Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    PSSI Samarinda Benahi Jadwal Soeratin 2026, Akhiri Praktik Pemain Tampil Beruntun

    Juni 30, 2026

    Pemadaman Bergilir Ancam Roda Ekonomi Samarinda, DPRD Khawatir Pelaku Usaha Merugi

    Juni 30, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    Juni 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Jadi Kawasan Strategis Pangan Nasional, DPRD Kaltim Dorong Penguatan Infrastruktur Pertanian Penajam
    DPRD Kaltim

    Jadi Kawasan Strategis Pangan Nasional, DPRD Kaltim Dorong Penguatan Infrastruktur Pertanian Penajam

    MartinusBy MartinusMei 28, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Baharuddin Muin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan dalam peta besar pembangunan nasional. Bukan lagi sekadar lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), kini provinsi ini juga diproyeksikan menjadi motor utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menopang ketahanan pangan Indonesia, terutama melalui pengembangan kawasan-kawasan strategis pertanian.

    Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus adalah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Daerah ini dinilai memiliki potensi lahan dan sumber daya yang mumpuni untuk mendukung ambisi besar pemerintah. Proyeksi itu pun sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menempatkan kemandirian pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional lima tahun ke depan.

    Di tingkat daerah, dukungan terhadap program ketahanan pangan ini datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Baharuddin Muin. Ia menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih serius dan terarah, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki potensi produksi tinggi seperti Kecamatan Babulu, khususnya di Desa Gunung Mulia.

    “Desa Gunung Mulia memiliki potensi pertanian yang sangat bagus. Namun yang diperlukan sekarang adalah fasilitas yang memadai, terutama bendungan dan sistem irigasi,” kata Baharuddin di Samarinda, Rabu, 28 Mei 2025.

    Menurut Anggota Komisi III DPRD Kaltim itu, pembangunan infrastruktur pertanian tidak bisa lagi ditunda. Ia menilai, jika pemerintah serius menjadikan Kaltim sebagai lumbung pangan nasional, maka perlu ada investasi besar pada sarana penunjang produksi seperti bendungan dan jaringan irigasi teknis, serta peralatan mekanisasi yang modern.

    “Ini salah satu penunjang peningkatan pertanian ke depannya,” tutur Baharuddin.

    Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada level wacana.

    Sebagaimana diketahui, saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara tengah memacu Program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi pangan daerah. Target yang dicanangkan cukup ambisius, yakni optimalisasi 5.896 hektare lahan dari total luas baku lahan pertanian sebesar 7.500 hektare.

    Program ini dirancang selesai dalam kurun waktu enam bulan, dengan pembagian kerja dalam dua tahap. Pada tahap pertama, seluas 3.546 hektare ditargetkan selesai dalam tiga bulan. Sisanya akan dikerjakan dalam tahap kedua dengan durasi waktu yang sama.

    Program ini tidak hanya menyasar peningkatan produktivitas, tetapi juga menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kemandirian pangan berbasis desa dan komunitas lokal.

    Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan Kalimantan Timur sebagai kawasan strategis dalam cetak biru ketahanan pangan nasional. Kabupaten PPU, dengan kondisi geografis dan ketersediaan lahan yang relatif luas, menjadi tumpuan utama dalam proyek tersebut.

    Meski demikian, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit. Minimnya infrastruktur, keterbatasan modal petani, hingga adaptasi teknologi pertanian modern masih menjadi kendala yang perlu segera dijawab oleh kebijakan lintas sektor.

    Baharuddin Muin DPRD Kaltim Pangan Pertanian PPU
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Pembahasan Hak Angket terhadap Gubernur Kaltim Kembali Dijadwalkan 13 Juli

    Juni 30, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026

    Supervisi DPRD Kaltim Temukan Dugaan Pengelolaan Limbah PT PSB Tak Sesuai Dokumen Lingkungan

    Juni 29, 2026

    Paripurna DPRD Kaltim Tertunda, Sekda Bantah Pemprov Sengaja Abaikan Agenda Dewan

    Juni 22, 2026

    Tak Satu Pun Pejabat Hadir, DPRD Kaltim Tunda Paripurna Jawaban APBD 2025

    Juni 22, 2026

    Pangkas Celah Titipan, Parlemen Kaltim Minta Kuota Sekolah Negeri Dikunci

    Juni 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    PSSI Samarinda Benahi Jadwal Soeratin 2026, Akhiri Praktik Pemain Tampil Beruntun

    R’syaJuni 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – PSSI Kota Samarinda mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Piala Soeratin 2026. Panitia melakukan…

    Pemadaman Bergilir Ancam Roda Ekonomi Samarinda, DPRD Khawatir Pelaku Usaha Merugi

    Juni 30, 2026

    Pemkot Samarinda Mulai Cicil Pembayaran Utang ke Kontraktor, Target Lunas Akhir 2026

    Juni 30, 2026

    Ririn Sari Dewi, Kini Diskominfo Fokus Perkuat Komunikasi Publik hingga Literasi Digital

    Juni 30, 2026

    Penciutan RKAB Batu Bara Ancam 180 Ribu Tenaga Kerja, Tekan Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

    Juni 30, 2026
    1 2 3 … 3,182 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.