Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

    Mei 3, 2026

    Tak Batasi Usia, Gratispol Kaltim Buka Jalan Dokter Jadi Spesialis

    Mei 3, 2026

    Pemkot Samarinda Ajak Kadin Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi dan Kendalikan Inflasi

    Mei 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Harga Bumbu Dapur Naik Jelang Lebaran, Pedagang Pasar Pagi Sebut Sudah Jadi Tren Tahunan
    Samarinda

    Harga Bumbu Dapur Naik Jelang Lebaran, Pedagang Pasar Pagi Sebut Sudah Jadi Tren Tahunan

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 19, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dagangan Wati di Pasar Pagi Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga sejumlah kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur, mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang di Pasar Pagi Samarinda yang menyebut lonjakan harga sudah menjadi pola yang terjadi setiap tahun.

    Salah satu pedagang Wati mengatakan, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti cabai, bawang, dan tomat. Ia menyebut harga saat ini mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

    “Naik semua, terutama cabai, bawang, sama tomat,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

    Menurutnya, harga cabai kini mencapai Rp110 ribu per kilogram sementara bawang berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

    Kenaikan juga terjadi pada tomat yang sebelumnya dijual di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, kini harga belinya sudah mencapai Rp22 ribu.

    “Cabai sekarang Rp110 ribu, bawang Rp60 ribu. Tomat juga naik, biasanya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, sekarang belinya sudah Rp22 ribu,” jelasnya saat diwawancarai Kamis, 19 Maret 2026.

    Ia menambahkan, kenaikan harga mulai terasa sejak awal bulan puasa dan semakin meningkat menjelang Lebaran yang tinggal hitungan hari lagi.

    Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan cenderung terbatas.

    “Mendekati Lebaran memang biasanya naik. Barang juga kadang tidak datang,” katanya.

    Menurut Wati, sebagian besar barang dagangannya diperoleh dari Pasar Segiri yang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok di Samarinda.

    “Semua ambil dari Pasar Segiri, memang sentralnya di situ,” ungkapnya.

    Ia juga menyebut bahwa tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa jenis sayuran daun relatif stabil, namun kebutuhan utama untuk keperluan Lebaran justru mengalami lonjakan.

    “Kalau daun-daunan sih tidak terlalu naik. Yang naik itu bawang merah, cabai, tomat, sama daun bawang,” ujarnya.

    Wati menilai kondisi ini bukan hal baru bagi pedagang, karena hampir setiap tahun menjelang Lebaran harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

    “Memang dari dulu begitu, kalau mau Lebaran pasti naik. Kita pedagang sudah biasa,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa meskipun kenaikan harga kerap dikeluhkan pembeli, pedagang juga tidak memiliki banyak pilihan karena harga dari pemasok sudah lebih dulu naik.

    “Kalau kita maunya murah juga, tapi memang sudah waktunya mahal kalau mau Lebaran,” jelasnya.

    Sebagai pedagang, ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil setelah Lebaran agar tidak memberatkan baik pedagang maupun masyarakat sebagai pembeli.

    “Harapannya semoga nanti bisa normal lagi,” tutupnya.

     

    Harga Bahan Pokok Hari Raya Idulfitri Menjelang Lebaran Pasar Pagi Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pemkot Samarinda Ajak Kadin Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi dan Kendalikan Inflasi

    Mei 2, 2026

    Kadin Samarinda Dorong Sinergi Pemerintah dan UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Global

    Mei 2, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Anak Muda Didorong Jadi Pencipta Kerja di Tengah Dominasi Sektor Informal

    Ratu ArifanzaMei 3, 2026

    Insitekaltim, Jakarta — Tantangan ketenagakerjaan di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama karena dominasi…

    Tak Batasi Usia, Gratispol Kaltim Buka Jalan Dokter Jadi Spesialis

    Mei 3, 2026

    Pemkot Samarinda Ajak Kadin Perkuat Peran Strategis Dorong Ekonomi dan Kendalikan Inflasi

    Mei 2, 2026

    Kadin Kaltim Tekankan Peran Strategis Dorong UMKM dan Kolaborasi Ekonomi

    Mei 2, 2026

    Kadin Samarinda Dorong Sinergi Pemerintah dan UMKM Hadapi Tantangan Ekonomi Global

    Mei 2, 2026
    1 2 3 … 3,085 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.