Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kadar Klorida Naik, Perumdam Samarinda Atur Jam Operasional IPA

    Agustus 26, 2026

    Trans Samarinda Ditargetkan Beroperasi 2027, Tarif Rp5 Ribu dan Bayar Pakai QRIS

    Agustus 26, 2026

    E-Voting Jadi Pertimbangan Pemilihan Kakanwil Kemenkum Kaltim, Hasilnya Dibawa ke Komite Talenta

    Agustus 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan
    Kesehatan

    Hipertensi Masih Jadi Penyakit Terbanyak di Samarinda, Capai 53.972 Kasus dalam Enam Bulan

    R’syaBy R’syaJuli 31, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas Kota Samarinda, Ismed Kusasih (Insitekaltim/R’sya)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitkaltim, Samarinda – Hipertensi masih menjadi persoalan kesehatan paling serius di Kota Samarinda. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mencatat 53.972 kasus hipertensi dari kunjungan ke fasilitas kesehatan pemerintah.

    Angka tersebut menempatkan hipertensi sebagai penyakit dengan kasus terbanyak di Kota Tepian.

    Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih.

    Ia mengatakan tingginya kasus hipertensi menjadi perhatian karena penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, stroke hingga gagal ginjal apabila tidak dikendalikan sejak dini.

    “Dari data kunjungan ke fasilitas kesehatan pemerintah periode Januari hingga Juni 2026, kasus hipertensi tercatat mencapai 53.972 kasus, tertinggi di antara 10 penyakit terbanyak di Samarinda,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 31 Juli 2026.

    Berdasarkan data Dinkes Samarinda, posisi kedua penyakit terbanyak ditempati common cold atau pilek sebanyak 24.135 kasus, disusul dispepsia atau gastritis 17.834 kasus, diabetes melitus 14.794 kasus, radang tenggorokan 10.945 kasus, saraf gigi mati 6.175 kasus, radang saraf gigi 5.571 kasus, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) 5.398 kasus, nyeri otot 5.219 kasus, serta diare sebanyak 4.614 kasus.

    Ismed menjelaskan hipertensi merupakan kondisi tekanan darah yang mencapai atau melebihi 140/90 mmHg secara terus-menerus. Penyakit ini kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, tetapi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis apabila tidak ditangani.

    Data Dinkes juga menunjukkan hipertensi menjadi penyebab terbanyak penyakit jantung di Samarinda. Selama periode Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 599 kasus penyakit jantung dipicu oleh hipertensi.

    Untuk menekan tingginya angka kasus tersebut, Dinkes terus menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kepada masyarakat.

    Selain mendorong penerapan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), masyarakat juga diimbau rutin memeriksakan tekanan darah, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia di atas 40 tahun, obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, maupun riwayat hipertensi dalam keluarga.

    “Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan tinggi garam, rutin beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, mengelola stres, serta membatasi konsumsi alkohol,” jelasnya.

    Selain upaya edukasi, Dinkes melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) juga mendukung pengendalian hipertensi melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan bagi penyandang hipertensi dan diabetes melitus.

    “Program itu diharapkan mampu membantu pasien mengendalikan penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat,” pungkasnya.

     

    Dinkes Samarinda Hipertensi Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Kasus ISPA di Samarinda Naik 22,8 Persen, Dinkes Minta Warga Waspada Dampak Karhutla

    Agustus 25, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Asap Karhutla Mengancam, Kasus ISPA Kaltim Tembus 216 Ribu

    Agustus 23, 2026

    Festival Merah Putih Kaltim Sediakan CKG, Warga Untuk Periksa Kesehatan Dasar

    Agustus 22, 2026

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Kepesertaan KB di Samarinda Masih Rendah, Sri Puji Dorong Edukasi Sejak Calon Pengantin

    Agustus 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kadar Klorida Naik, Perumdam Samarinda Atur Jam Operasional IPA

    Ratu ArifanzaAgustus 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mahakam mulai berdampak terhadap operasional…

    Trans Samarinda Ditargetkan Beroperasi 2027, Tarif Rp5 Ribu dan Bayar Pakai QRIS

    Agustus 26, 2026

    E-Voting Jadi Pertimbangan Pemilihan Kakanwil Kemenkum Kaltim, Hasilnya Dibawa ke Komite Talenta

    Agustus 26, 2026

    Kompetisi Bola Tangan Jadi Ujian Kemampuan Atlet Samarinda Jelang Porprov VIII

    Agustus 26, 2026

    Perda Transportasi Samarinda Berlakukan Sanksi Parkir Sembarangan hingga Rp3 Juta

    Agustus 26, 2026
    1 2 3 … 3,298 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.