Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    Juli 21, 2026

    Kendaraan Mati KIR dan Pajak, Tak Bisa Beli Solar Subsidi

    Juli 21, 2026

    Kubar 19 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Curah Hujan Kaltim Tetap Rendah hingga Akhir Juli

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Dua Legislator Kaltim Suarakan Etika Politik Baru di Forum Nasional DPRD
    DPRD Kaltim

    Dua Legislator Kaltim Suarakan Etika Politik Baru di Forum Nasional DPRD

    SittiBy SittiJuli 31, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota PRD Kalimantan Timur, Abdurrahman Bolong (kiri) dan Abdul Giaz (kanan)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Legislator Kalimantan Timur, Abdul Giaz dan Abdurrahman Bolong, menghadiri Orientasi Nasional DPRD se-Indonesia yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa 29 Juli 2025.

    Dalam forum itu, keduanya menekankan pentingnya pembaruan etika politik di tubuh DPRD agar tak hanya menjadi simbol representasi, tetapi benar-benar menjadi kekuatan perubahan di daerah.

    Menurut Abdul Giaz, forum ini bukan sekadar pelatihan administratif, melainkan ruang konsolidasi pikiran bagi para wakil rakyat untuk menata ulang peran politiknya di tengah dinamika kebangsaan.

    “Kita ini bukan hanya juru bicara partai. DPRD seharusnya jadi motor perubahan, berpikir strategis, bekerja untuk rakyat, dan mampu menjawab persoalan zaman,” kata Giaz.

    Ia menyoroti stagnasi fungsi legislatif yang kerap terjebak pada rutinitas prosedural. Padahal, lanjutnya, fungsi DPRD mencakup pengawasan, pembentukan regulasi, dan penganggaran, yang semuanya harus berpijak pada keberpihakan kepada publik.

    “Etika politik kita perlu disegarkan. Ini bukan soal sopan santun, tapi soal arah keberpihakan dan tanggung jawab sosial,” tegas Giaz.

    Forum ini menghadirkan sejumlah pemikir kebijakan dan praktisi seperti Dr Soni Sumarsono dan Dr Budi Santosa, yang membahas penguatan peran DPRD dari sisi substansi, bukan sekadar seremonial jabatan. Materi yang dibawakan mencakup fungsi legislasi, dinamika pengawasan, hingga tata kelola pembangunan yang partisipatif.

    Abdurrahman Bolong menyambut baik pendekatan forum ini yang lebih reflektif. Baginya, peningkatan kapasitas anggota DPRD adalah keniscayaan jika ingin kualitas kebijakan publik daerah ikut tumbuh.

    “Kapasitas pembuat kebijakan berbanding lurus dengan mutu pembangunan. Parlemen daerah harus responsif, bukan hanya reaktif,” ujarnya.

    Ia menambahkan, orientasi ini memperluas wawasan dan mempertemukan praktik-praktik baik dari DPRD lintas provinsi. Selain itu, momen seperti ini memberi kesempatan untuk menyelaraskan arah kerja antarwakil rakyat se-Indonesia.

    Kehadiran Giaz dan Bolong dalam forum ini disebut sebagai bagian dari komitmen mereka membangun parlemen yang berintegritas. Keduanya sepakat bahwa modernisasi DPRD tak bisa hanya mengandalkan fasilitas, tetapi harus dimulai dari pembaruan cara berpikir dan cara bertindak.

    “Kalau kita ingin rakyat percaya, mulailah dari cara kita bekerja terbuka, tulus, dan benar-benar memperjuangkan yang substantif,” tutup Giaz.

    Forum nasional ini diikuti ratusan anggota DPRD dari berbagai provinsi, dengan agenda utama memperkuat fungsi kelembagaan parlemen lokal, serta membangun jaringan kolaboratif antarlegislator untuk menjawab tantangan zaman secara kolektif.

    Abdul Giaz Abdul Rahman Bolong BPSDM Politik
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Data Partai Politik di Kaltim Dimutakhirkan, KPU Mulai Validasi Berkelanjutan

    Juli 19, 2026

    Kedekatan Helmi dan Budisatrio Jadi Jembatan Aspirasi Kaltim ke Senayan

    Juli 14, 2026

    Bangun Basis hingga 1.971 RT, Helmi Siapkan Mesin Gerindra Hadapi Pilwali Samarinda

    Juli 13, 2026

    Sindir Ketiadaan Beasiswa Pemkot, Anhar: Jadikan Dulu Wali Kota dari PDIP

    Juli 10, 2026

    Tepis Isu Kaltim 1, Andi Harun Tegaskan Fokus Tuntaskan Amanah Warga Samarinda

    Juli 6, 2026

    Suksesi Era Andi Harun, Tiga Kader Gerindra Mulai Panaskan Bursa Pilwali Samarinda 2030

    Juli 2, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    TKD Kaltim Anjlok, Kepala Daerah Harus Bersatu Tagih Hak ke Pemerintah Pusat

    SittiJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah derasnya eksploitasi batu bara dan sumber daya alam Kalimantan Timur…

    Kendaraan Mati KIR dan Pajak, Tak Bisa Beli Solar Subsidi

    Juli 21, 2026

    Kubar 19 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Curah Hujan Kaltim Tetap Rendah hingga Akhir Juli

    Juli 21, 2026

    Perpustakaan Samarinda Buka Donasi Buku dan Koleksi Lawas untuk Edukasi Generasi Muda

    Juli 21, 2026

    Penerangan hingga Sambungan Aspal Jembatan Mahakam Ulu Dibenahi, CCTV Segera Dipasang

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,229 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.