Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lahan Pemkot yang Menganggur Diusulkan Jadi TPU di Samarinda

    Oktober 15, 2026

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»DPRD Samarinda Soroti MBG: Dapur Ditutup, Keluhan Makanan hingga Mekanisme Program Belum Jelas
    Samarinda

    DPRD Samarinda Soroti MBG: Dapur Ditutup, Keluhan Makanan hingga Mekanisme Program Belum Jelas

    Andika SaputraBy Andika SaputraApril 23, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari saat diwawancarai sejumlah Wartawan (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Samarinda terus menuai sorotan. Mulai dari penutupan belasan dapur, keluhan kualitas makanan, hingga belum jelasnya mekanisme program dari pemerintah provinsi menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

    Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari mengungkapkan, pihaknya akan meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda untuk melakukan inspeksi menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG yang beroperasi.

    “Kita akan minta DLH mengecek semua dapur, tidak hanya 12 yang sudah ditutup. Apakah sudah memenuhi standar kesehatan dan pengelolaan limbah,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Kamis 23 April 2026.

    Ia menegaskan dapur yang belum memenuhi standar sebaiknya dihentikan sementara operasionalnya hingga seluruh persyaratan terpenuhi.

    Menurutnya, pengelolaan dapur tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa memperhitungkan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat.

    Penutupan sejumlah dapur tersebut juga berdampak pada berkurangnya jumlah penyedia MBG.

    Meski demikian, Celni menyebut hingga saat ini belum ada laporan kekurangan layanan. Justru, keluhan masyarakat terkait kualitas makanan dinilai lebih dominan.

    “Keluhan yang paling banyak itu soal makanan, baik dari segi rasa maupun variasinya,” katanya.

    Ia menilai pengelolaan program MBG membutuhkan pihak yang benar-benar kompeten, terutama dalam menangani produksi dalam jumlah besar.

    “Memasak untuk 3.000 porsi per hari itu tidak mudah. Harus yang memang berpengalaman di bidang katering, bukan sekadar mengambil proyek,” tegasnya.

    Selain itu, DPRD juga menyoroti belum meratanya distribusi program MBG. Masih terdapat sejumlah sekolah yang belum menerima program tersebut meski telah berjalan cukup lama.

    “Kita akan panggil Dinas Pendidikan untuk mendata sekolah mana yang sudah dan belum menerima MBG, serta memastikan program ini tepat sasaran,” ujarnya.

    Di sisi lain DPRD mengaku masih menunggu kejelasan mekanisme program dari pemerintah provinsi. Hingga saat ini, pemerintah kota dan organisasi perangkat daerah (OPD) disebut masih belum mendapatkan sosialisasi yang utuh.

    “Kami sendiri masih kebingungan mekanismenya seperti apa, siapa penerima manfaatnya, dan bagaimana teknis pelaksanaannya,” jelasnya.

    Menurutnya, kondisi ini membuat pelaksanaan di lapangan belum optimal karena kurangnya kejelasan arah kebijakan.

    Di tengah polemik tersebut Celni juga menyoroti insiden dalam aksi demonstrasi 214 sebelumnya yang sempat berdampak pada wartawan. Ia menyayangkan kejadian tersebut dan berharap ke depan tidak terulang kembali.

    “Harapannya ke depan semua pihak bisa menjalankan tugas dengan baik tanpa ada gangguan, termasuk teman-teman media,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Lahan Pemkot yang Menganggur Diusulkan Jadi TPU di Samarinda

    AminahOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang belum dimanfaatkan diusulkan menjadi tempat…

    DPRD Samarinda Minta Pemkot dan Pemprov Bersinergi soal Pembangunan RSUD AMS II

    Oktober 15, 2026

    Raperda Penyelamatan Kebakaran Samarinda Rampung Dibahas, Segera Masuk Tahap Harmonisasi

    Oktober 15, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026

    Pemkot Samarinda Jajaki Kolaborasi dengan Kompas Media Group untuk Perluas Publikasi Pembangunan

    Oktober 14, 2026
    1 2 3 … 3,386 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.