…

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026

    Kaltim Kejar Swasembada Beras, Capaian Pangan Naik dari 30 Persen Jadi 58 Persen

    Agustus 14, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,278 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.