Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Oktober 23, 2026

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Iswandi Dorong Komunikasi Rutin Pedagang dan Pemkot untuk Benahi Pasar Pagi
    DPRD Samarinda

    Iswandi Dorong Komunikasi Rutin Pedagang dan Pemkot untuk Benahi Pasar Pagi

    Andika SaputraBy Andika SaputraSeptember 1, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi II Dprd Kota Samarinda, Iswandi (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 14 persoalan yang disampaikan pedagang Pasar Pagi Samarinda mulai dibahas bersama Pemerintah Kota Samarinda dan dinas terkait. Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi mendorong komunikasi rutin antara pedagang dan pemerintah agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara bertahap.

    Iswandi mengatakan pembahasan tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Inspektorat.

    Menurutnya seluruh persoalan yang disampaikan pedagang telah dihimpun, baik melalui daftar tertulis maupun penyampaian langsung dalam pertemuan.

    “Ada 14 permasalahan yang tertulis tadi yang disampaikan. Kemudian ada yang disampaikan secara langsung, dibahas,” ujar Iswandi, Selasa, 1 September 2026.

    Ia mengatakan persoalan yang bersifat teknis selanjutnya akan ditelaah oleh perangkat daerah terkait. Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, Iswandi berencana kembali mengumpulkan dinas-dinas tersebut untuk mengevaluasi sejumlah masukan, termasuk usulan penambahan tangga dan eskalator berjalan di area luar gedung.

    Namun, menurutnya hal terpenting dari pertemuan tersebut adalah mencairnya komunikasi antara pedagang dan pemerintah. Ia menilai persoalan Pasar Pagi selama ini banyak dipengaruhi kurangnya komunikasi antarpihak.

    Karena itu Iswandi mengusulkan pertemuan rutin antara Dinas Perdagangan dan perwakilan pedagang setiap dua minggu.

    “Intinya tadi kita tidak usah bicara ke belakang, kita mau bicara ke depan bagaimana Pasar Pagi ini bisa ramai, ekonomi bergerak, pedagang senyum, pembeli juga ramai,” katanya.

    Ia berharap komunikasi rutin tersebut dapat menjadi ruang untuk mencari solusi terhadap persoalan yang masih muncul di Pasar Pagi.

    Iswandi juga menyoroti persoalan penataan pedagang khususnya mengenai klasifikasi pedagang grosir dan eceran.

    Menurutnya pemerintah dan pedagang perlu menyepakati terlebih dahulu indikator yang digunakan untuk menentukan kategori tersebut.

    Hal itu penting karena kondisi di lapangan masih ditemukan pedagang yang disebutnya berpotensi mengaku sebagai pedagang eceran maupun grosir tidak sesuai kondisi usahanya.

    “Parameter-parameter itu harus disepakati dulu. Yang tahu itu kan mereka-mereka yang ada di lapangan,” jelasnya.

    Terkait usulan perubahan atau penambahan tangga, Iswandi mengatakan kajian teknis akan dilakukan Dinas PUPR. Masukan dari pedagang nantinya menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan teknis dibuat.

    Sementara mengenai dugaan adanya pungutan untuk biaya perbaikan atau penerangan listrik di toko Iswandi meminta persoalan tersebut ditelusuri terlebih dahulu.

    Ia menegaskan tidak ingin langsung menyebutnya sebagai pungutan liar (pungli) sebelum mengetahui pihak yang meminta biaya dan tujuan penggunaannya.

    “Kita tidak bisa juga menuduh itu pungli atau apa, kita tidak tahu. Nanti jatuhnya fitnah. Kita pasti akan panggil itu,” tegasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026

    DPRD Samarinda Awasi Janji Kompensasi Hotel di Samanhudi, Sidak Perizinan Disiapkan

    Oktober 23, 2026

    Iswandi Soroti Wacana Penyaluran Gaji PNS Lewat Kopdes, Nilai Berisiko bagi BPD

    Oktober 23, 2026

    Abdul Rohim Desak APH Audit PLN dan Minta Kompensasi Pemadaman Listrik di Samarinda

    Oktober 22, 2026

    Raperda Rencana Induk Pariwisata Samarinda Ditargetkan Paripurna Desember 2026

    Oktober 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pedagang Air Hitam Hampir 200, DPRD Samarinda Dorong Penataan di Bawah Diskumindag

    Ratu ArifanzaOktober 23, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Jumlah pedagang di kawasan Air Hitam, Samarinda, yang kini disebut mendekati 200…

    BPBD Samarinda Catat 309 Kebakaran Lahan, Lima Orang Diproses Polisi

    Oktober 23, 2026

    Dewan Soroti Koperasi Merah Putih yang Belum Berdampak pada Ekonomi Warga

    Oktober 23, 2026

    DPRD Samarinda Awasi Janji Kompensasi Hotel di Samanhudi, Sidak Perizinan Disiapkan

    Oktober 23, 2026

    BPS Kaltim: Desil 1 Tak Otomatis Berarti Miskin

    Oktober 23, 2026
    1 2 3 … 3,402 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.