Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Samarinda Firdaus Akbar mengungkapkan Inspektorat Kota Samarinda tengah melakukan audit terkait dugaan permasalahan dalam pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Firdaus mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan kedua sumber dana tersebut. Saat ini, proses audit masih berlangsung sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan hasil maupun kesimpulan pemeriksaan.
“Sudah kami bentuk tim dan melakukan audit terkait dana BOSNAS-BOSDA ini. Tim Inspektorat masih bekerja, jadi saya belum bisa menyebutkan banyak. Mereka bekerja sampai akhir Agustus,” ujar Firdaus, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemeriksaan saat ini masih berada pada tahap pengumpulan data. Setelah seluruh data terkumpul, tim akan melakukan analisis sebelum mengambil kesimpulan terkait hasil pemeriksaan.
Menurutnya Inspektorat belum dapat memastikan temuan maupun jumlah kesimpulan yang nantinya dihasilkan karena proses pemeriksaan masih berjalan.
“Saat ini masih kita dalami. Kita masih pengumpulan data, nanti kita analisis, baru kita simpulkan. Kalau berdasarkan data kesimpulannya ada berapa, saya belum tahu,” jelasnya.
Firdaus menargetkan proses audit tersebut dapat diselesaikan pada akhir Agustus 2026. Pemeriksaan nantinya juga akan dilakukan dengan dua pendekatan, yakni tim Inspektorat turun langsung ke sekolah maupun memanggil pihak sekolah untuk memberikan keterangan.
“Bisa dua hal yang kita lakukan. Bisa kami aktif turun ke sekolah, kemudian bisa juga sekolahnya kita panggil untuk memberikan keterangan. Jadi dua sisi itu kita lakukan,” katanya.
Lebih lanjut Firdaus menyebut pemeriksaan akan mengacu pada sejumlah indikator, salah satunya kesesuaian pengelolaan dana dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Inspektorat juga akan melihat aspek perencanaan penggunaan dana sebagai bagian dari pemeriksaan. Namun, karena cakupan pemeriksaan, proses awal akan dilakukan melalui pengambilan sampel.
“Banyak indikatornya. Di antaranya pasti disesuaikan dengan petunjuk teknis. Kemudian kita lihat perencanaannya, kita minta dulu bagaimana perencanaan itu disusun. Untuk pertama mungkin kita lakukan secara sampel,” pungkas Firdaus.

