Insitekaltim, Samarinda — Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis potensi lokal sebagai langkah strategis meningkatkan daya tarik Kota Tepian. Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi berbagai peluang pengembangan destinasi wisata di Samarinda, Sabtu, 16 Mei 2026.
Menurut Viktor, Samarinda memiliki banyak potensi wisata yang belum dimaksimalkan secara optimal. Sejumlah destinasi seperti Desa Budaya Pampang, Kampung Ketupat, hingga kawasan Gunung Steleng dinilai memiliki daya tarik kuat jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan.
“Potensi wisata kita ini sebenarnya sangat banyak. Tinggal bagaimana kita mengelola dan menguatkannya, baik dari sisi infrastruktur, promosi, maupun kolaborasi antar pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Samarinda juga telah memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor ini, salah satunya melalui dorongan agar setiap kegiatan budaya dimasukkan ke dalam kalender event daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan agenda wisata yang terjadwal dan konsisten.
“Penguatan dari wali kota kemarin jelas, bahwa event-event seperti Festival Desa Budaya Pampang harus masuk dalam kalender budaya. Ini penting untuk meningkatkan kepedulian, baik dari pemerintah maupun masyarakat adat,” jelas Viktor.
Selain wisata budaya, Viktor juga menyoroti potensi besar wisata sungai yang dimiliki Samarinda, khususnya Sungai Karang Mumus. Ia mengusulkan pengembangan wisata arung sungai sebagai salah satu alternatif destinasi unggulan di masa depan.
Menurutnya, konsep wisata susur atau arung sungai dapat dikembangkan dengan menghadirkan fasilitas pendukung seperti perahu karet atau perahu wisata yang melayani rute dari kawasan hulu hingga muara Sungai Karang Mumus.
“Kita punya Sungai Karang Mumus yang sangat potensial. Ke depan, kita bisa kembangkan wisata arung sungai, misalnya dari bendungan sampai ke muara. Ini bisa jadi daya tarik baru,” katanya.
Viktor menambahkan, pengembangan wisata sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan pihak swasta atau pelaku usaha untuk mempercepat realisasi program tersebut.
“Kita di DPRD akan berusaha memperkuat dari sisi kebijakan. Tapi tentu perlu menggandeng pihak swasta agar pengembangannya bisa lebih maksimal,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun sektor pariwisata yang berdaya saing. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar potensi yang ada tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Viktor optimistis Samarinda dapat berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kaltim.
Ia berharap langkah-langkah konkret segera dilakukan agar sektor pariwisata mampu berkontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.
“Kalau ini dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin pariwisata kita bisa jadi salah satu kekuatan ekonomi baru bagi Kota Samarinda,” tutupnya.

