Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Targetkan Kursi yang Lepas, Demokrat Gandeng Tokoh Daerah Perkuat Barisan

    Juni 13, 2026

    Ingin Kulit Glowing Alami? Olahraga Rutin Bisa Jadi Rahasianya

    Juni 13, 2026

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    Juni 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Jawab Tingginya Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi SOPPA
    Pemkot Samarinda

    Jawab Tingginya Angka Kekerasan, DP2PA Samarinda Resmi Luncurkan Aplikasi SOPPA

    Andika SaputraBy Andika SaputraDesember 15, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kadis DP2PA Kota Samarinda, Ibnu Araby
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda resmi meluncurkan aplikasi Sistem Online Pengaduan Perempuan dan Anak (SOPPA) sebagai inovasi berbasis teknologi untuk memperkuat perlindungan sekaligus mempermudah pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

    Kepala DP2PA Kota Samarinda Ibnu Araby menyampaikan, kehadiran SOPPA dilatarbelakangi masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Kota Samarinda.

    Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) hingga akhir November 2025, tercatat sebanyak 385 kasus kekerasan dengan total 413 korban. Rinciannya, 211 kasus melibatkan korban dewasa dan 174 kasus melibatkan korban anak.

    “SOPPA ini merupakan inovasi berbasis teknologi yang memang dirancang untuk menjawab masih tingginya angka kekerasan di Kota Samarinda,” ungkapnya pada Senin, 15 Desember 2025.

    Sementara itu, data penanganan langsung melalui DP2PA mencatat 254 kasus dengan 303 korban, yang terdiri dari 106 kasus pada korban dewasa dan 158 kasus pada korban anak. Perbedaan data tersebut, menurut Ibnu disebabkan oleh pencatatan lintas lembaga dan lintas wilayah, di mana satu korban dapat tercatat pada lebih dari satu layanan.

    Lebih lanjut, Ibnu mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak masih didominasi oleh kekerasan seksual. Adapun pada korban dewasa, bentuk kekerasan yang paling banyak terjadi adalah kekerasan fisik dan psikis. Ironisnya, pelaku kekerasan mayoritas merupakan orang terdekat korban, bahkan berasal dari lingkungan keluarga sendiri.

    “Masih banyak korban yang tidak melapor karena takut, malu, atau tidak mengetahui ke mana harus meminta pertolongan. SOPPA hadir untuk menjawab kendala tersebut,” lanjutnya.

    Aplikasi SOPPA dirancang dengan akses universal, memungkinkan masyarakat untuk melapor kapan saja dan dari mana saja, dengan jaminan keamanan serta kerahasiaan data pelapor.

    Selain itu, SOPPA terintegrasi dengan UPTD PPA, kepolisian, layanan kesehatan, serta lembaga pendamping guna memastikan setiap laporan ditangani secara menyeluruh, mulai dari pelaporan, pendampingan, hingga pemulihan korban.

    Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkomitmen menghadirkan pelayanan berbasis korban yang profesional, empatik, dan bebas dari diskriminasi. Evaluasi secara berkelanjutan juga akan dilakukan agar SOPPA terus berkembang sebagai layanan publik yang responsif dan dapat diandalkan.

    Ia berharap, kehadiran SOPPA dapat menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Samarinda dalam menciptakan kota yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.

    “Melalui inovasi ini diharapkan tidak ada lagi korban kekerasan yang merasa sendirian atau terabaikan,” tandasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Dishub Samarinda Tempel Stiker pada Kendaraan Pelanggar Bongkar Muat di Pinggir Jalan

    Maret 17, 2026

    Parkir Berlangganan di Samarinda Masih Hadapi Tantangan, Dishub Dorong Kesadaran Warga

    Maret 17, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Posko dan Imbau Pemudik Periksa Kendaraan

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Targetkan Kursi yang Lepas, Demokrat Gandeng Tokoh Daerah Perkuat Barisan

    SittiJuni 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Setelah kehilangan sejumlah kursi legislatif dalam beberapa pemilu terakhir, Partai Demokrat mulai…

    Ingin Kulit Glowing Alami? Olahraga Rutin Bisa Jadi Rahasianya

    Juni 13, 2026

    Demokrat Siapkan Konsolidasi Menuju 2029, Bambang Soepriyadi Berpeluang Pimpin Kaltim

    Juni 13, 2026

    Meutya: Orang Tua Harus Lindungi Anak di Ruang Digital

    Juni 12, 2026

    Penumpang Bandara Sepinggan Turun, Harga Tiket Naik hingga Rp800 Ribu Dipicu Avtur

    Juni 12, 2026
    1 2 3 … 3,141 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.