Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    Oktober 11, 2026

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Industri Fintech Mulai Berkembang, Samarinda Berpotensi Jadi Pendorong Perwujudan Inklusi Finansial Indonesia
    Advertorial

    Industri Fintech Mulai Berkembang, Samarinda Berpotensi Jadi Pendorong Perwujudan Inklusi Finansial Indonesia

    MartinusBy MartinusSeptember 3, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Kesenjangan antara kebutuhan dan keberadaan akses finansial yang ada di Indonesia menjadikan perkembangan industri fintech juga turut meningkat. Hal tersebut didukung oleh adanya peer-to-peer lending yang memudahkan masyarakat untuk mengakses kebutuhan finansial.
    Tujuan Fintech merupakan peer-to-peer lending yang mempertemukan pendana (lender) dan peminjam (borrowers) di satu digital platform yang sama sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan inklusi finansial di Indonesia melalui teknologi finansial.

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara Fintech Exhibition, Selasa (3/9/2019) di Bigmall Samarinda Jalan Untung Suropati.
    “Tugas dari AFPI adalah menaungi 127 perusahaan Fintech. Dari 127 perusahaan itu ada 120 yang terdaftar dan 7 yang berizin di OJK” ungkap Wakil Ketua Bidang Institutional, Adelheid Helena Bokau.
    Helena mengatakan, untuk bisa memiliki izin di OJK harus melewati beberapa proses.
    “Biasanya teregister dulu baru bisa melakukan operasional. Sederhananya harus terdaftar dulu baru bisa berkerja,” lanjutnya.
    Helena menyampaikan, Fintech hanya menyediakan platform dan tidak menghimpun dana.
    “Kita bukan Bank, makanya ada yang dikenal  ‘peminjam’ dan ‘meminjam’, lalu dihubungkan oleh 1 platform dan ini online,” pungkasnya.
    Untuk acara Fintech Exhibition kali ini, ada 59 platform yang hadir dan ikut serta.
    “Banyak banget yang akan dijelaskan di masing-masing platform nantinya,” katanya.
    Helena melanjutkan, yang ditawarkan tiap platform juga beda-beda namun untuk keseluruhan penawaran mencakup dua (2) hal.
    “Produktif dan Multiguna, itu yang ditawarkan kepada masyarakat. Multiguna bahasa gampangnya bisa meminjam dana untuk kepentingan apapun. Sedangkan Produktif merupakan peminjaman dana untuk membuka usaha, bisa UMKM,” paparnya.

    Helena berpesan, untuk menggunakan Fintech, tidak berarti hanya berupa peminjaman dana saja.
    “Tidak cuma dana, mengganti kebutuhan dalam bentuk fisik juga bisa. Mungkin seperti masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, kapalnya rusak bisa diganti dalam bentuk memperbaiki kapal tersebut,” tandasnya.
    Kedatangan AFPI sendiri untuk memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat paham mengenai Fintech
    “Kita ingin mengedukasikan kepada masyarakat untuk tidak melihat dengan tatapan bahwa Fintech itu hal yang tidak baik, bunganya mahal, dan hal buruk lainnya. Tujuan Fintech untuk membantu masyarakat yang unbankable,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 9, 2026

    Karhutla Masih Terjadi, DPRD Samarinda Imbau Warga Tak Bakar Lahan Sembarangan

    Oktober 8, 2026

    Infrastruktur Dominasi Aspirasi Warga Gunung Pinang, Masuk Usulan Musrenbang 2027

    Oktober 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Hadapi Musim Hujan, Pemkot Samarinda Mulai Benahi Drainase dari Hulu ke Hilir

    AminahOktober 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesiapan sistem drainase menjadi salah satu faktor penting untuk mengantisipasi banjir di…

    Drainase Menanjak hingga Kolam Retensi Tanpa Outlet, PR Samarinda Jelang Musim Hujan

    Oktober 11, 2026

    El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027, Kaltim Terancam Kekeringan dan Gangguan Pangan

    Oktober 11, 2026

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026
    1 2 3 … 3,380 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.