Insitekaltim, Samarinda – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut dirasakan masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Salah satunya Dina, pekerja di Samarinda yang berasal dari Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Dina mengaku kenaikan harga Pertamax membuat pengeluaran untuk kebutuhan BBM semakin berat. Sebelumnya, ia rutin menggunakan Pertamax karena sepeda motor yang digunakannya memiliki kapasitas mesin cukup besar.
Menurutnya, penggunaan BBM dengan kualitas yang sesuai menjadi pertimbangan dalam merawat kendaraan. Namun, harga Pertamax yang kini mencapai sekitar Rp16 ribu per liter membuatnya harus menghitung kembali pengeluaran untuk bahan bakar.
“Kalau dulu masih Pertamax terus. Tapi sekarang harganya sudah segitu, lumayan berat,” kata Dina, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ia mengatakan, uang Rp50 ribu yang digunakan untuk membeli Pertamax hanya cukup untuk beberapa hari pemakaian dan belum tentu membuat tangki kendaraan terisi penuh. Untuk mengisi hingga penuh, pengeluarannya dapat mendekati Rp60 ribu.
Kondisi tersebut semakin terasa ketika ia harus mengisi kendaraan milik anggota keluarganya. Dina mengaku pernah mengeluarkan sekitar Rp100 ribu dalam satu pekan hanya untuk BBM kendaraan yang sebelumnya juga rutin menggunakan Pertamax.
Harga tersebut akhirnya membuat Dina memilih beralih menggunakan Pertalite untuk kendaraan sehari-hari. Pilihan serupa juga dilakukan sejumlah anggota keluarganya yang menggunakan sepeda motor dengan kapasitas mesin cukup besar.
“Sekarang malah pakai Pertalite. Keluarga juga begitu, karena kalau Pertamax terus sudah enggak masuk,” ujarnya.
Bagi Dina, persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan kendaraan yang digunakan untuk bekerja. Ia juga harus memperhitungkan biaya perjalanan pulang ke rumah orang tuanya di Marangkayu yang biasanya dilakukan setiap akhir pekan.
Jarak antara tempat tinggalnya di Samarinda dan rumah keluarga membuat kebutuhan BBM menjadi pengeluaran tambahan. Karena itu, orang tuanya terkadang menyarankan agar Dina tidak perlu pulang setiap akhir pekan ketika harga BBM sedang dirasakan berat.
“Biasanya seminggu sekali pulang, weekend. Tapi kadang orang tua bilang enggak usah pulang dulu karena BBM mahal,” katanya.
Untuk diketahui, harga Pertamax di Kalimantan Timur pada Oktober 2026 tercatat Rp16.300 per liter, sedangkan Pertalite berada di level Rp10.000 per liter. Selisih harga tersebut mencapai Rp6.300 per liter.
Perbedaan harga itu menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam menentukan jenis BBM yang digunakan, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan mobilitas tinggi dan harus mengalokasikan pendapatan untuk berbagai kebutuhan lainnya.

