Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Harga Bumbu Dapur Naik Jelang Lebaran, Pedagang Pasar Pagi Sebut Sudah Jadi Tren Tahunan
    Samarinda

    Harga Bumbu Dapur Naik Jelang Lebaran, Pedagang Pasar Pagi Sebut Sudah Jadi Tren Tahunan

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 19, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Dagangan Wati di Pasar Pagi Samarinda (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga sejumlah kebutuhan pokok khususnya bumbu dapur, mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini dirasakan langsung oleh pedagang di Pasar Pagi Samarinda yang menyebut lonjakan harga sudah menjadi pola yang terjadi setiap tahun.

    Salah satu pedagang Wati mengatakan, kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas utama seperti cabai, bawang, dan tomat. Ia menyebut harga saat ini mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

    “Naik semua, terutama cabai, bawang, sama tomat,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

    Menurutnya, harga cabai kini mencapai Rp110 ribu per kilogram sementara bawang berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

    Kenaikan juga terjadi pada tomat yang sebelumnya dijual di kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, kini harga belinya sudah mencapai Rp22 ribu.

    “Cabai sekarang Rp110 ribu, bawang Rp60 ribu. Tomat juga naik, biasanya Rp15 ribu sampai Rp20 ribu, sekarang belinya sudah Rp22 ribu,” jelasnya saat diwawancarai Kamis, 19 Maret 2026.

    Ia menambahkan, kenaikan harga mulai terasa sejak awal bulan puasa dan semakin meningkat menjelang Lebaran yang tinggal hitungan hari lagi.

    Lonjakan harga terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan cenderung terbatas.

    “Mendekati Lebaran memang biasanya naik. Barang juga kadang tidak datang,” katanya.

    Menurut Wati, sebagian besar barang dagangannya diperoleh dari Pasar Segiri yang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok di Samarinda.

    “Semua ambil dari Pasar Segiri, memang sentralnya di situ,” ungkapnya.

    Ia juga menyebut bahwa tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa jenis sayuran daun relatif stabil, namun kebutuhan utama untuk keperluan Lebaran justru mengalami lonjakan.

    “Kalau daun-daunan sih tidak terlalu naik. Yang naik itu bawang merah, cabai, tomat, sama daun bawang,” ujarnya.

    Wati menilai kondisi ini bukan hal baru bagi pedagang, karena hampir setiap tahun menjelang Lebaran harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.

    “Memang dari dulu begitu, kalau mau Lebaran pasti naik. Kita pedagang sudah biasa,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa meskipun kenaikan harga kerap dikeluhkan pembeli, pedagang juga tidak memiliki banyak pilihan karena harga dari pemasok sudah lebih dulu naik.

    “Kalau kita maunya murah juga, tapi memang sudah waktunya mahal kalau mau Lebaran,” jelasnya.

    Sebagai pedagang, ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil setelah Lebaran agar tidak memberatkan baik pedagang maupun masyarakat sebagai pembeli.

    “Harapannya semoga nanti bisa normal lagi,” tutupnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    AminahOktober 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim)…

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,388 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.