Insitekaltim, Samarinda – Matahari belum terlalu tinggi saat kawasan Gelora Kadrie Oening, Sempaja, mulai dipenuhi warga pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sebagian datang dengan sepatu lari, sebagian lagi mengayuh sepeda atau sekadar berjalan santai bersama keluarga. Namun, begitu aktivitas olahraga usai, arus pengunjung perlahan bergeser. Bukan lagi ke lintasan lari, melainkan ke deretan lapak kuliner yang berjajar di sepanjang kawasan Car Free Day (CFD).
Aroma kuah soto Banjar bercampur dengan asap bakso dan ayam bakar memenuhi udara pagi. Di sisi lain, pedagang pentol, dimsum, sosis bakar, pizza kecil, churros hingga mochi tak henti melayani antrean pembeli. Minuman dingin seperti es tebu dan es jeruk pun menjadi pilihan untuk melepas dahaga setelah berolahraga.
Bukan hanya kuliner, beberapa pelaku UMKM juga menawarkan bunga hias dan berbagai produk lainnya. Keramaian itu membuat kawasan CFD tak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga, tetapi juga tempat bertemunya masyarakat dengan pelaku usaha lokal setiap akhir pekan.
Salah seorang pengunjung, Nadia, menjadi satu dari banyak warga yang memanfaatkan Minggu paginya untuk berolahraga. Pagi itu, ia baru saja menyelesaikan tiga putaran lari mengelilingi kawasan GOR Kadrie Oening. Keringat masih membasahi wajahnya ketika langkahnya berhenti di salah satu lapak soto Banjar.
“Saya sudah beberapa olahraga ke sini. Kadang sama teman, tapi lebih sering sendiri. Habis lari tiga putaran tadi langsung beli soto Banjar Rp25 ribu sama es tebu Rp6 ribu. Penasaran pengen coba sotonya, terus es tebunya juga seger diminum habis olahraga,” ujarnya.
Menurut Nadia, keberadaan deretan pedagang menjadi salah satu alasan CFD di GOR Kadrie Oening selalu menarik untuk dikunjungi. Setelah mengeluarkan tenaga saat berolahraga, pengunjung tak perlu pergi jauh untuk menikmati sarapan atau sekadar membeli minuman.
“Enaknya ada CFD ini setelah olahraga banyak pilihan makanan. Jadi nggak perlu cari tempat lain buat sarapan. Tinggal jalan sedikit sudah banyak pilihan,” tuturnya.
Pemandangan serupa terlihat di hampir setiap sudut kawasan. Banyak pengunjung tampak mengantre di lapak makanan, sementara sebagian lainnya duduk bersama keluarga atau teman menikmati sarapan sebelum pulang. Ada pula yang memilih membungkus makanan untuk dibawa ke rumah.
Bagi para pelaku UMKM, ramainya CFD menjadi kesempatan untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Sementara bagi masyarakat, keberadaan berbagai lapak kuliner melengkapi pengalaman berakhir pekan. Aktivitas yang dimulai dengan menjaga kebugaran tubuh pun berakhir dengan menikmati aneka sajian dari usaha-usaha lokal.
Tak heran jika setiap Minggu pagi, Gelora Kadrie Oening selalu dipenuhi warga. Bukan hanya karena ingin berkeringat di lintasan lari atau berjalan santai bersama keluarga, tetapi juga karena suasana hangat yang tercipta dari perpaduan olahraga, kuliner dan geliat UMKM yang membuat kawasan ini terus hidup dari pekan ke pekan.

