Insitekaltim, Samarinda – Sepanjang 2026 melalui Program Kewirausahaan Terpadu,
Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan, mencetak 50 wirausaha baru.
Program tersebut difokuskan pada, sektor kuliner yang dinilai masih menjadi bidang usaha dengan peminat terbanyak.
Kepala DPPKUKM Kaltim Heni Purwaningsih mengatakan, target pembentukan wirausaha baru tahun ini sudah mulai berjalan secara bertahap.
“Target tahun 2026 sebanyak 50 orang dan pelaksanaannya sudah berjalan secara bertahap,” ujarnya.
Menurut Heni, program tersebut dinamakan Program Kewirausahaan Terpadu karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendampingi peserta hingga usahanya siap berkembang.
Tahapan yang diberikan meliputi pelatihan, pendampingan usaha, bantuan peralatan, hingga fasilitasi pengurusan legalitas dan sertifikasi produk.
“Mulai dari pelatihan, pendampingan, bantuan peralatan, sampai fasilitasi mengakses sertifikasi seperti halal, NIB, PIRT dan lainnya. Jadi rangkaiannya lengkap sampai seseorang benar-benar menjadi wirausaha baru,” jelasnya.
Pada 2026, pelaksanaan program dipusatkan di tiga daerah, yakni Kota Samarinda, Kota Bontang, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kuota yang disiapkan sebanyak 50 peserta, merupakan kuota individu, bukan kelompok usaha.
Heni mengungkapkan sektor kuliner kembali menjadi fokus karena setiap tahun menjadi bidang usaha yang paling banyak diminati masyarakat.
“Tahun ini fokusnya kuliner karena peminatnya memang paling banyak dibandingkan sektor lainnya,” katanya.
Meski demikian, peserta tidak diarahkan untuk membuat satu jenis produk tertentu. DPPKUKM lebih menekankan pada pembekalan dasar membangun usaha kuliner, mulai dari teknik produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.
“Produk kuliner sangat beragam. Kami tidak mungkin mengajarkan semuanya, tetapi kami memberikan dasar-dasar membangun bisnis kuliner, bagaimana teknik produksi, kemasan, pemasaran, dan hal-hal penting lainnya,” pungkasnya.

