Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Oktober 3, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kukar»Harga Karet Anjlok, Petani Prangat Selatan Terdesak Jual ke Tengkulak
    Diskominfo Kukar

    Harga Karet Anjlok, Petani Prangat Selatan Terdesak Jual ke Tengkulak

    IraBy IraApril 3, 2025Updated:Mei 30, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks : Kades Prangat Selatan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Kukar – Kepala Desa Prangat Selatan, Kecamatan Marangkayu Sarkono mengungkapkan harga karet yang sebelumnya mencapai Rp13 ribu per kilogram kini hanya berada di kisaran Rp11 ribu per kilogram.

    Harga Karet di tingkat petani terus mengalami penurunan tajam sejak Maret hingga awal April 2025. Penurunan ini disebut akibat terhentinya aktivitas pengolahan di pabrik milik PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC).

    “Alasannya, penyimpanan yang lama membuat karet menyusut dan uang tidak berputar. Karena itu, mereka menekan harga,” ujar Sarkono saat dikonfirmasi, Kamis, 3 April 2025.

    Kondisi ini membuat petani terpaksa menjual hasil panen kepada tengkulak meski dengan harga di bawah pasar. Hal ini berdampak langsung pada pendapatan harian petani yang bergantung penuh pada penjualan karet untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

    Sebagai solusi jangka panjang, Sarkono mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menghadirkan langkah konkret.

    Ia mengusulkan program revitalisasi perkebunan karet dengan menjadikan Prangat Selatan sebagai pusat Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Skema ini dinilai mampu meningkatkan akses petani terhadap infrastruktur pengolahan dan memperkuat posisi tawar mereka di pasar.

    Salah satu bentuk revitalisasi yang diharapkan adalah pembangunan pabrik mini pengolahan karet di tingkat desa. Menurut Sarkono, keberadaan pabrik ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

    “Harapannya, petani bisa lebih mandiri dalam mengelola hasil perkebunan mereka tanpa harus bergantung pada fluktuasi harga pasar yang tidak menentu,” jelasnya.

    Langkah awal menuju revitalisasi ini telah dilakukan sejak tahun lalu melalui kerja sama antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar dengan Institute for Research and Empowerment (IRE) Yogyakarta dalam menyusun cetak biru kawasan Perkebunan PIR Lestari.

    Lima desa yang tergabung dalam program ini antara lain Prangat Selatan, Prangat Baru, Makarti, Bunga Putih, dan Sambera Baru.

    Selain itu, Sarkono juga berharap agar program Koperasi Merah Putih dari pemerintah pusat segera terealisasi. Koperasi ini diharapkan menjadi jembatan antara petani dan pasar agar penjualan karet dapat dilakukan langsung tanpa perantara.

    “Jika koperasi ini bisa membeli langsung dari petani dengan harga yang kompetitif, maka kesejahteraan petani akan lebih terjamin,” tandasnya. (Adv)

    Desa Prangat Harga karet Kukar Pemkab Kukar
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Warga Kukar Protes Sodetan, Andi Harun Hentikan Pekerjaan Sementara

    September 24, 2026

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Kukar Terdepan Tekan Stunting di Kaltim, Rendi Soroti Peran Ketahanan Fiskal Daerah

    November 18, 2025

    Aulia-Rendi Undang Media, Silakan Kritik Kami No Baper

    Juli 2, 2025

    Aulia Resmi Dilantik, Kukar Idaman akan Jadi Prioritas di 100 Hari Pertama

    Juni 23, 2025

    Kurban Bukan Sekadar Simbol Pengorbanan Spritual, Tapi Cermin Solidaritas

    Juni 7, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Ketika Hutan Rusak, Dampaknya Tak Berhenti pada Hilangnya Pohon

    Ratu ArifanzaOktober 3, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Hutan kerap dipandang sebatas hamparan pepohonan yang menghijau. Padahal, keberadaannya memiliki fungsi…

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026

    Polemik Pascapilrek Unmul Berlanjut, Agenda 100 Hari Rektor Terpilih Bergeser

    Oktober 2, 2026

    Peluang Hujan di Kaltim di Atas 90 Persen, Curahnya Masih Rendah

    Oktober 2, 2026

    Dishub Samarinda Siapkan Rp14 Miliar untuk PJU, Sejumlah Ruas Jadi Fokus Tahun Depan

    Oktober 2, 2026
    1 2 3 … 3,372 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.