Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    B50 Buka Peluang Sawit Kaltim Jadi Sumber Energi Alternatif

    September 7, 2026

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»B50 Buka Peluang Sawit Kaltim Jadi Sumber Energi Alternatif
    Ekonomi

    B50 Buka Peluang Sawit Kaltim Jadi Sumber Energi Alternatif

    R’syaBy R’syaSeptember 7, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi B50 sebagai bahan bakar diesel berbasis biodiesel sawit yang dinilai berpeluang memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka pasar baru bagi komoditas sawit Kaltim (Foto by AI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) Arief Murdiyatno menilai penerapan B50 membuka peluang bagi komoditas sawit untuk mengambil peran lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan energi domestik.

    Menurutnya, minyak sawit dapat menjadi alternatif untuk mensubstitusi minyak bumi apabila produksi minyak mengalami penurunan. Terlebih, perkebunan sawit di Kaltim mulai berkembang sehingga potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi berbasis sumber daya domestik.

    “Kalau produksi minyak kita turun, bisa disubstitusi dengan minyak sawit. Sekarang ini, Alhamdulillah, perkebunan sawit kita mulai tumbuh. Minyak sawit bisa menjadi bagian dari substitusi, sehingga energi kita bisa lebih didukung oleh sumber daya domestik,” ujar Arief belum lama ini.

    Ia mengatakan kebutuhan terhadap bahan bakar diesel cukup besar sehingga pemanfaatan biodiesel berbahan baku sawit memiliki prospek yang menjanjikan.

    “Kalau sudah berbicara energi, ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita melihat jumlah kendaraan yang menggunakan bahan bakar diesel juga cukup besar,” tuturnya.

    B50 sendiri merupakan bahan bakar diesel dengan campuran biodiesel berbahan baku minyak sawit sebesar 50 persen. Penerapannya dinilai tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga dapat menciptakan pasar baru bagi komoditas sawit.

    Arief menyebut minyak sawit selama ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, termasuk minyak goreng. Dengan meningkatnya kebutuhan biodiesel, pasar sawit menjadi lebih luas karena turut terserap untuk kebutuhan energi.

    “Marketnya sudah ada. Di samping untuk minyak goreng dan kebutuhan pangan, sekarang ada kebutuhan untuk bahan bakar. Ini tentu sangat prospektif ke depan,” jelasnya.

    Perluasan pasar tersebut juga berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas sawit melalui hilirisasi. Kaltim sebagai salah satu daerah dengan perkebunan sawit yang berkembang dinilai memiliki peluang untuk mengoptimalkan produktivitas sekaligus memperkuat keterkaitan sektor perkebunan dengan sektor energi.

    Meski demikian, penerapan B50 membutuhkan kesiapan di berbagai lini. Ketersediaan bahan baku, kapasitas industri pengolahan, sistem distribusi, hingga kesiapan kendaraan dan sektor industri dalam menggunakan bahan bakar tersebut perlu dipastikan.

    Sinergi lintas sektor diperlukan agar pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel tidak berhenti pada peningkatan permintaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi daerah dan masyarakat.

    Pengembangan B50 juga perlu dibarengi tata kelola perkebunan yang baik, peningkatan produktivitas, perlindungan lingkungan, serta keberpihakan kepada petani sawit.

    Arief Murdiyatno B50 Biodiesel Dinas Perkebunan Kaltim sawit
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    R’sya

    Related Posts

    Harga Sawit Kembali Menanjak, Ada Napas Baru untuk Petani Kaltim

    September 4, 2026

    Piutang Daerah Jadi Perhatian, DJKN Dorong Penagihan Lebih Efektif untuk Perkuat Ekonomi

    September 3, 2026

    GPM TVRI Kaltim Jadi Ruang Belanja Hemat, Tekan Beban Pengeluaran Masyarakat

    September 2, 2026

    Polda Kaltim Dukung Perda MBLB, Sebut Beri Kepastian Hukum dan Perkuat Pengawasan

    September 2, 2026

    26 Tahun Bara Kaltim, BKS Mulai Berburu Mesin PAD Baru

    September 1, 2026

    Bukan Jadi Kompetitor, BKS Ingin Jadi Mitra Pengusaha MBLB Kaltim

    September 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    B50 Buka Peluang Sawit Kaltim Jadi Sumber Energi Alternatif

    R’syaSeptember 7, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) Arief Murdiyatno menilai…

    Karhutla Betapus Disorot DPRD Samarinda, Maswedi Sebut Ganggu Kualitas Udara

    September 7, 2026

    Kerja Sama PT WATS dan Pemkot Samarinda Belum Temui Titik Temu, DPRD Sebut Berlanjut ke Jalur Hukum

    September 7, 2026

    Dua Atlet Putri Triathlon Kutim Kuasai Podium Fun Run 5K Marang

    September 7, 2026

    BCIM 2026 Digelar di Samarinda, Ini Daftar Para Juara Tari Kreasi Nusantara

    September 6, 2026
    1 2 3 … 3,324 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.