Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    Agustus 15, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»DPRD Tinjau Parkir SCP dan Big Mal, Izin Parkir Mati dan Cashless Belum Optimal
    DPRD Samarinda

    DPRD Tinjau Parkir SCP dan Big Mal, Izin Parkir Mati dan Cashless Belum Optimal

    LarasBy LarasApril 25, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Pansus LKPj bersama Dishub Samarinda tinjau lahan parkir Mal SCP
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPj) DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda melakukan peninjauan ke dua mal paling padat pengunjung di Samarinda.

    Teks: Lahan parkir basemen BIGMall Samarinda

    Kedua mal tersebut yakni Mal Samarinda Central Plaza (SCP) dan Big Mal Samarinda. DPRD bersama Dishub memfokuskan lahan parkir sebagai topik utama peninjauan.

    Belakangan ini, nama Mal SCP sering mencuat dan menjadi perbincangan hangat akibat suburnya parkir-parkir liar yang berada di sekitar mal atau di Jalan Pulau Irian, Kecamatan Samarinda Kota.

    Tidak hanya itu, didapati bahwa izin parkir Mal SCP telah mati sejak 2021 lalu. Anggota Pansus LKPj DPRD Samarinda Abdul Rohim mengungkapkan dengan demikian benar izin tersebut sudah gugur.

    Setelah dikonfirmasi kembali, Rohim menyatakan bahwa pihak SCP masih belum melalukan tindak lanjut akan hal tersebut. Untuk itu, Rohim meminta agar Dishub dapat bertindak tegas agar tidak berlarut-larut.

    “Ternyata sudah diingatkan jauh-jauh hari dan sampai sekarang belum ada progres yang signifikan. Kita minta Dinas Perhubungan tegas,” jelas politikus PKS itu.

    Ia menegaskan, beberapa hal yang menjadi bagian penting dari pengurusan izin adalah demi keselamatan pengunjung dan pemasukan pendapatan asli daerah (PAD).

    “Karena dua hal yang penting, pertama ke pengunjung soal kenyamanan dan keselamatan. Jadi standar-standar perizinan. Upaya-upaya untuk melindungi, memproteksi,” kata Rohim.

    “Kedua, soal pemasukan ke daerah. Jadi masih dengan sistem manual (tunai), kita khawatir yang dilaporkan ke pemerintah tidak sesuai dengan faktualnya,” sambungannya.

    Selain itu, untuk metode pembayaran parkir, Mal SCP lebih banyak menerima pembayaran tunai atau cash.

    Pembayaran nontunai atau cashless masih belum optimal.
    Pihaknya meminta manajemen SCP segera mengoptimalkan layanan pembayaran cashless agar tidak terjadi tindak kecurangan pemasukan, juga memudahkan pengunjung bertransaksi.

    “Misalnya satu bulan itu kendaraan yang masuk jumlahnya 1.000 yang direport, misalnya cuman 500 dan kita tidak bisa crosscheck,” jelasnya.

    Sementara saat meninjau lahan parkir yang berada di Big Mal Samarinda didapati bahwa masih banyak pengunjung yang sering kali bingung soal posisi parkir untuk roda dua dan roda empat.

    Walau sudah dilengkapi tanda atau arah di bagian depan area masuk, namun pengunjung masih kebingungan saat harus mencari parkir yang benar sesuai jenis kendaraan mereka.

    Pasalnya, Big Mal memiliki area parkir yang luas dan masih kurangnya marka jalan sehingga ini menjadi salah satu catatan yang paling disoroti.

    “Tadi kita sampaikan soal pemaksimalan marka karena banyak pengunjung yang masih suka bingung, ini di mana harus taruh kendaraannya karena luas, jadi dimaksimalkan lagi,” ucap Anggota Pansus LKPj Samarinda Deni Hakim Anwar yang turut hadir dalam tinjauan.

    Kemudian, Deni menyebutkan banyaknya parkir liar yang berada di seberang jalan Big Mal, tepatnya di taman depan Perumahan Karpotek Samarinda.

    Ia menjelaskan sebagian pengunjung memilih parkir di area itu akibat lamanya antrean kendaraan yang hendak masuk ke area parkir mal. Tetapi hal ini tentu menyalahi aturan. Di mana lahan terbuka hijau menjadi rusak dan belum lagi pungutan parkir di tempat itu tidak diketahui ke mana arahnya.

    Maka itu, Deni meminta Dishub Samarinda untuk tegas dan berkoordinasi lebih lanjut kepada ketua RT setempat agar bekerja sama mengimbau masyarakat tak lagi parkir sembarangan.

    “Tadi kita sampaikan juga supaya mereka mau mengimbau agar tidak ada yang parkir di depan atau di daerah taman di sekitar Big Mal dan mereka sampaikan itu bisa disampaikan kepada ketua RT,” tuturnya.

    Serupa dengan SCP, Big Mal masih lebih banyak menerima pembayaran parkir dengan metode tunai. Deni mengimbau agar pihak mal dapat mengoptimalkan cashless agar mempercepat antrean masuk atau keluar kendaraan pengunjung.

    “Makanya tadi cashless juga diusahakan supaya tidak ada kemacetan apalagi menunggu kembalian misalnya. Itu bisa diminimalisir. Jadi kalau ada cashless, bisa aman,” pungkasnya.

    Abdul Rohim Mal Samarinda Pansus LKPJ SCP
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    Soal Kerusakan Fasilitas Teras Samarinda, Dewan Minta PUPR Segera Lakukan Pembenahan

    Agustus 10, 2026

    Demi Matangkan Regulasi, DPRD Samarinda Tambah Masa Kerja Pansus I

    Agustus 8, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Scroll Terus tapi Bosan, Kenapa Kita Tetap Membuka Media Sosial?

    R’syaAgustus 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pernah membuka media sosial tanpa tujuan, menggulir layar dari satu unggahan ke…

    Pemkot Samarinda Siapkan Pengisian Jabatan Kosong Secara Serentak

    Agustus 15, 2026

    Pendidikan Jangan Hanya Andalkan Hafalan, Siswa Harus Dilatih Berkolaborasi

    Agustus 15, 2026

    Supardi Sebut Kaltim Jadi Penugasan Paling Berkesan dalam Kariernya

    Agustus 14, 2026

    Efisiensi Jadi Landasan RAPBD 2027 Samarinda, Belanja Tak Prioritas Ditunda

    Agustus 14, 2026
    1 2 3 … 3,279 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.