
Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Helmi Abdullah mendorong Perumdam Tirta Kencana Samarinda memaksimalkan produksi air bersih selama kondisi sumber air masih memungkinkan, menyusul dampak intrusi air laut dan kekeringan yang mulai memengaruhi sejumlah sumber air di Kota Tepian.
Ia mengatakan keberlangsungan produksi air bersih perlu menjadi perhatian di tengah kondisi tersebut.
Menurutnya selama kualitas dan kondisi air masih memungkinkan untuk diolah, produksi sebaiknya tetap diupayakan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kalau itu mungkin lebih ke pemerintah ya, tapi kita menyarankan memang semaksimal mungkin jangan ada stop produksi selama airnya masih memungkinkan,” kata Helmi, Rabu, 26 Agustus 2026.
Di sisi lain Helmi mengingatkan masyarakat agar menggunakan air dari Perumdam secara bijak. Imbauan untuk tidak menggunakan air secara berlebihan dan menyimpan air seperlunya sebelumnya juga telah disampaikan pihak Perumdam.
“Artinya pertama jangan menggunakan air PDAM yang berlebihan. Kemudian menyetok seperlunya saja,” ujarnya.
Kondisi kekeringan juga berpotensi memengaruhi sumber air masyarakat terutama di wilayah yang berada di kawasan pegunungan. Ia menyebut sejumlah sumur bor dan sumber mata air di kawasan tersebut mulai mengalami kekeringan.
“Yang kemarin agak rawan itu di daerah-daerah pegunungan. Karena banyak sumur bor, sumber-sumber mata air kering,” jelasnya.
Karena itu Helmi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga penggunaan air agar ketersediaannya tetap terjaga.
Terkait kondisi kualitas air baku akibat meningkatnya kadar klorida Helmi mengatakan Perumdam memiliki pertimbangan untuk menghentikan produksi apabila kondisi air dinilai tidak lagi memenuhi standar untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
Ia juga menyinggung informasi mengenai kadar klorida yang telah melewati batas tertentu pada sejumlah instalasi pengolahan air (IPA).
Menurutnya kondisi tersebut menjadi alasan Perumdam dapat menghentikan produksi apabila diperlukan demi menjaga kesehatan masyarakat.
“Saya kira kemarin saya sempat baca di media itu ada disampaikan, bahwa dengan yang di atas 200-250, maka mereka bisa menyetop karena untuk kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

