Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    July 31, 2026

    Warga Diminta Segera Melapor Bila Muncul Riwayat Pemeriksaan Tak Dikenal di Satu Sehat

    July 31, 2026

    Anak Putus Sekolah hingga Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat, MPLS Dua Pekan Dimulai

    July 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Jadi Narasumber Seminar UT Samarinda, Andi Harun Sebut Tak Cukup IPM
    Pemkot Samarinda

    Jadi Narasumber Seminar UT Samarinda, Andi Harun Sebut Tak Cukup IPM

    LarasBy LarasMarch 2, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Andi Harun menjadi narasumber yang didampingi Agung Masuprianggono dan Rusna Ristasa
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menjadi narasumber dalam Seminar Universitas Terbuka (UT) Samarinda di Convention Hall Sempaja Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (2/3/2024).

    Teks: Seminar UT Samarinda, Sabtu (2/3/2024).

    Dipandu Kepala Bagian Kerja Sama Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Kaltim Agung Masuprianggono dan didampingi Direktur UT Samarinda Rusna Ristasa, Andi Harun memaparkan beberapa hal penting.

    Membuka diskusinya, Andi Harun menyampaikan kepada partisipan yang didominasi mahasiswa UT Samarinda itu terkait dua negara yang kemajuannya sangat berpengaruh bagi dunia.

    “Singapura, setelah merdeka dan lepas dari Malaysia, sudah dianugerahkan pemimpin berkualitas seperti Lee Kuan Yew yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang menjadi faktor kunci kemajuan Singapura,” ungkapnya.

    Lee Kuan Yew merupakan seorang politikus dan pengacara yang juga menjadi perdana menteri pertama Singapura. Pria yang lahir pada 16 September 1923 itu, menjabat dari tahun 1959 hingga 1990.

    Selain negara Singapura, orang nomor satu di Kota Tepian ini juga meyebutkan bahwa negara dengan kemajuan luar biasa adalah Tiongkok. Berhasil menjadi “peniru” yang andal, Tiongkok mampu mempengaruhi dunia melalui ekonominya.

    “Tiongkok itu negara “peniru”. Tiru, tiru, tiru, tiba-tiba jadi. Coba lihat, banyak barang kw (tiruan) yang kalian punya rata-rata dari situ. Misal jam Rolex, mereka membongkar isinya, mereka tiru, lalu buat yang kurang lebih serupa dan dijual harga miring,” jelasnya.

    “Akhirnya banyak barang-barang tiruan yang dihasilkan dari sana (Tiongkok) diminati banyak orang, termasuk Indonesia dan kalian yang membeli,” sambungnya.

    Mengumpamakan lambang UT Samarinda sebagai peta Negara Tiongkok, ia menyatakan bahwa secara demografis, Tiongkok tidak bertambah luas. Namun secara ekonomi, pengaruhnya sangat luas dan terus bertambah.

    Melalui kedua negara maju ini, politikus Partai Gerindra itu mengharapkan para partisipan dapat mengambil makna hebatnya sumber daya manusia (SDM) yang diciptakan para pemimpin negara tersebut yang bahkan mampu mempengaruhi negara lain.

    Terkait SDM, Andi Harun menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Benua Etam merupakan provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi se-Kalimantan pada tahun 2023, yakni 78,20 persen.

    Bahkan Samarinda menjadi kota dengan IPM tertinggi se-Kaltim di 2023 dengan angka 82,32 persen. Di mana angka ini terus mengalami kenaikan sejak 2021 dengan skor 80,76 persen, dan di 2022 dengan skor 81,43 persen.

    Sebagai informasi, IPM adalah ukuran perbandingan dari harapan hidup melek huruf, pendidikan dan standar hidup. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.

    “Ketika bicara soal SDM pertanyaan paling kritikal, apakah dengan IPM 78,20 persen tadi sudah cukup menentukan bobot dan kapasitas SDM kita?” tanyanya.

    “Saya jawab, ini mungkin atau bahkan berbeda oleh akademik atau pejabat pemerintah. Ini anomali, kepala daerah itu melihat SDM di daerahnya, menurut saya (IPM) itu tidak cukup,” bebernya.

    Skor IPM menurutnya, tidaklah cukup untuk melihat kualitas SDM-nya. Selain skor IPM, Andi Harun menekankan adanya sebuah keterampilan dan kemampuan SDM tersebut sebagai tolok ukurnya.

    Mengambil sebuah contoh seorang sarjana, ia menggambarkan bahwa tidaklah cukup bagi sarjana lulus membawa ijazahnya. Diperlukan keterampilan dan kemampuan untuk memasuki dunia kerja.

    “Sarjana harus memiliki keterampilan, sorry to say, kita di Indonesia ini tidak semua memiliki keterampilan tapi bersyukur bisa sarjana. Padahal penting sekali keterampilan itu lebih dari gelarnya, hanya ada gelar tidak ada keterampilan? Omong kosong saja,” tegasnya.

    Terakhir, Andi Harun meminta para partisipan untuk menyambut bonus demografi tahun 2030 dengan mempersiapkan diri menjadi generasi berkualitas dengan mendalami keterampilan dan kemampuan yang dibidanginya.

    Andi Harun IPM Seminar UT
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Jaga Kesehatan Fiskal Samarinda, Andi Harun Pilih Efisiensi Ketimbang Utang

    July 30, 2026

    Andi Harun: Samarinda Maju Tak Boleh Kehilangan Identitas Budaya

    July 28, 2026

    Arus Urbanisasi ke Samarinda Meningkat Sejak IKN, Tenaga Kerja Lokal Diminta Jadi Prioritas

    July 25, 2026

    Usulan Andi Harun Berbuah Dukungan Politik untuk Syaharie Jaang di Bankaltimtara

    July 24, 2026

    Konflik Kepentingan Terendus di BUMD Samarinda, Wali Kota Pastikan Ada Sanksi

    July 24, 2026

    Andi Harun Pilih Tahan Sejumlah Program Demi Jaga TPP ASN

    July 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    R’syaJuly 31, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan paling serius di Kota Samarinda. Sepanjang Januari…

    Warga Diminta Segera Melapor Bila Muncul Riwayat Pemeriksaan Tak Dikenal di Satu Sehat

    July 31, 2026

    Anak Putus Sekolah hingga Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat, MPLS Dua Pekan Dimulai

    July 31, 2026

    Mitchell Baker Hattrick, Indonesia Gilas Kamboja 5-1 di Laga Pembuka ASEAN Championship 2026

    July 30, 2026

    Jaga Kesehatan Fiskal Samarinda, Andi Harun Pilih Efisiensi Ketimbang Utang

    July 30, 2026
    1 2 3 … 3,249 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.