Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Balik Nama Jangan Ditunda, Samsat Samarinda Ungkap Risikonya

    April 17, 2026

    Inovasi Samsat Samarinda, Dari Layanan Digital hingga Samsat Malam

    April 17, 2026

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    April 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Hearing Pengelolaan Parkir Mie Gacoan, Pajak Diminta Disesuaikan
    DPRD Samarinda

    Hearing Pengelolaan Parkir Mie Gacoan, Pajak Diminta Disesuaikan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaFebruari 25, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Suasana Rapat Hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda mengenai Pengelolaan Parkir Resto Mie Gacoan di Jalan M. Yamin dan di Jalan Ahmad Yani (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pengelolaan parkir di gerai Mie Gacoan di Jalan M. Yamin dan Jalan Ahmad Yani menjadi sorotan DPRD Kota Samarinda. Komisi II menilai sistem parkir yang berjalan belum tertata jelas dan berdampak pada potensi pajak daerah yang dinilai belum sesuai dengan pendapatan sebenarnya.

    Persoalan tersebut dibahas dalam rapat hearing yang digelar Komisi II DPRD Samarinda di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu, 25 Februari 2026.

    Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, dan menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya pimpinan PT. Pesta Pora Abadi (PPA), pimpinan PT. Bahana Security Sistem (BSS), perwakilan masyarakat Bapak Dedy Septian, serta unsur kepolisian dari Polresta Samarinda.

    Usai rapat, Iswandi menyampaikan bahwa pertemuan tersebut telah menghasilkan kesepahaman awal dan pembicaraan mulai mengerucut pada solusi teknis.

    “Secara pertemuan tadi kita bisa menghadirkan pimpinan PPA, pimpinan BSS, dan masyarakat sekitar juga diwakili Pak Dedy. Secara teknis dibicarakan lebih lanjut. Hasilnya tadi pembicaraan sudah mengkerucut,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat kontrak kerja sama secara nasional antara PPA dan BSS untuk sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Namun demikian, menurutnya, kontrak tersebut tidak bisa diterapkan secara kaku tanpa melihat kondisi di lapangan.

    “Kita tidak bisa melihat kontrak itu saklek. Kita lihat juga kondisi di lapangan. Tidak ada yang tidak bisa dirubah kecuali Al-Qur’an, apalagi menyangkut kondusivitas, keamanan dan ketertiban masyarakat. Itu intinya,” tegasnya.

    Selain itu juga menyoroti wacana penggratisan parkir yang dinilai tidak sesederhana itu. Berdasarkan masukan dari kepolisian, pengelolaan parkir harus tetap memiliki kejelasan penanggung jawab agar tidak menimbulkan persoalan baru.

    “Kalau tempat tak bertuan, akan menimbulkan masalah baru. Yang ada ini tinggal ditertibkan, dirapikan, lalu diatur sesuai mekanisme. PPA dan BSS juga menyampaikan keinginan untuk melibatkan masyarakat,” jelasnya.

    Terkait pajak parkir, Iswandi menyebut bahwa parkir on street di luar area telah dibayarkan oleh pengelola. Namun untuk parkir di dalam area, hingga kini belum dibayarkan karena belum ada kejelasan pihak yang mengelola.

    “Kalau sudah bertuan otomatis dibayarkan,” katanya. Ia juga mendorong agar besaran pajak yang dibayarkan disesuaikan dengan potensi pendapatan yang ada.

    “Pajak juga harus dinaikkan, jangan satu juta per bulan. Saya tahu penghasilannya lebih dari itu,” pungkasnya, seraya berharap penataan bisa rampung sebelum Lebaran mendatang.

    Rapat tersebut turut dihadiri anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda serta pihak-pihak terkait lainnya sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang mengedepankan ketertiban dan kondusivitas di lingkungan sekitar usaha.

     

    DPRD Samarinda Iswandi Mie Gacoan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026

    Soal BPJS Kota dan Provinsi, Iswandi Tegaskan Jangan Bikin Publik Bingung

    April 16, 2026

    Komisi II DPRD Samarinda Soroti Disporapar, Dorong Pemisahan hingga Kritik Pengelolaan Teras Samarinda

    April 15, 2026

    Sensus Ekonomi 2026 Segera Digelar, Tantangan Kepercayaan Warga Jadi Catatan DPRD

    April 15, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Balik Nama Jangan Ditunda, Samsat Samarinda Ungkap Risikonya

    Ratu ArifanzaApril 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kesadaran administrasi dalam transaksi jual beli kendaraan bermotor dinilai masih rendah di…

    Inovasi Samsat Samarinda, Dari Layanan Digital hingga Samsat Malam

    April 17, 2026

    Erlangga Gandeng BINUS, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Literasi AI di Samarinda

    April 16, 2026

    Potensi Cuan Besar dari Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Minta Jangan Asal Terapkan

    April 16, 2026

    DBH Menurun, DPRD Samarinda Dorong Maksimalkan UMKM dan Pariwisata sebagai Sumber PAD

    April 16, 2026
    1 2 3 … 3,059 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.