Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Polresta Samarinda Ungkap 73 Kasus Narkotika, Sita 3,4 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

    April 13, 2026

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Guru Honorer Belum Digaji, DPRD Kaltim Minta Pemerintah Tak Lalai
    DPRD Kaltim

    Guru Honorer Belum Digaji, DPRD Kaltim Minta Pemerintah Tak Lalai

    SittiBy SittiJuni 19, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Darlis Pattalongi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sejumlah guru honorer di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menghadapi ketidakpastian penghasilan. Hingga pertengahan Juni 2025, banyak dari mereka belum menerima gaji sejak Januari.

    Kondisi ini memantik perhatian Anggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi yang meminta pemerintah tidak hanya fokus pada program unggulan seperti Gratispol, tetapi juga memberi perhatian pada kelayakan hidup para tenaga pendidik.

    “Jangan sampai Gratispol ini membuat kita lalai terhadap kualitas guru, kualitas kesehatan dan kelayakan hidup,” ujar Darlis beberapa waktu lalu

    Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan tenaga pendidik. Ia menilai, guru tidak mungkin diminta mengembangkan kapasitas dan meningkatkan mutu pengajaran, sementara kelayakan hidup mereka masih terabaikan.

    “Bagaimana mungkin kita meng-upgrade kualitas keilmuannya kalau kelayakan hidupnya tidak ditingkatkan? Salah satu cara meningkatkan kualitas guru dan dosen adalah dengan meningkatkan kelayakan hidup mereka,” lanjut Darlis, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim.

    Masalah guru honorer yang belum digaji, menurut Darlis, juga terkait dengan ketidakakuratan data. Ia menyebut salah satu persoalan mendasar dalam distribusi anggaran adalah kualitas database tenaga pendidik di Kaltim yang masih semrawut.

    “Pertama, database-nya harus diperbaiki karena seringkali yang menjadi kendala itu adalah persoalan data. Kami pernah diskusi di Kementerian Pendidikan di Jakarta, dan diakui Kalimantan Timur itu termasuk yang data basenya terlalu kacau,” bebernya.

    Ia mencontohkan praktik pelaporan di sejumlah sekolah yang memunculkan data guru honorer fiktif demi mengejar akreditasi.

    “Sekolah itu kadang melaporkan tenaga pengajarnya yang non-P3K seolah-olah ada, padahal sebenarnya tidak ada. Ini dilakukan karena mereka mengejar akreditasi. Jangan sampai atas nama akreditasi, kita malah lalai terhadap kesejahteraan guru yang benar-benar ada dan mengajar,” katanya.

    Darlis menilai seharusnya pemerintah daerah mampu mengalokasikan anggaran untuk penggajian guru honorer, termasuk yang belum masuk dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

    “Karena kenyataannya mereka memang mengajar selama ini. Walaupun tidak masuk dalam P3K, mereka tetap mengisi ruang-ruang pembelajaran di sekolah-sekolah kita,” ungkap Darlis.

    Ia pun mengingatkan bahwa keberadaan program seperti Gratispol tidak boleh meniadakan komitmen terhadap aspek fundamental pendidikan lainnya, termasuk kesejahteraan tenaga pengajar.

    “Gratispol itu hanya salah satu faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Kalimantan Timur. Tapi jangan sampai alokasi anggaran untuk kesejahteraan guru diabaikan. Harus tetap diperhatikan,” pungkasnya.

    Darlis Pattalongi Guru Honorer Program Gratispol
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Progres Perbaikan Fender Jembatan Mahakam yang Baru Capai 60 Persen

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Polresta Samarinda Ungkap 73 Kasus Narkotika, Sita 3,4 Kg Sabu dalam Tiga Bulan

    Ratu ArifanzaApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Polresta Samarinda mengungkap 73 kasus penyalahgunaan narkotika selama periode Januari hingga Maret…

    Mandek Dua Tahun, DPRD Samarinda Hidupkan Kembali Raperda TBC dan HIV/AIDS

    April 13, 2026

    Kasus TBC Samarinda Tembus 4.000, Dinkes Genjot Deteksi Dini di Tengah Keterbatasan Anggaran

    April 13, 2026

    Jelang Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Tegaskan Tidak Ada Upaya Redam Demo

    April 13, 2026

    Pemprov Kaltim Gelar Coffee Morning Bersama Ormas, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi

    April 13, 2026
    1 2 3 … 3,054 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.