Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    September 15, 2026

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Dua Legislator Kaltim Suarakan Etika Politik Baru di Forum Nasional DPRD
    DPRD Kaltim

    Dua Legislator Kaltim Suarakan Etika Politik Baru di Forum Nasional DPRD

    AminahBy AminahJuli 31, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota PRD Kalimantan Timur, Abdurrahman Bolong (kiri) dan Abdul Giaz (kanan)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Legislator Kalimantan Timur, Abdul Giaz dan Abdurrahman Bolong, menghadiri Orientasi Nasional DPRD se-Indonesia yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa 29 Juli 2025.

    Dalam forum itu, keduanya menekankan pentingnya pembaruan etika politik di tubuh DPRD agar tak hanya menjadi simbol representasi, tetapi benar-benar menjadi kekuatan perubahan di daerah.

    Menurut Abdul Giaz, forum ini bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan ruang konsolidasi pikiran bagi para wakil rakyat untuk menata ulang peran politiknya di tengah dinamika kebangsaan.

    “Kita ini bukan hanya juru bicara partai. DPRD seharusnya jadi motor perubahan, berpikir strategis, bekerja untuk rakyat, dan mampu menjawab persoalan zaman,” kata Giaz.

    Ia menyoroti stagnasi fungsi legislatif yang kerap terjebak pada rutinitas prosedural. Padahal, lanjutnya, fungsi DPRD mencakup pengawasan, pembentukan regulasi, dan penganggaran, yang semuanya harus berpijak pada keberpihakan kepada publik.

    “Etika politik kita perlu disegarkan. Ini bukan soal sopan santun, tapi soal arah keberpihakan dan tanggung jawab sosial,” tegas Giaz.

    Forum ini menghadirkan sejumlah pemikir kebijakan dan praktisi seperti Dr Soni Sumarsono dan Dr Budi Santosa, yang membahas penguatan peran DPRD dari sisi substansi, bukan sekadar seremonial jabatan. Materi yang dibawakan mencakup fungsi legislasi, dinamika pengawasan, hingga tata kelola pembangunan yang partisipatif.

    Abdurrahman Bolong menyambut baik pendekatan forum ini yang lebih reflektif. Baginya, peningkatan kapasitas anggota DPRD adalah keniscayaan jika ingin kualitas kebijakan publik daerah ikut tumbuh.

    “Kapasitas pembuat kebijakan berbanding lurus dengan mutu pembangunan. Parlemen daerah harus responsif, bukan hanya reaktif,” ujarnya.

    Ia menambahkan, orientasi ini memperluas wawasan dan mempertemukan praktik-praktik baik dari DPRD lintas provinsi. Selain itu, momen seperti ini memberi kesempatan untuk menyelaraskan arah kerja antarwakil rakyat se-Indonesia.

    Kehadiran Giaz dan Bolong dalam forum ini disebut sebagai bagian dari komitmen mereka membangun parlemen yang berintegritas. Keduanya sepakat bahwa modernisasi DPRD tak bisa hanya mengandalkan fasilitas, tetapi harus dimulai dari pembaruan cara berpikir dan cara bertindak.

    “Kalau kita ingin rakyat percaya, mulailah dari cara kita bekerja terbuka, tulus, dan benar-benar memperjuangkan yang substantif,” tutup Giaz.

    Forum nasional ini diikuti ratusan anggota DPRD dari berbagai provinsi, dengan agenda utama memperkuat fungsi kelembagaan parlemen lokal, serta membangun jaringan kolaboratif antarlegislator untuk menjawab tantangan zaman secara kolektif.

    Abdul Giaz Abdul Rahman Bolong BPSDM Politik
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    NasDem Samarinda Kunci Nama Saefuddin Zuhri untuk Pilwali Berikutnya

    September 10, 2026

    PAN-NasDem Minta Empat Raperda Kaltim Tak Tumpang Tindih Kewenangan

    Agustus 10, 2026

    Andi Satya Buka Peluang Maju Pilwali Samarinda 2029, Tunggu Restu DPP Golkar

    Agustus 9, 2026

    Masuk Bursa Pilwali Samarinda 2029, Andi Satya: Golkar Banyak Kader Potensial

    Agustus 5, 2026

    Jadi Calon Tunggal Ketua Golkar Samarinda, Andi Satya Belum Pikir Soal Pilwali

    Agustus 4, 2026

    Incar Posisi Tiga Besar, PAN Kaltim Siapkan Relawan di Seluruh RT

    Juli 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pelayanan Ramah, Perpustakaan Jadi Alternatif Ruang Belajar Mahasiswa

    Ratu ArifanzaSeptember 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Perpustakaan Kota Samarinda dinilai dapat menjadi salah satu alternatif ruang belajar bagi…

    Porprov Kaltim Dua Tahun Sekali, Dispora Soroti Efisiensi Anggaran dan Pembinaan Atlet

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026

    Karhutla Samarinda Tembus 273 Hektare, DPRD Dorong Gerak Cepat Hadapi Ancaman El Nino

    September 15, 2026

    Tanggap Darurat Berakhir 21 September, Begini Nasib BTT Rp2,5 Miliar untuk Kekeringan Samarinda

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,342 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.