Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    September 30, 2026

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Jadi Kawasan Strategis Pangan Nasional, DPRD Kaltim Dorong Penguatan Infrastruktur Pertanian Penajam
    DPRD Kaltim

    Jadi Kawasan Strategis Pangan Nasional, DPRD Kaltim Dorong Penguatan Infrastruktur Pertanian Penajam

    MartinusBy MartinusMei 28, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Muin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan dalam peta besar pembangunan nasional. Bukan lagi sekadar lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), kini provinsi ini juga diproyeksikan menjadi motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan pangan Indonesia, terutama melalui pengembangan kawasan-kawasan strategis pertanian.

    Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Daerah ini dinilai memiliki potensi lahan dan sumber daya yang mumpuni untuk mendukung ambisi besar pemerintah. Proyeksi itu pun sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional lima tahun ke depan.

    Di tingkat daerah, dukungan terhadap program ketahanan pangan ini datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Baharuddin Muin. Ia menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih serius dan terarah, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki potensi produksi tinggi seperti Kecamatan Babulu, khususnya di Desa Gunung Mulia.

    “Desa Gunung Mulia memiliki potensi pertanian yang sangat bagus. Namun yang diperlukan sekarang adalah fasilitas yang memadai, terutama bendungan dan sistem irigasi,” kata Baharuddin di Samarinda, Rabu, 28 Mei 2025.

    Menurut Anggota Komisi III DPRD Kaltim itu, pembangunan infrastruktur pertanian tidak bisa lagi ditunda. Ia menilai, jika pemerintah serius menjadikan Kaltim sebagai lumbung pangan nasional, maka perlu ada investasi besar pada sarana penunjang produksi seperti bendungan dan jaringan irigasi teknis, serta peralatan mekanisasi yang modern.

    “Ini salah satu penunjang peningkatan pertanian ke depannya,” tutur Baharuddin.

    Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada level wacana.

    Sebagaimana diketahui, saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara tengah memacu Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi pangan daerah. Target yang dicanangkan cukup ambisius, yakni optimalisasi 5.896 hektare lahan dari total luas baku lahan pertanian sebesar 7.500 hektare.

    Program ini dirancang selesai dalam kurun waktu enam bulan, dengan pembagian kerja dalam dua tahap. Pada tahap pertama, seluas 3.546 hektare ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Sisanya akan dikerjakan dalam tahap kedua dengan durasi waktu yang sama.

    Program ini tidak hanya menyasar peningkatan produktivitas, tetapi juga menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kemandirian pangan berbasis desa dan komunitas lokal.

    Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan Kalimantan Timur sebagai kawasan strategis dalam cetak biru ketahanan pangan nasional. Kabupaten PPU, dengan kondisi geografis dan ketersediaan lahan yang relatif luas, menjadi tumpuan utama dalam proyek tersebut.

    Meski demikian, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Minimnya infrastruktur, keterbatasan modal petani, hingga adaptasi teknologi pertanian modern masih menjadi kendala yang perlu segera dijawab oleh kebijakan lintas sektor.

    Baharuddin Muin DPRD Kaltim Pangan Pertanian PPU
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bongkar Gap Kuota Pertalite, Usulan Daerah Dua Kali Lipat

    AminahSeptember 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan Pertalite di Kalimantan Timur (Kaltim) jauh lebih besar dibandingkan kuota yang…

    Kuliner Tradisional Kaltim Didorong Jadi Daya Tarik Wisata, dari Nasi Bekepor hingga Sambal Raja

    September 30, 2026

    Pendapatan Kaltim Turun Rp883 Miliar, APBD Perubahan 2026 Disepakati Rp14,33 Triliun

    September 30, 2026

    Penggiat Reklame Keluhkan Perizinan, Pansus Raperda Reklame Samarinda Siap Tindaklanjuti

    September 30, 2026

    BPSDM Kaltim Dorong Gaya Kepemimpinan yang Lebih Peka terhadap Psikologi ASN

    September 30, 2026
    1 2 3 … 3,370 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.