Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    Oktober 20, 2026

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Artikel»Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah
    Artikel

    Jejak Semangat Mohammad Sukri: Pesan Sederhana yang Kini Menjadi Amanah

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 19, 2026Updated:Juli 2, 202604 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Momen Foto Bersama CEO MSI Group bersama para Wartawan MSI Group (Foto - Admin MSI Group)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Jika ada satu hal yang paling membekas dari sosok Mohammad Sukri, itu bukan semata cara kerjanya, melainkan ritmenya—cepat, tegas, dan seolah selalu selangkah lebih maju dari siapa pun di sekitarnya.

    Teks: Momen Foto CEO MSI Group Bersama dengan Penulis, Andika Saputra dalam sebuah agenda pada malam Bulan Puasa (Foto – Andika)

    Saya mengenalnya sekitar November 2025. Waktu yang terbilang singkat, namun cukup untuk meninggalkan kesan mendalam. Sejak pertemuan pertama, ia sudah menunjukkan karakter yang kuat: tegas dalam sikap, cepat mengambil keputusan, dan nyaris tak memberi ruang bagi keraguan.

    Bekerja bersamanya berarti harus siap mengikuti tempo yang tidak biasa. Instruksi datang singkat, keputusan diambil cepat, dan setiap orang dituntut sigap membaca arah.

    Tak jarang kami yang bekerja bersamanya tertinggal, kebingungan, bahkan merasa belum mampu mengimbanginya. Namun di balik ketegasan itu, ia selalu memberi contoh secara langsung.

    Dari situlah saya mulai memahami, banyak hal yang tampak sulit sebenarnya bisa menjadi sederhana jika pola pikir sudah terbentuk.

    Teks: Momen Foto Bersama CEO MSI Group bersama para wartawannya, pada saat buka bersama (Foto - MSI Group)
    Teks: Momen Foto Bersama CEO MSI Group bersama para wartawannya, pada saat buka bersama (Foto – MSI Group)

    Bagi saya, ia bukan hanya seorang pimpinan. Ia adalah mentor. Ia adalah penunjuk arah bagi saya dan bagi kami di jajaran Media Sukri Indonesia (MSI) Group.

    Sejak awal, ia memberi kepercayaan yang perlahan membangun rasa percaya diri saya. Salah satu kalimat yang masih saya ingat hingga kini ia ucapkan dengan nada tegas:

    “Kamu di Insite, harus hebat kayak saya dulu. Berita harus cepat, karena Insitekaltim ini saya artikan berita nomor satu Kaltim.”

    Kalimat itu terus terpatri. Tanpa sadar, saya menanamkannya dalam diri: bekerja di Insitekaltim berarti harus cepat, sigap, dan tidak boleh tertinggal.

    Namun ada satu kalimat lain yang jauh lebih sering ia ulang, hampir di setiap kesempatan.

    “Semangat Andika, supaya kamu bisa jadi orang hebat.”

    Ia mengucapkannya saat saya terlihat lelah, ketika sedang sakit, bahkan saat terlambat atau kurang maksimal mengirim berita.

    Awalnya kalimat itu terasa biasa saja. Seperti motivasi umum yang sering diucapkan banyak orang. Tetapi karena terus diulang—baik lewat pesan WhatsApp maupun secara langsung—kalimat itu perlahan menetap dalam ingatan.

    Tanpa sadar, saya mulai mengulanginya kepada teman-teman lain saat mereka kelelahan. Seolah kalimat itu bukan lagi miliknya, melainkan sesuatu yang harus diteruskan.

    Barulah kemudian saya memahami, semangat yang ia maksud bukan sekadar kata-kata. Itu adalah cara hidup: tetap bergerak cepat, konsisten, dan tidak mudah berhenti.

    Namun semua berubah pada Kamis, 16 April 2026.

    Kabar itu datang begitu cepat. Siang hari, Adi—salah satu wartawan senior di MSI Group—menyampaikan bahwa Mohammad Sukri telah tiada. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tak lama kemudian dinyatakan meninggal dunia.

    Saya terpaku. Pikiran kosong. Tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan saya baru sadar bahwa jalan yang saya tempuh menuju rumah sakit tempat ia dirawat ternyata salah arah.

    Kepergiannya terasa begitu mendadak. Sehari sebelumnya, aktivitas masih berjalan seperti biasa. Kami masih duduk bersama dalam rapat, membahas arah perusahaan dan persiapan verifikasi Dewan Pers. Tidak ada tanda apa pun. Semangatnya masih sama seperti hari-hari sebelumnya.

    Ia berpulang di usia 58 tahun.

    Kepergian itu bukan hanya kehilangan bagi kami yang bekerja bersamanya, tetapi juga bagi dunia pers di Kalimantan Timur. Semasa hidup, ia dikenal aktif membangun media siber di daerah.

    Ia mengembangkan jaringan media di bawah MSI Group, dengan sejumlah platform seperti Insitekaltim.com, Infosatu.co, Narasi.co, Natmed.id, hingga Sukri.id.

    Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur, yang berperan memperkuat ekosistem media digital di daerah.

    Namun bagi saya pribadi, semua jabatan dan pencapaian itu bukanlah hal yang paling membekas.

    Yang paling tertinggal justru kalimat-kalimat sederhana yang terus ia ulang. Tentang semangat. Tentang kecepatan. Tentang menjadi “orang hebat”.

    Kini, setelah kepergiannya, kalimat itu tak lagi terdengar biasa.

    “Semangat… supaya jadi orang hebat.”

    Bukan sekadar motivasi, melainkan pesan yang ia tinggalkan. Sebuah harapan yang kini berubah menjadi tanggung jawab.

    Dan saya tahu, satu-satunya cara membalas kepercayaan itu adalah membuktikan bahwa keinginannya benar: saya harus menjadi orang hebat.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Air Tanah Jadi Cadangan Saat Kemarau, Ini Temuan Unmul soal Sumur Bor di Kaltim

    September 20, 2026

    Masjid Pemprov Kaltim, Tak Sekadar Tempat Ibadah, Jadi Ruang Nyaman bagi Masyarakat

    September 19, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    38 Hektare Lahan Terbakar, Disbun Kaltim Mulai Waspadai Api Merembet ke Perkebunan

    AminahOktober 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih perlu…

    Golkar Samarinda Bidik Kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029

    Oktober 20, 2026

    Andi Harun: Pemusnahan Barang Bukti Jadi Bukti Kepastian Hukum

    Oktober 20, 2026

    Sri Puji Nilai PJJ akibat Karhutla Belum Efektif bagi Semua Siswa

    Oktober 20, 2026

    Borneo FC Menang di AFC Challenge League, Pemkot Samarinda Dorong Kemajuan Sepak Bola Daerah

    Oktober 20, 2026
    1 2 3 … 3,395 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.