Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Oktober 19, 2026

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Emosi Ibu Berpengaruh pada Karakter Anak, Praktisi Hipnoterapi Ingatkan Pentingnya Kelola Perasaan
    Kesehatan

    Emosi Ibu Berpengaruh pada Karakter Anak, Praktisi Hipnoterapi Ingatkan Pentingnya Kelola Perasaan

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 18, 2026Updated:Oktober 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Praktisi hipnoterapi klinis Endro S. Effendi saat diwawancarai (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Praktisi hipnoterapi klinis Endro S. Effendi menilai kemampuan orang tua khususnya ibu dalam mengelola emosi memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kesehatan emosional anak.

    Menurut Endro, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Karena itu, kondisi emosional orang tua dapat memengaruhi perkembangan anak dalam kehidupan sehari-hari.

    “Madrasah atau kuliah pertama bagi anak-anak itu kan di rumah. Yang lebih banyak di rumah itu kan ibu-ibu. Maka kualitas seorang ibu itu ditentukan oleh bagaimana dia mengelola emosinya,” ujar Endro, Selasa, 18 Agustus 2026.

    Ia menjelaskan emosi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak kepada anak. Menurutnya, ketika orang tua melampiaskan emosi kepada anak, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perilaku anak di lingkungan sosial.

    Endro menilai keluarga yang mampu menciptakan suasana tenang dan nyaman akan membantu membentuk anak-anak yang lebih bahagia. Kondisi tersebut menurutnya, menjadi salah satu fondasi untuk mewujudkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

    “Negara yang bagus itu diawali dengan lingkungan yang terkecil, yaitu keluarga,” katanya.

    Di sisi lain Endro menyebut perkembangan media sosial menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan emosi dan perilaku keluarga saat ini.

    Menurutnya derasnya informasi di media sosial membuat masyarakat semakin mudah membandingkan kehidupan mereka dengan orang lain. Kondisi tersebut dapat memengaruhi gaya hidup hingga menimbulkan kecemasan ketika seseorang merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi yang dilihatnya.

    “Pengaruh itu akan berpengaruh pada gaya hidup, pola hidup, dan akhirnya kalau kita tidak bisa memenuhi ekspektasi, overthinking dan kecemasan yang terjadi,” jelasnya.

    Dalam praktik hipnoterapi yang dijalankannya di Samarinda, Endro mengatakan kecemasan menjadi salah satu persoalan yang paling banyak ditangani.

    Ia menyebut kecemasan sering kali berkaitan dengan kondisi emosional lain, seperti mudah marah, overthinking, hingga munculnya perasaan tidak berharga.

    “Kasus yang paling banyak saya tangani adalah kecemasan. Kecemasan itu temannya pemarah, overthinking, dan berikutnya lagi merasa enggak berharga,” ungkapnya.

    Endro juga menyinggung keluhan fisik yang kerap berkaitan dengan kondisi psikologis. Salah satunya adalah asam lambung yang menurutnya dalam sejumlah kasus dapat berkaitan dengan faktor pikiran dan kondisi emosional atau psikosomatis.

    Untuk mengelola kecemasan Endro menyarankan masyarakat terlebih dahulu menyadari bahwa suatu peristiwa pada dasarnya bersifat netral. Menurutnya, respons emosional seseorang terhadap peristiwa tersebut yang kemudian menentukan bagaimana situasi itu dirasakan.

    “Yang paling pertama adalah sadari bahwa semua kejadian di dunia ini netral. Semuanya ini netral, hanya kita yang memberikan emosi,” tuturnya.

    Ia mencontohkan ketika seseorang menghadapi orang lain yang sedang marah atau sulit diajak berkomunikasi. Menurutnya, situasi tersebut tidak harus langsung direspons dengan emosi.

    Endro menyarankan agar seseorang mencoba memahami kemungkinan penyebab perilaku orang lain dan memberikan waktu hingga kondisi menjadi lebih tenang.

    “Kalau kita netral, kita menyadari, ‘Oh sabar, mungkin perlu waktu.’ Tinggal titip ke ajudannya nanti kalau bapaknya sudah tenang, ada waktu boleh kami wawancara,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Dinkes Bantah Kematian Balita di Samarinda akibat Karhutla, Dokter Belum Bisa Memastikan

    Oktober 18, 2026

    Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kasus ISPA di Kaltim Tembus 13 Ribu

    Oktober 16, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026

    Sering Minum Setelah Makan Malam? Perhatikan Dampaknya bagi Ginjal dan Tidur

    Oktober 4, 2026

    Dinkes Kaltim Petakan Program Bermasalah, Percepatan Layanan Jadi Prioritas

    September 30, 2026

    Kompensasi Rp5 Miliar Belum Terealisasi, Kasus Pasien RSUD AWS Berlanjut ke DPRD Kaltim

    September 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda Soroti Minimnya Penerangan Permukiman, Lampu Jalan Mulai Diusulkan

    Ratu ArifanzaOktober 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kebutuhan penerangan jalan di kawasan permukiman menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang…

    Andi Harun: Perubahan Tak Cukup dari Jalanan, Harus Masuk ke Ruang Kebijakan

    Oktober 19, 2026

    Lima Provinsi di Kalimantan Diusulkan Bersatu Dorong Penanganan Karhutla ke Pusat

    Oktober 19, 2026

    Aksi Karhutla Berlanjut, DP3A Kaltim Negosiasi agar Massa Pindah ke Dalam Ruangan

    Oktober 19, 2026

    Bayi Diduga Terdampak Asap Karhutla, TRC PPA Kaltim Desak Status Bencana Nasional

    Oktober 19, 2026
    1 2 3 … 3,393 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.