Insitekaltim, Samarinda – Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda terus didorong melalui sinergi lintas sektor, termasuk dukungan legislatif. Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Riska Wahyuningsih, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak.
Kegiatan tersebut digelar pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Gedung PKK Kota Samarinda, Jalan Mayor Jenderal S. Parman No. 1A, Kecamatan Samarinda Ulu.
Dalam keterangannya, Riska menyebutkan, capaian penanganan stunting di Samarinda saat ini masih belum sepenuhnya memenuhi target yang ditetapkan. Berdasarkan pemaparan dalam rapat, masih terdapat sejumlah kecamatan yang belum mencapai indikator yang diharapkan.
“Kegiatan hari ini tentang pengendalian stunting, di mana Samarinda targetnya masih belum tercapai. Ada beberapa kecamatan yang capaiannya belum sesuai harapan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara regional Kalimantan Timur (Kaltim) juga tengah menjalankan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), yang turut melibatkan Kota Samarinda. Meski demikian, menurutnya, kekurangan capaian yang tersisa tidak terlalu besar dan masih optimistis dapat dikejar dalam waktu dekat.
“Untuk keseluruhan Kaltim juga tergabung dalam GENTING. Samarinda sendiri tinggal kurang sedikit lagi, insyaallah targetnya bisa tercapai tahun ini,” tambahnya.
Terkait pengawasan terhadap kecamatan dengan cakupan penimbangan balita yang masih rendah, Riska menegaskan bahwa langkah konkret akan segera dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Mulai dari tingkat kecamatan hingga RT akan digerakkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Pengawasan dilakukan langsung oleh kecamatan, camat turun langsung. Dari kecamatan menggerakkan kelurahan, lalu ke RT, termasuk melibatkan Dasawisma dan TP-PKK,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan mulai akhir April ini, kegiatan Posyandu akan digelar secara serentak, dengan pendataan lanjutan dimulai pada Mei 2026 guna memastikan intervensi berjalan optimal.
Sebagai bentuk dukungan dari DPRD, Riska menyampaikan bahwa dirinya turut mengalokasikan pokok pikiran (pokir) untuk menunjang program penanganan stunting. Di antaranya melalui pembangunan fasilitas Posyandu serta penyediaan alat ukur dan alat timbang di tingkat kelurahan.
“Saya membantu melalui pokir tahun 2026, membangun tiga Posyandu dan pengadaan alat ukur serta alat timbang untuk 59 kelurahan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Pembangunan Posyandu tersebut direncanakan berada di beberapa wilayah, di antaranya Samarinda Utara dan Sambutan, guna memperkuat layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Riska berharap, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat, angka stunting di Kota Samarinda dapat ditekan hingga tuntas.
“Harapannya stunting di Samarinda bisa habis, terhapus,” tegasnya.

