Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Eni Sutarman: Perempuan Kaltim Harus Adaptif dan Kolaboratif Hadapi Tantangan Ekonomi
    Samarinda

    Eni Sutarman: Perempuan Kaltim Harus Adaptif dan Kolaboratif Hadapi Tantangan Ekonomi

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMaret 1, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Samarinda, Eni Sutarman (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini dinilai memiliki karakter berbeda dibanding krisis-krisis sebelumnya. Namun di tengah dinamika tersebut, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Samarinda Eni Sutarman menegaskan bahwa perempuan tetap memiliki daya adaptasi yang kuat dalam menjaga ketahanan ekonomi.

    Eni mengakui organisasi seperti IWAPI tidak bisa secara tunggal menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi. Terlebih, menurutnya perempuan pengusaha juga memiliki berbagai keterbatasan dalam menjalankan usaha di tengah situasi nasional yang fluktuatif.

    “Kalau IWAPI sendiri tentu saja tidak bisa mengatasi semua tantangan. Kita sebagai perempuan juga sangat terbatas. Kondisi Indonesia memang seperti ini, dan menjadi pengusaha perempuan, bahkan pengusaha kecil sekalipun, itu tidak mudah,” ujarnya dalam wawancara Sabtu, 28 Februari 2026.

    Meski demikian, Eni menekankan pengalaman pribadi membuatnya yakin perempuan Indonesia memiliki naluri bertahan yang kuat, terutama ketika berada dalam situasi terdesak secara ekonomi.

    “Ketika kita berada di ujung tanduk, perempuan Indonesia itu sangat pintar. Jangan remehkan seorang ibu. Yang sebelumnya mungkin tidak terbiasa mencari penghasilan karena suami sudah cukup, tapi saat dihadapkan dengan persoalan ekonomi, insting kita tajam. Kita tahu sisi mana yang bisa dimanfaatkan,” katanya.

    Ia mencontohkan situasi saat resesi ekonomi dan pandemi Covid-19 lalu. Menurutnya, pemulihan ekonomi Indonesia yang relatif cepat tidak lepas dari peran sektor informal yang banyak digerakkan oleh perempuan.

    “Dalam kondisi ekonomi jatuh, resesi, Covid, Indonesia termasuk negara yang cepat pulih. Kalau dipikir dari mana? Karena perempuan-perempuan kita pintar. Ibu-ibu kita pintar. Mungkin dari jualan keripik atau usaha kecil lainnya,” jelasnya.

    Eni mengingatkan agar perempuan tidak terjebak pada pola pikir yang terlalu rumit dalam memulai atau mempertahankan usaha. Baginya, solusi seringkali berawal dari langkah-langkah sederhana yang dijalankan dengan kesungguhan.

    “Jangan dipikir hal-hal yang sulit dan rumit. Kita belajar dari sesuatu yang sederhana. Kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, itu bisa berhasil,” tegasnya.

    Ke depan, ia berharap pengusaha perempuan di Kaltim khususnya Samarinda, dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan saling mendukung satu sama lain dalam mengembangkan usaha.

    “Artinya kita kembangkan perempuan Kaltim, terutama untuk saling membantu dan berkolaborasi dengan pemerintah,” tutup Eni.

    Dengan pengalaman sebagai pelaku usaha, Eni Sutarman menilai bahwa ketangguhan perempuan bukan sekadar narasi, melainkan realitas yang telah terbukti dalam berbagai krisis ekonomi yang pernah terjadi.

     

    Eni Sutarman Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Perempuan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Muncul di Hadapan Publik Setelah Hampir Satu Dekade, Rita Widyasari Soroti Pentingnya Pemberitaan Berimbang

    Juni 13, 2026

    BPJS Ketenagakerjaan, Pastikan Pekerja Korban PHK Berhak Terima JKP hingga Enam Bulan

    Juni 12, 2026

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Masih Berbelit, Pengusaha Minta Penyederhanaan Perizinan Reklame

    Juni 4, 2026

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.