Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Setahun Tujuh Hari Dimutasi, Guru SMA Kaltim Masih Terjebak Persoalan Administrasi dan Jam Mengajar

    September 8, 2026

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gubernur Kaltim Minta Daerah Tak Bergantung pada Dana Bagi Hasil
    Diskominfo Kaltim

    Gubernur Kaltim Minta Daerah Tak Bergantung pada Dana Bagi Hasil

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJuli 3, 2025Updated:Juli 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Kalimantan Timur H Rudy Mas’ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr H Rudy Mas’ud mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak terus-menerus bergantung pada dana bagi hasil (DBH) sebagai sumber utama pendapatan daerah.

    Pesan ini disampaikan dalam briefing rutin yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, pada Senin, 30 Juni 2025.

    Gubernur menegaskan, saatnya Kaltim mulai memperkuat kemandirian fiskal dan menyiapkan sumber-sumber penerimaan daerah baru yang berkelanjutan.

    “Kita tidak bisa hanya mengandalkan dana bagi hasil. Tolong agar ini menjadi perhatian,” ujar Gubernur dalam arahannya.

    Saat ini, struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kaltim masih didominasi oleh penerimaan dari DBH, khususnya dari sektor batu bara serta minyak dan gas (migas). Padahal, komoditas-komoditas tersebut adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, dan suatu saat akan habis.

    Selain itu, fluktuasi harga komoditas di pasar global menjadi risiko tersendiri bagi stabilitas keuangan daerah. Ketergantungan terhadap sumber daya yang rentan terhadap perubahan geopolitik dan permintaan global dinilai sebagai hal yang tidak bisa terus dipertahankan.

    “Sebagai contoh, andalan Indonesia saat ini masih batu bara. Begitu negara seperti China menahan pembelian, atau terjadi gangguan kecil di pasar global, harga langsung anjlok,” jelasnya.

    Untuk itu, ia meminta OPD terkait segera menyiapkan langkah konkret dalam menggali potensi penerimaan baru. Gubernur menyebut sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, dan pariwisata sebagai beberapa sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian fiskal daerah.

    Kalimantan Timur juga dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan pembangunan hijau. Oleh karena itu, ia mendorong tata kelola yang berpihak pada keberlanjutan dan pelestarian alam, tanpa mengorbankan potensi ekonomi.

    Salah satu strategi yang dapat ditempuh adalah mengoptimalkan peran badan usaha milik daerah (BUMD) dan perusahaan daerah. Misalnya, Bankaltimtara bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, serta pertambangan.

    “Kerja sama bisnis dengan perusahaan besar di Kaltim harus bisa dimanfaatkan untuk mendorong pendapatan daerah. BUMD kita harus aktif mencari peluang dan tidak hanya menunggu,” ujarnya.

    Pemerintah provinsi juga akan fokus meningkatkan penerimaan dari sektor pajak. Pajak Alat Berat dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor menjadi salah satu sasaran untuk dimaksimalkan.

    Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi DBH yang selama ini mendominasi struktur APBD. Dengan demikian, Kalimantan Timur diharapkan dapat terus membangun secara berkelanjutan dan stabil di masa depan, tanpa terjebak pada ketergantungan terhadap sektor yang rentan dan tidak terbarukan. (Adv/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    DBH OPD Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud: Literasi Era Digital Tak Cukup Sekadar Membaca

    Agustus 30, 2026

    Jalan Pengalih Perdau-Tepian Langsat Resmi Beroperasi, Gubernur Tagih Jalur Pengganti 14 Km

    Agustus 20, 2026

    Rudy Mas’ud: Makna Kemerdekaan Ada pada Kerja Nyata dan Kesejahteraan Masyarakat

    Agustus 17, 2026

    Turun ke Pesisir hingga Pedalaman, Rudy Mas’ud Dapat Apresiasi LPM RI

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    Agustus 8, 2026

    Kaltim-Jateng Sepakati Kerja Sama 10 Sektor, Rudy Mas’ud Dorong Perluasan Komoditas di Luar Batu Bara

    Agustus 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Setahun Tujuh Hari Dimutasi, Guru SMA Kaltim Masih Terjebak Persoalan Administrasi dan Jam Mengajar

    R’syaSeptember 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Persoalan mutasi sejumlah guru SMA di Kalimantan Timur (Kaltim) belum kunjung tuntas.…

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026

    BNPB Siapkan Helikopter Waterbombing, 176 Karhutla Terjadi di Samarinda

    September 8, 2026
    1 2 3 … 3,328 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.